Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendampingan juru pelihara Makam Lokkoe dalam pelestarian nilai-nilai budaya lokal Tana Luwu di era otonomi daerah. Metode pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan seperti (1) tahap perencanaan yakni melakukakan observasi Makam Lokkoe, (2) Tahap Penyuluhan dan Sosialisasi yakni bersosialisasi dan berdiskusi langsung dengan juru pelihara Makam, (3) Tahap Pendampingan yakni dilakukan mulai dari Penguatan Pemahaman Nilai Budaya Lokal, Pendampingan Teknis Pengelolaan dan Perawatan Makam, Penguatan Peran Juru Pelihara sebagai Edukator Budaya, Pendampingan dalam Dokumentasi dan Pelaporan Budaya, Penguatan Jejaring dan Kolaborasi Lokal, Refleksi dan Evaluasi Berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa juru pelihara berperan penting tidak hanya dalam menjaga kondisi fisik makam, tetapi juga dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan moral masyarakat Tana Luwu, seperti sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, dan lempu’. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui pengaturan etika pengunjung, penyampaian narasi sejarah, serta ketulusan dalam menjalankan tugas pelestarian. Kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat adat telah berjalan, meskipun pelestarian harian masih sangat bergantung pada peran juru pelihara. Pendampingan ini menegaskan pentingnya pelestarian budaya berbasis komunitas untuk menjaga keberlanjutan Makam Lokkoe dan penguatan identitas budaya Tana Luwu.
Copyrights © 2026