Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki Self Efficacy pada siswa kelas X MIPA dan XI MIPA yang terbagi dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI MIPA SMA Negeri 6 Kendari tahun ajaran 2021/2022 yang terdiri atas masing-masing 6 kelas paralel. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan simple random sampling, disebabkan karena anggota populasi penelitian ini dianggap homogen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self efficacy siswa kelas X MIPA, pada kategori self efficacy tinggi berkisar antara 76 sebagai nilai minimum dan 90 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata yaitu 82,87. Sedangkan pada kategori self efficacy rendah siswa berkisar antara 44 sebagai nilai minimum dan 72 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata sebesar 56,13 sedangkan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self efficacy siswa kelas XI MIPA, pada kategori self efficacy tinggi berkisar antara 78 sebagai nilai minimum dan 96 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata yaitu 87,4. Sedangkan pada kategori self efficacy rendah siswa berkisar antara 48 sebagai nilai minimum dan 70 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata sebesar 58,7. Selain itu diperoleh bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki self efficacy tinggi dan siswa yang memiliki Self efficacy sedang maupun siswa yang memiliki Self efficacy rendah baik pada siswa kelas X maupun XI MIPA di SMA Negeri 6 Kendari.