Indira Laksmi Widuri
Politeknik Pekerjaan Umum

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Bahan Bambu Ditinjau dari Struktur Mikro - Studi Kasus Bambu Tali (Giganthochloa Apus Bl. ExSchult.f.) Adityo Budi utomo; Indira Laksmi Widuri; Rikal Andani; Eko Kusumo Friatmojo; Marchus Budi Utomo
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 1, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v1i1.5

Abstract

Bambu telah banyak dipakai sebagai bahan perancah, kusen, rangka kuda-kuda atap, kolom, dinding, balok, dan perabot lainnya. Sebagai bahan bangunan alam, bambu memiliki sifat mekanis yang tidak seragan antar batang, tidak seragam antar posisi, dan tidak seragam dari kulit terluar hingga terdalam. Tujuan penelitian ini yaitu mengamati struktur mikro anatomi bambu tali (Giganthochloa apus Bl. Ex (Schult.f.) yang mempengaruhi sifat mekanisnya. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel batang bambu pada bagian pangkal, tengah, dan ujung batang dan dilakukan pemotongan secara melintang mulai kulit terluar hingga terdalam. Potongan melintang tersebut akan diamati secara mikroskopis. Hasil pengamatan mikro anatomi terhadap panjang serat, diameter serat, diameter lumen, tebal dinding sel, prosentase serat, diameter pembuluh, prosentase parenkim, dan tipe pola ikatan pembuluh diolah menjadi nilai daya tenun, nilai fleksibilitas, nilai kekakuan, nilai runkel, dan nilai muhlsteph. Dari nilai turunan serat didapatkan hasil bahwa bagian batang bambu yang memiliki tekstur paling licin dan paling halus serta memiliki plastisitas tinggi terdapat pada bagian tengah batang bambu. Sedangkan bagian pangkal batang bambu merupakan bagian yang memiliki serat paling kuat terhadap beban tekan atau paling kaku dan bagian ujung batang bambu merupakan bagian bambu yang paling fleksibel terhadap tarikan.  Untuk sifat tiap lapisan bambu secara umum dari ketiga bagian batang (pangkal, tengah, dan ujung) dapat terlihat bahwa lapisan bagian dalam merupakan lapisan yang paling fleksibel dan memiliki serat yang tidak mudah putus akibat beban tarik, sedangkan bagian kulit merupakan bagian yang memiliki plastisitas paling tinggi jika dibandingkan dengan lapisan lainnya.
Penggunaan Analytic Hierarchy Process Dalam Menentukan Faktor Keterlambatan Pada Proyek Rehabilitasi Dan Renovasi Stadion Teladan Kota Medan Abiansyah Harya Bimasakti; Tiara Molisa Fitri Samosir; Julmadian Abda; Indira Laksmi Widuri
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 5, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v5i1.192

Abstract

Pada proses untuk mencapai tujuan proyek terdapat batasan yang perlu terwujud, yaitu biaya, jadwal, dan mutu. Ketiga kinerja tersebut kerap dipakai sebagai sasaran utama dalam pelaksanaan proyek yang disebut triple constraint. Berdasarkan analisis kurva s, progres proyek mengalami keterlambatan sejak bulan Januari dengan deviasi -3,36% dengan progres rencana 57,91%, pada bulan februari meningkat -7,69% dengan progres rencana 68,54%, hingga bulan Mei proyek memiliki deviasi -3,28% dengan progres rencana 76,77%, sedangkan proyek ditargetkan selesai pada bulan Juni, sehingga  dapat disimpulkan proyek mengalami keterlambatan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang bertujuan untuk menentukan bobot prioritas dari kriteria dan sub-kriteria yang menyebabkan keterlambatan pada proyek. Kriteria yang digunakan yaitu faktor Manusia, faktor Manajemen Pelaksanaan Kontraktor, dan faktor Material. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menyebabkan keterlambatan pada Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Stadion Kota Medan yang paling dominan menurut Konsultan Manajemen Konstruksi adalah faktor Manusia  karena Jumlah Tenaga Kerja Kurang. Sedangkan menurut Kontraktor adalah faktor Manajemen Pelaksanaan Kontraktor karena Perubahan Design dan Volume.