Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Principal Academic Supervision in the Construction of Merdeka Curriculum Based on Humanistic Spiritual Values Yulius Rustan Effendi; Busra Bumbungan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 56 No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpp.v56i2.46766

Abstract

The low quality of learning today is marked by the low learning outcomes of students. One of the indicators causing the low quality of learning is the need for school principals in academic supervision activities to leverage and empower the teaching potential of teachers. Thus, it is important to construct principals' academic supervision activities based on humanistic spirituality values according to the Merdeka curriculum guidelines. The purpose of this study is to describe the reasons for implementing humanistic spiritual values and the role of the principal in academic supervision activities. The research method uses qualitative research and case study design. The participants in this study were three principals and three senior teachers from the two schools studied—data collection through interviews, observation, and documentation studies. Data analysis used a modified analytic analysis method. The study results explain the reason for the principal's application of humanistic spiritual values (personal characteristics, the spirit that is lived in the school environment, and the appreciation of religious teachings) in academic supervision. In addition, the role of the principal in academic supervision is proven through ethical behavior, sincerity, patience, humility, sensibility, friendliness, equality, open communication, and mutual respect. This research has implications for the development of school principals' academic supervision based on humanistic spiritual values to empower the teaching potential of teachers, as evidenced by an increase in student achievement motivation.
Pendampingan Juru Pelihara Makam Lokkoe dalam Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Lokal Tana Luwu di Era Otonomi Daerah Busra Bumbungan; Megawati Megawati; Edi Wahyono; Lalu Sugiar; Rizal A.M. Sjachrun
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3017

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendampingan juru pelihara Makam Lokkoe dalam pelestarian nilai-nilai budaya lokal Tana Luwu di era otonomi daerah. Metode pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan seperti (1) tahap perencanaan yakni melakukakan observasi Makam Lokkoe, (2) Tahap Penyuluhan dan Sosialisasi yakni bersosialisasi dan berdiskusi langsung dengan juru pelihara Makam, (3) Tahap Pendampingan yakni dilakukan mulai dari Penguatan Pemahaman Nilai Budaya Lokal, Pendampingan Teknis Pengelolaan dan Perawatan Makam, Penguatan Peran Juru Pelihara sebagai Edukator Budaya, Pendampingan dalam Dokumentasi dan Pelaporan Budaya, Penguatan Jejaring dan Kolaborasi Lokal, Refleksi dan Evaluasi Berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa juru pelihara berperan penting tidak hanya dalam menjaga kondisi fisik makam, tetapi juga dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan moral masyarakat Tana Luwu, seperti sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, dan lempu’. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui pengaturan etika pengunjung, penyampaian narasi sejarah, serta ketulusan dalam menjalankan tugas pelestarian. Kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat adat telah berjalan, meskipun pelestarian harian masih sangat bergantung pada peran juru pelihara. Pendampingan ini menegaskan pentingnya pelestarian budaya berbasis komunitas untuk menjaga keberlanjutan Makam Lokkoe dan penguatan identitas budaya Tana Luwu.