Asep Robby, Asep
Universitas Bakti Tunas Husada

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PERSEPSI PASIEN TENTANG PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP BEDAH III A RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Robby, Asep
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.791 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.268

Abstract

Keputusan tindakan bedah bisa menyebabkan masalah fisik, psikologis, dan spiritual. Perawat berperan penting sebagai penyedia perawatan untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien agar dapat mencapai kesejahteraan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemenuhan spiritual pasien ini adalah persepsi pasien terhadap pemenuhan spiritualitas saat dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pasien terhadap pemenuhan spiritual oleh perawat di Ruang Perawatan Bedah 3A Rumah Sakit Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif terhadap data dengan menggunakan Mean. Data diambil dengan menggunakan kuesioner tentang persepsi pasien tentang pemenuhan kebutuhan spiritual. Metode pengambilan sampel untuk kelompok perawat menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 25 pasien di ruang 3A Rumah Sakit Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Berdasarkan hasil bahwa persepsi pasien adalah 80,5. Ini menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap pemenuhan spiritual pasien bedah adalah positif.
PERSEPSI PERAWAT TENTANG INFORMASI YANG DIBUTUHKAN OLEH PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) PRAOPERASI DI RUANG RAWAT INAP BEDAH III A RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Robby, Asep; Agustin, Teti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.771 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.124

Abstract

Tindakan operasi merupakan pengalaman yang sulit bagi hampir semua pasien. Perawat perlu mempersiapkan pasien dalam menghadapi operasi dengan edukasi praoperasi dan memenuhi aspek fisik, psikologis.Informasi dalam edukasi yang disampaikan untuk pasien praoperasi terdiri dari lima dimensi antara lain informasi berkaitan dengan 1) situasional/prosedural, 2) sensasi/ ketidaknyamanan, 3) peran pasien, 4) dukungan psikososial, dan 5) latihan. Untuk mengetahuipersepsi perawat terhadap informasi yang dibutuhkan pasien BPH preoperasi maka 12 responden yaitu perawat ruangan IIIA RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya diberi 42 pertanyaan yang berkaitan dengan persepsi terhadap informasi yang dibutuhkan oleh pasien BPH. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan rumus T mean. Hasil yang didapat yaitu bahwa persepsi perawat berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan oleh pasien BPH praoperasi Di Ruang Rawat Inap Bedah IIIA RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya terkategori unfavorable. Untuk itu disarankan untuk meningkatkan komunikasi terhadap pasien dan keluarga terutama serta mengkaji informasi apa yang dibutuhkan atau kurang dipahami pasien dan keluarganya. Selain itu diharapkan ada lanjutan penelitian tentang perbandingan informasi yang diharapkan dan yang didapat oleh pasien menjelang operasi, atau menilai adakah perbedaan persepsi antara perawat dan pasien terhadap informasi yang dibutuhkan pasien.Kata Kunci: Informasi praoperasi, pasien BPH, operasi
PENGARUH EYE MASK DAN EARPLUGS TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS TIDUR PASIEN PRAOPERASI DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Robby, Asep; Chaidir, M De Is Rizal; Rahayu, Urip
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.859 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.162

Abstract

Pasien yang akan menjalani tindakan operasi perlu mendapatkan kebugaran sebelum menjalani operasi. Pemenuhan kebutuhan tidur dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis sebelum menjalani operasi. Salah satu faktor yang dapat menjadi sumber gangguan tidur pasien sedang menjalani perawatan yaitu faktor lingkungan terutama suara (noise) dan cehaya ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian eye mask dan earplugs terhadap kualitas dan kuantitas tidur pasien praoperasi di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan pre-post test. Instrumen yang digunakan yaitu Actigraphy (Mi Band®). Pengambilan sampel menggunakan metode concecutive sampling sebanyak 45 orang yang terbagi kedalam kelompok eye mask, earplugs, dan kombinasi eye mask-earplugs dimana setiap kelompok terdiri dari 15 orang. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas tidur kelompok eye mask meningkat 95±12 menit dari sebelumnya 74±13 menit (p value 0.000), kelompok ear plugs meningkat 100±11 menit dari sebelumnya 86±13 menit (p value 0,001), dan kelompok kombinasi eye mask-earplugs meningkat 92±10 menit dari sebelumnya 85±12 menit (p value 0,038). Kuantitas tidur kelompok eye mask meningkat 387±26 menit dari sebelumnya 355±29 (p value 0.001), kelompok earplugs meningkat 389±35 menit dari sebelumnya 361±52 menit (p value 0,010), sedangkan untuk kelompok kombinasi eye mask-earplugs meningkat 368±35 menit dari sebelumnya 360±39 menit (p value 0,34). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat pengaruh eye mask, earplugs, dan kombinasi eye mask-earplugs terhadap kualitas tidur pasien praoperasi, terdapat pula pengaruh eye mask, earplugs terhadap kuantitas tidur pasien praoperasi, namun tidak terdapat pengaruh kombinasi eye mask-earplugs terhadap kuantitas tidur pasien praoperasi. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan menggunakan eye mask dan earplugs sebagai untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur pasien praoperasi di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya baik secara terpisah atau kombinasi sesuai keinginan pasien.
PENGARUH PIJAT KAKI (FOOT MASSAGE) TERHADAP KUALITAS TIDUR Asep Robby; Teti Agustin; Hada Hanifan Azka
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2022): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.735 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v4i1.1845

Abstract

Pijat kaki adalah manipulasi jaringan ikat dengan cara memukul, menggosok atau meremas yang berdampak pada peningkatan sirkulasi, memperbaiki tonus otot dan memberikan efek relaksasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hasil penelitian mengenai pengaruh foot massage terhadap kualitas tidur pasien terutama saat menjalani hospitalisasi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Populasi penelitian ini adalah artikel yang diperoleh dari database nasional dan internasional seperti google scolar, science direct, perpustakaan nasional, pubmed. Pengumpulan data kependudukan adalah data primer. Penelusuran artikel dalam rentang 10 tahun yaitu antara tahun 2011-2021. Hasil yang didapatkan terdapat 18 jurnal dan artikel yang relevan. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap artikel tersebut, diperoleh disimpulkan bahwa pijat kaki dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien terutama dengan gangguan tidur.
PENGARUH PIJAT KAKI (FOOT MASSAGE) TERHADAP KUALITAS TIDUR Asep Robby; Teti Agustin; Hada Hanifan Azka
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.161 KB)

Abstract

Pijat kaki adalah manipulasi jaringan ikat dengan cara memukul, menggosok atau meremas yang berdampak pada peningkatan sirkulasi, memperbaiki tonus otot dan memberikan efek relaksasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hasil penelitian mengenai pengaruh foot massage terhadap kualitas tidur pasien terutama saat menjalani hospitalisasi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Populasi penelitian ini adalah artikel yang diperoleh dari database nasional dan internasional seperti google scolar, science direct, perpustakaan nasional, pubmed. Pengumpulan data kependudukan adalah data primer. Penelusuran artikel dalam rentang 10 tahun yaitu antara tahun 2011-2021. Hasil yang didapatkan terdapat 18 jurnal dan artikel yang relevan. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap artikel tersebut, diperoleh disimpulkan bahwa pijat kaki dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien terutama dengan gangguan tidur
Characteristics and Level of Dependence of Stroke Patients at dr. Soekardjo Hospital, Tasikmalaya Teti Agustin; Asep Robby; Eri Triana Ramadhan
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i2.3341

Abstract

Stroke is an acute global and focal brain function disorder caused by obstruction of blood circulation to the brain where there is a blockage or rupture of blood vessels in the brain, so that the supply of oxygen and nutrients is disrupted. The purpose of this study was to determine the level of dependence of stroke patients undergoing treatment in the Melati 2B room at RSUD dr. Soekardjo City of Tasikmalaya. This research method is descriptive quantitative with a population of stroke sufferers in the jasmine room 2B RSUD dr. Soekardjo City of Tasikmalaya. The sampling technique used accidental sampling, namely as many as 5 people. Based on the results of the study it was known that the characteristics of the respondents were: male sex as many as 3 people (60%) and women as many as 2 people (40%). The results of this study indicated that there were 3 respondents with a partial care dependency level (60%), respondents with a total care dependence level of 2 respondents (40%), while there were no respondents with a minimal care dependency level.  
Risk of Falling level in Stroke Patients at dr. Soekardjo Hospital, Tasikmalaya Asep Robby; Teti Agustin; Dika Awalia
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i2.3547

Abstract

Stroke is a disease of blood vessels in the brain. This occurs when the blood supply to the mind is reduced or obstructed for some reason, which triggers an unexpected lack of oxygen at the synapses. The risk of falling is a patient who is in danger of falling which is generally caused by ecological and physiological variables that can cause injury. This study aims to assess the level of risk of falling in stroke patients in Melati Room 2B RSUD dr. Soekardjo City of Tasikmalaya. The research method uses a quantitative descriptive method. The study population was stroke patients undergoing treatment in the Melati 2B room at RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya with accidental sampling technique of 12 respondents. The research was conducted on April 28 - May 7 2022. The data collection instrument used the Morse Fall Scale and the Geriatric scale. The results showed that 50% of respondents were categorized as having a low risk of falling, 33.3% being at moderate risk of falling, and 16.7% with a high risk of falling. Based on these results, it is suggested that nurses periodically conduct fall risk assessments to avoid injury to stroke patients because there is still a risk of falling injury to patients treated in that room.
PERSEPSI PERAWAT TENTANG INFORMASI YANG DIBUTUHKAN OLEH PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) PRAOPERASI DI RUANG RAWAT INAP BEDAH III A RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Asep Robby; Teti Agustin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.124

Abstract

Tindakan operasi merupakan pengalaman yang sulit bagi hampir semua pasien. Perawat perlu mempersiapkan pasien dalam menghadapi operasi dengan edukasi praoperasi dan memenuhi aspek fisik, psikologis.Informasi dalam edukasi yang disampaikan untuk pasien praoperasi terdiri dari lima dimensi antara lain informasi berkaitan dengan 1) situasional/prosedural, 2) sensasi/ ketidaknyamanan, 3) peran pasien, 4) dukungan psikososial, dan 5) latihan. Untuk mengetahuipersepsi perawat terhadap informasi yang dibutuhkan pasien BPH preoperasi maka 12 responden yaitu perawat ruangan IIIA RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya diberi 42 pertanyaan yang berkaitan dengan persepsi terhadap informasi yang dibutuhkan oleh pasien BPH. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan rumus T mean. Hasil yang didapat yaitu bahwa persepsi perawat berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan oleh pasien BPH praoperasi Di Ruang Rawat Inap Bedah IIIA RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya terkategori unfavorable. Untuk itu disarankan untuk meningkatkan komunikasi terhadap pasien dan keluarga terutama serta mengkaji informasi apa yang dibutuhkan atau kurang dipahami pasien dan keluarganya. Selain itu diharapkan ada lanjutan penelitian tentang perbandingan informasi yang diharapkan dan yang didapat oleh pasien menjelang operasi, atau menilai adakah perbedaan persepsi antara perawat dan pasien terhadap informasi yang dibutuhkan pasien.Kata Kunci: Informasi praoperasi, pasien BPH, operasi
Membangun Jaringan Dukungan Keluarga untuk Pasien Stroke Pengalaman dari RSU X Tasikmalaya Robby, Asep
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jkn.v2i1.83

Abstract

Keluarga memegang peran yang penting dalam perawatan pasien stroke, tidak hanya sebagai penyedia dukungan emosional, tetapi juga sebagai mitra dalam memfasilitasi pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam membangun jaringan dukungan untuk pasien stroke di Ruang Rawat Inap RSU X Tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap keluarga pasien stroke yang sedang menjalani perawatan di RSU X Tasikmalaya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola-pola dan tema-tema yang muncul dalam pengalaman keluarga. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan responden keluarga dari penderita stroke yang menjalani perawatan di Ruang L RSU X Tasikmalaya yaitu sebanyak 52 orang. Hasil penelitian yang didapatkan: (1) Pencegahan stroke berulang mayoritas (67,3%) Tidak Mendukung; (2) Pencegahan kekakuan otot atau sendi mayoritas (88,5%) Mendukung; (3) Kebersihan diri mayoritas (76,9%) Tidak Mendukung; (4) Risiko jatuh mayoritas (84,6%) Mendukung. Berdasarkan hasil tersebut maka keluarga disarankan untuk lebih berperan aktif dalam kegiatan promosi kesehatan penyakit stroke yang diadakan oleh petugas kesehatan komunitas atau klinik agar dapat memahami kebutuhan kebutuhan sehari-hari penderita stroke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memainkan peran yang sangat signifikan dalam membantu pasien menghadapi tantangan fisik, emosional, dan psikologis yang terkait dengan stroke. Mereka menggambarkan pengalaman yang penuh tantangan namun juga memperoleh kepuasan dan makna melalui proses perawatan. keluarga juga menciptakan jaringan dukungan yang kuat dengan melibatkan anggota keluarga lain, teman, dan jaringan sosial lokal. Dukungan ini terbukti penting dalam memfasilitasi proses pemulihan pasien dan membantu keluarga mengatasi stres dan beban caregiving. Kesimpulannya, membangun jaringan dukungan keluarga adalah komponen kunci dalam perawatan pasien stroke di RSU X Tasikmalaya. Meningkatkan ketersediaan sumber daya dan dukungan bagi keluarga pasien dapat membantu meningkatkan kualitas perawatan dan hasil bagi pasien stroke serta keluarganya.
Penatalaksanaan Pencegahan Luka Diabetikum pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Dr. Sukardjo Kota Tasikmalaya Anwar H, Syaefunnuril; Robby, Asep; Agustin, Teti; Wayunah
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i3.528

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by high blood glucose levels. The number of people with diabetes mellitus increases annually worldwide and in Indonesia, increasing the risk of complications. One common complication of diabetes mellitus is neuropathy in the lower extremities, which can lead to further complications, such as diabetic ulcers. Objective: Patients with diabetes mellitus treated at Dr. Sukardjo Regional Hospital in Tasikmalaya without complications of diabetic ulcers on the feet. Method: Subjects were given an explanation of the procedures to be performed, including a general assessment, foot assessment, health education on foot care, and a re-evaluation of their foot condition and care in the following three days. Result: Of the 16 patients, 9 complained of pain in the right and left calf areas, accompanied by numbness and tingling at rest and while walking. In addition, 2 patients experienced changes in the shape of their feet, accompanied by stiffness and swelling. After receiving education and a reassessment three days later, only six patients still complained of calf pain, and two participants still experienced changes in the shape of their feet, accompanied by stiffness and swelling. Conclusion: There was a reduction in the number of patients complaining of extremity pain between before and after receiving health education on foot care for preventing diabetic ulcers in patients with diabetes mellitus at Tasikmalaya City Hospital.