Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi Single Drum Kiln untuk Produksi Biochar Limbah Tongkol Jagung di Desa Bangun Sari, Pesawaran Wahyu Hidayat; Melya Riniarti; Rara Diantari; Mareli Talaumbanua; Intan Fajar Suri; Mia Putri Utami; Bagus Saputra; Muhammad Alfaridzi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11731

Abstract

ABSTRAK Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas pertanian utama yang ditanam oleh para petani di Desa Bangun Sari, Pesawaran. Hasil dari budidaya tanaman jagung menghasilkan limbah biomassa berupa tongkol jagung yang jumlahnya cukup besar. Namun, sebagian besar dari limbah biomassa tongkol jagung ini belum dikelola dengan optimal di Desa Bangun Sari. Seiring waktu, limbah biomassa tongkol jagung ini hanya diabaikan dan dibakar, menyebabkan timbulnya isu lingkungan. Limbah biomassa tongkol jagung berpotensi untuk dikonversi menjadi biochar yang memiliki banyak manfaat termasuk sebagai bahan pembenah tanah (ameliorant). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan teknologi produksi biochar menggunakan single drum kiln karena mudah diaplikasikan dan biaya produksi relatif murah. Selain itu, petani juga didampingi dalam desain dan pengemasan produk biochar. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman peserta terkait produksi dan manfaat biochar. Produk biochar dikemas dalam dua bentuk yaitu yang sudah dihaluskan dan masih utuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi dalam memanfaatkan limbah biomassa jagung menjadi produk bernilai ekonomi dan lingkungan yang bermanfaat. Kata Kunci: Biochar, Limbah Tongkol Jagung, Single Drum Kiln  ABSTRACT Corn (Zea mays) is one of the main agricultural commodities grown by farmers in Bangun Sari Village, Pesawaran. The corn plantation results in a significant amount of biomass waste in the form of corncobs. However, most of the corncob biomass waste has not been managed optimally in Bangun Sari Village. The corncob biomass waste is neglected and burned over time, causing environmental problems. Corncob biomass waste has the potential to be converted into biochar which has many benefits including as a soil amendment (ameliorant). This community service activity applies biochar production technology using a single drum kiln because it is easy to apply and production costs are relatively cheap. In addition, farmers are also assisted in the design and packaging of biochar products. The evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge and understanding regarding the production and benefits of biochar. Biochar products are packaged in two forms, namely solid and powder forms. This community service activity contributes to utilizing corn biomass waste into useful economic and environmentally valuable products. Keywords : Biochar, Corncobs Waste, Single Drum Kiln
STATUS KONSERVASI BERBAGAI SPESIES PENYU LAUT DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Rizha Bery Putriani; Ocvi Nurintan Lubis; Nabil Hafizhdin Fathan; Defina Diah Maharani; Nasywa Natasha Pambudi; Kinanti Widya Savira; Gelar Dhiya Murfid; Indra Gumay; Rara Diantari; Wanda Ramadhani Putri
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.4009

Abstract

Pelestarian penyu adalah bentuk usaha atau upaya dalam menjaga serta mengamankan komunitas penyu khususnya di Indonesia, sebab Indonesia menjadi tempat tinggal enam dari tujuh spesies penyu yang masih bertahan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui ancaman atau permasalahan yang mengakibatkan kepunahan penyu dan bentuk konservasi, serta mengidentifikasi spesies penyu yang sudah mengalami kepunahan akibat eksploitasi penyu di perairan indonesia sebagai bahan informasi untuk para pembaca. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan mengkaji data dari sepuluh jurnal yang berkaitan dengan konservasi penyu laut. Penyu sangat krusial dalam melindungi kesehatan ekologi laut (perairan). Laut yang sesuai dapat menjadikannya rumah bagi jutaan biota laut yang dapat memenuhi kebutuhan protein bagi manusia. Beberapa jenis penyu berstatus rentan terhadap kepunahan, akan tetapi banyak dari manusia yang memburu atau menangkapnya terdapat juga predator yang yang memangsanya. Keberadaannya di dunia ditemukan tujuh jenis, enam jenis penyu ditemukan keberadaanya di Indonesia. Jenis yang ditemukan keberadaanya di indonesia diantaranya penyu pipih (Natator depressus), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Kegiatan konservasi dimulai dari pemantauan aktivitas peneluran penyu. Kegiatan bertelur penyu harus diawasi dengan baik karena penyu sangat sensitif saat bertelur. Ketika pemijahan selesai, pemantau memindahkan telur ke area bersarang semi alami.