Ali Wardhana Manalu
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Al Fansuri Sibolga-Barus

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FILSAFAT PAUD: KAJIAN AKHLAK MENURUT IBNU MISKAWAIH Dina Khairiah; Ali Wardhana Manalu
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.805 KB) | DOI: 10.24952/alathfal.v1i1.3863

Abstract

Abu Ali Al-Khozin Ahmad Ibnu bin Muhammad Bin Ya’qub lebih dikenal dengan nama Ibnu Masakawih. Beliau lahir di Ray pada tahun 320 Hijriah, menetap di Isfahan dan meninggal dunia di kota ini pada tahun 421 Hijriah bertepatan dengan tahun 1030 Masehi. Menekuni bidang kimia, fisafat dan logika untuk masa yang cukup lama. Kemudian menonjol dalam bidang satra, sejarah dan kepengarangan. Pengaruhnya sangat besar sekali di Ray, beliau dengan julukan Al- Khazin  (pustakawan), karena dipercaya untuk menangani buku Ibnu Al-Amid dan Adhua Al Daulah bin Suwaihi.Menurut Ahmad Amin semua karya Ibnu Miskawaih tersebut tidak luput dari kepentingan filsafat etika. Ajaran Pokok Etika Islam Ibnu Miskawaih yakni Teori Fadlail (Keutamaan), Teori Kamal (kesempurnaan), Teori Sa’adah (kebahagiaan), Teori khairat (Kebaikan), Teori Mahabbah. Menurut Ibnu Miskawaih tujuan pendidikan ialah terwujudnya sikap batin yang mendorong secara spontan untuk melahirkan semua perbuatan yang bernilai baik, sehingga mencapai kesempurnaan dan memperoleh kebahagiaan sejati dan sempurna Pendidik sejati yang dimaksudkan Ibnu Miskawaih adalah manusia ideal sepeti terdapat pada konsepsinya tentang manusia yang ideal. Hal demikian terlihat jelas, karena ia menjajarkan posisi mereka sama dengan posisi nabi, terutama dalam hal cinta kasih.
DAMPAK PEMBELAJARAN DARING PADA KARAKTER ANAK USIA DINI Rita Kencana; Ali Wardhana Manalu; Sutria Ningrum; Yusnita Yusnita; Lisa Dwi Wijayanti
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v2i1.5317

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui dampak pada pembelajaran daring melalui karakter anak usia dini. Tidak sedikit ditemukan bahwa faktor yang ditimbulkan dari pembelajaran daring dapat menentukan macam-macam karakter anak usia dini yang berbeda. Mulai dari sikap kecanduan anak berlama-lama bermain, terutama pada gadget dan tidak fokus pada pembelajaran. Hal ini disebabkan proses yang tidak efektif dari pembelajaran daring. Namun, ada juga dampak yang baik dari adanya pembelajaran daring ini, salah satunya anak usia dini sejak saat ini dapat berpartisipasi dalam kegiatan belajar dari mana saja. Serta anak usia dini bisa leluasa melakukan belajar kapan saja dengan mengulang materi yang telah dipelajari karena adanya gadget yang menyimpan data yang telah dipelajari. Maka, karakter anak usia dini juga harus diperhatikan selama proses pembelajaran daring itu dilakukan. Guna meminimalisir pengaruh negatif yang mungkin akan terserap oleh anak. Dari kemudahan mengakses sumber-sumber pembelajaran justru anak juga mudah mengakses hal-hal di luar batasan. Untuk itu guru sangat ditekankan untuk lebih konsisten dalam mengajarkan anak usia dini, serta peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk selalu memperhatikan gerak anak selama proses itu. Penelitian ini mengukur pada semua aspek dari dampak pembelajaran daring, yaitu: positif dan negatif. 
Dampak Pembelajaran Daring pada Karakter Anak Usia Dini Rita Kencana; Ali Wardhana Manalu; Sutria Ningrum; Yusnita Yusnita; Lisa Dwi Wijayanti
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.533 KB) | DOI: 10.24952/alathfal.v2i1.5317

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui dampak pada pembelajaran daring melalui karakter anak usia dini. Tidak sedikit ditemukan bahwa faktor yang ditimbulkan dari pembelajaran daring dapat menentukan macam-macam karakter anak usia dini yang berbeda. Mulai dari sikap kecanduan anak berlama-lama bermain, terutama pada gadget dan tidak fokus pada pembelajaran. Hal ini disebabkan proses yang tidak efektif dari pembelajaran daring. Namun, ada juga dampak yang baik dari adanya pembelajaran daring ini, salah satunya anak usia dini sejak saat ini dapat berpartisipasi dalam kegiatan belajar dari mana saja. Serta anak usia dini bisa leluasa melakukan belajar kapan saja dengan mengulang materi yang telah dipelajari karena adanya gadget yang menyimpan data yang telah dipelajari. Maka, karakter anak usia dini juga harus diperhatikan selama proses pembelajaran daring itu dilakukan. Guna meminimalisir pengaruh negatif yang mungkin akan terserap oleh anak. Dari kemudahan mengakses sumber-sumber pembelajaran justru anak juga mudah mengakses hal-hal di luar batasan. Untuk itu guru sangat ditekankan untuk lebih konsisten dalam mengajarkan anak usia dini, serta peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk selalu memperhatikan gerak anak selama proses itu. Penelitian ini mengukur pada semua aspek dari dampak pembelajaran daring, yaitu: positif dan negatif. 
Fisafat PAUD: Kajian Akhlak Menurut Ibnu Miskawaih Dina Khairiah; Ali Wardhana Manalu
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.805 KB) | DOI: 10.24952/alathfal.v1i1.3863

Abstract

Abu Ali Al-Khozin Ahmad Ibnu bin Muhammad Bin Ya’qub lebih dikenal dengan nama Ibnu Masakawih. Beliau lahir di Ray pada tahun 320 Hijriah, menetap di Isfahan dan meninggal dunia di kota ini pada tahun 421 Hijriah bertepatan dengan tahun 1030 Masehi. Menekuni bidang kimia, fisafat dan logika untuk masa yang cukup lama. Kemudian menonjol dalam bidang satra, sejarah dan kepengarangan. Pengaruhnya sangat besar sekali di Ray, beliau dengan julukan Al- Khazin  (pustakawan), karena dipercaya untuk menangani buku Ibnu Al-Amid dan Adhua Al Daulah bin Suwaihi.Menurut Ahmad Amin semua karya Ibnu Miskawaih tersebut tidak luput dari kepentingan filsafat etika. Ajaran Pokok Etika Islam Ibnu Miskawaih yakni Teori Fadlail (Keutamaan), Teori Kamal (kesempurnaan), Teori Sa’adah (kebahagiaan), Teori khairat (Kebaikan), Teori Mahabbah. Menurut Ibnu Miskawaih tujuan pendidikan ialah terwujudnya sikap batin yang mendorong secara spontan untuk melahirkan semua perbuatan yang bernilai baik, sehingga mencapai kesempurnaan dan memperoleh kebahagiaan sejati dan sempurna Pendidik sejati yang dimaksudkan Ibnu Miskawaih adalah manusia ideal sepeti terdapat pada konsepsinya tentang manusia yang ideal. Hal demikian terlihat jelas, karena ia menjajarkan posisi mereka sama dengan posisi nabi, terutama dalam hal cinta kasih.
PERAN GURU DALAM ENYIKAPI PSIKOLOGI ANAK USIA DINI YANG KIAN MENURUN AKIBAT GADGET Ali Wardhana Manalu
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v2i2.6148

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas dan menganalisis peran guru dalam merespon psikologi anak usia dini di PAUD Al Amin yang semakin menurun akibat pengaruh gadget. Gadget kini menjadi media komunikasi yang populer. Dan dengan adanya alat komunikasi semakin memudahkan. Namun, penggunaan perangkat yang sering, terutama selama masa kanak-kanak, dapat memperburuk kondisi mental anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam menjaga penurunan psikologi anak sangat penting. Dalam penelitian ini, beberapa persen anak mengalami perubahan perilaku akibat terlalu sering bermain gadget. Selain itu, anak-anak sering bermain game dan menonton youtube, yang membuat anak malas. Oleh karena itu, mengatasi perubahan psikologis pada anak usia dini memerlukan pengawasan dan peran guru dalam proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran, guru harus senantiasa mengawasi, memantau dan mengontrol anak agar dapat tumbuh lebih baik. Jangan sampai minat belajar anak khususnya psikologi anak, berkurang
Peran Guru dalam Enyikapi Psikologi Anak Usia Dini yang Kian Menurun Akibat Gadget Wardah Ramadina; Ali Wardhana Manalu; Riska Fauziah Tanjung; Lailatun Nazmi Simanullang
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v2i2.6148

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas dan menganalisis peran guru dalam merespon psikologi anak usia dini di PAUD Al Amin yang semakin menurun akibat pengaruh gadget. Gadget kini menjadi media komunikasi yang populer. Dan dengan adanya alat komunikasi semakin memudahkan. Namun, penggunaan perangkat yang sering, terutama selama masa kanak-kanak, dapat memperburuk kondisi mental anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam menjaga penurunan psikologi anak sangat penting. Dalam penelitian ini, beberapa persen anak mengalami perubahan perilaku akibat terlalu sering bermain gadget. Selain itu, anak-anak sering bermain game dan menonton youtube, yang membuat anak malas. Oleh karena itu, mengatasi perubahan psikologis pada anak usia dini memerlukan pengawasan dan peran guru dalam proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran, guru harus senantiasa mengawasi, memantau dan mengontrol anak agar dapat tumbuh lebih baik. Jangan sampai minat belajar anak khususnya psikologi anak, berkurang
Implementasi Kesetaraan Gender pada Pendidikan Anak Usia Dini Anisa Putri; Darul Arifin; Ali Wardhana Manalu; Novita Cahyani
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v3i1.7448

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami bagaimana kesetaraan gender diimplementasikan dalam pendidikan anak perempuan di sekolah umum. Berkenaan dengan interaksi antara pria dan wanita, tidak ada perbedaan gender antara kedua kategori orang tersebut. Memahami kesetaraan gender di kelas dapat membantu siswa tidak menjadi egois tentang apa yang mungkin menjadi sumber serangan pribadi bagi mereka. Oleh karena itu, penting untuk memahami kesetaraan gender di kelas agar siswa perempuan dapat meningkatkan kinerja dan kualitas hidupnya. Stereotip tentang peran dan posisi laki-laki dan anggota perempuan masyarakat umum yang menjadi sasaran dominasi laki-laki terus menjadi sumber utama ketegangan dalam relasi gender masyarakat modern. Hal ini disebabkan maraknya laki-laki dalam kehidupan publik dalam jarak dekat ketika mereka bertukar kelamin dengan perempuan. Jika laki-laki tersubordinasi oleh perempuan, akibatnya adalah ketidakberdayaan laki-laki, yang membuatnya menjadi oportunis perempuan dalam laporan. Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan data penelitian dengan analisis data. Teknik pengumpulan data berupa wawancara (interview) dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berupa responden dan observasi. Teknik pengumpulan data berupa laporan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan anak usia dini juga diharapkan mampu mengikuti dan mengefektifkan diri agar terjalinnya kesatuan dalam pendidikan yang nantinya berupa penggalian keterampilan dan kemampuan anak.
Implementasi Kesetaraan Gender pada Pendidikan Anak Usia Dini Anisa Putri; Darul Arifin; Ali Wardhana Manalu; Novita Cahyani
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v3i1.7448

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami bagaimana kesetaraan gender diimplementasikan dalam pendidikan anak perempuan di sekolah umum. Berkenaan dengan interaksi antara pria dan wanita, tidak ada perbedaan gender antara kedua kategori orang tersebut. Memahami kesetaraan gender di kelas dapat membantu siswa tidak menjadi egois tentang apa yang mungkin menjadi sumber serangan pribadi bagi mereka. Oleh karena itu, penting untuk memahami kesetaraan gender di kelas agar siswa perempuan dapat meningkatkan kinerja dan kualitas hidupnya. Stereotip tentang peran dan posisi laki-laki dan anggota perempuan masyarakat umum yang menjadi sasaran dominasi laki-laki terus menjadi sumber utama ketegangan dalam relasi gender masyarakat modern. Hal ini disebabkan maraknya laki-laki dalam kehidupan publik dalam jarak dekat ketika mereka bertukar kelamin dengan perempuan. Jika laki-laki tersubordinasi oleh perempuan, akibatnya adalah ketidakberdayaan laki-laki, yang membuatnya menjadi oportunis perempuan dalam laporan. Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan data penelitian dengan analisis data. Teknik pengumpulan data berupa wawancara (interview) dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berupa responden dan observasi. Teknik pengumpulan data berupa laporan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan anak usia dini juga diharapkan mampu mengikuti dan mengefektifkan diri agar terjalinnya kesatuan dalam pendidikan yang nantinya berupa penggalian keterampilan dan kemampuan anak.