p-Index From 2021 - 2026
0.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IESM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kursi Roda Sebagai Alat Bantu Pada Pasien Disabilitas Di Puskesmas Sikakap Kepulauan Mentawai Rahmat Wahyu; Uun Novalia Harahap; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Vol 5 No 1 Februari 2024
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kursi roda (wheel chair) adalah alat yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas bagi orang yang memiliki kekurangan seperti orang yang cacat fisik (khususnya penyandang cacat kaki). Kursi roda yang digunakan pasien disabilitas saat ini tidak ergonomis karena pasien tidak nyaman menggunakannya bahkan masih menyebabkan keluhan sakit bagian tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah rancangan kursi roda yang sesuai pasien disabilitas terutama untuk aktivitas kamar mandi. Metode yang dilakukan dengan menggunakan metode EFD, digunakan untuk mengidentifikasi teknis produk berdasarkan persyaratan pengguna dengan menambahkan hubungan baru antara keinginan konsumen dan aspek ergonomi dari produk. Hasil penelitian didapat variabel rancangan kursi roda ergonomis yakni variabel efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE), berdasarkan kebutuhan konsumen maka ditambah fasilitas pendukung di kursi roda seperti tempat sabun, tempat tisue, pispot (penampung kotoran), gorden penutup, tabung air (tempat air pembilas) dan bag barang/documen.
Rancang Ulang Kursi Roda Bagi Pasien Manula Dan Stroke Untuk Bab Di Puskesmas Sikakap Kepulauan Mentawai Dimas Pramana Putraa; Yetti Meuthia Hasibuan; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Vol 5 No 1 Februari 2024
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kursi roda (wheel chair) adalah alat yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas bagi orang yang memiliki kekurangan seperti orang yang cacat fisik (khususnya penyandang cacat kaki), pasien dan manula. Permasalahan yang ada pada kursi roda saat ini adalah kursi roda tidak menyediakan fasilitas pendukung seperti fasilitas memudahkan untuk BAB, sehingga harus melakukan pemindahan, jika dilakukan sendirian, hal ini dapat menimbulkan kecelakaan aktivitas bagi pasien yang terutama manula, dikhawatirkan dapat menjadi masalah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan perancangan kursi roda untuk memudahkan BAB bagi manula dan pasien stroke. Perancangan dimulai dengan studi pustaka dan penyebaran kuisioner Standard Nordic Questionnaire (SNQ) dan kuisioner keiginan akan rancangan kursi roda, kemudian meninjau desain-desain kursi roda yang sudah digunakan saat ini. Peninjauan desain kursi roda yang saat ini digunakan ditujukan untuk melihat cara kerja dan manfaatnya yang nantinya akan digunakan sebagai pertimbangan dan evaluasi dalam pengembangan perancangan ini. Hasil yang didapat persentase keluhan bagian tubuh pasien pengguna kursi roda untuk 20 orang responden dan 27 bagian tubuh yang dinilai mengalami keluhan didapat dengan kategori sakit sebesar 15%, kategori cukup sakit sebesar 89,86%, dan 35,14% kategori tidak sakit, adapun ukuran usulan kursi roda untuk tinggi sandaran kepala 17,92 cm, tinggi sandaran punggung 60,09 cm, tinggi sandaran lengan 28,16 cm, tinggi alas 40,07 cm, panjang alas 41,64 cm, lebar sandaran punggung dan kepala 53,12 cm, lebar sandaran kepala 44,21 cm, lebar 43,45 cm, lebar sandaran betis dan sandaran kaki 9,14 cm, panjang sandaran kaki adalah 14,59 cm serta penambahan fasilitas pendukung kursi roda seperti tempat sabun, tempat tisue, pispot (penampung kotoran), gorden penutup, tabung air (tempat air pembilas) dan bag barang/documen.
Pengaruh Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.PLN Belawan Medan Abdul Azis Syarif; Taufik Hidayat; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Vol 4 No 1 Februari 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program keselamatan dibuat agar mengurangi tingkat kecelakaan pada karyawan, mengurangi resiko bahaya. Adanya pengawasan pada manusia, metode, mesin dan peralatan kerja dan memberikan suasana lingkungan kerja yaang aman. Sedangkan program kesehatan bertujuan melindungi karyawan dari bau yang tidak sedap, kebisingan, pencahayaan yang kurang baik dan tempat duduk, alat kerja yang kurang ergonomis. Ada terdapat beberapa kecelakaan yang sering terjadi di PT. PLN Belawan yaitu jatuh dari ketinggian dan tersengat arus listrik.Penyebab kecelakaan umumnya karena tidak memakai APD, tidak mengikuti prosedur kerja, dan kondisi kerja tidak aman. Data awal didapat melalui kuesioner. Responden dikelompokkan dalam jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan masa kerja. Sampel yang diambil adalah 45 responden dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan menggunakan Software SPSS 25.0 for windows. Selanjutnya melakukan pengujian dengan uji f dan Uji t, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara membagikan kuesioner kepada pegawai. Hasil pengujian menggunakan regresi baik secara secara simultan maupun parsial menunjukkan bahwa progran kesehatan dan keselamatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Pengendalian Persediaan Obat Dengan Menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity) di RS XYZ Tiarma Ratnauli Siahaan; Muhammad Fazri; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Vol 4 No 1 Februari 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RS ABC merupakan Rumah Sakit yang memiliki beberapa jenis obat seperti obat demam, antibiotik, vitamin, pereda nyeri dan lain-lain, namun pada penelitian ini dikhususkan pada obat jenis antibiotik. Dalam sistem pemesanan obat, Rumah Sakit ini tidak memiliki penjadwalan yang baik sehingga sering terjadi kehabisan persediaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal berdasarkan EOQ Probabilistik. Adapun hasil pada penelitian ini untuk obat antibiotik Amoxilin jumlah pemesanan yang optimal yaitu 278 strip, dangan titik pesan kembali sebesar 9 strip dan persediaan pengaman 1 strip dengan total ongkos 6.075.862. Cefixim jumlah pemesanan yang optimal yaitu 266 strip, dengan titik pesan kembali 9 strip dan persediaan pengaman 1 strip dengan total ongkos 6.503.537. Ciprofloxaxin jumlah pemesanan persediaan 261 strip, dengan titik pesan kembali 9 strip dan persediaan pengaman 1 strip dengan total ongkos 6.254.498 per periode atau setiap melakukan pembelian persediaan.
Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Produksi Sabun Di PT. Best Ilham Wahyudi; Denny Walady Utama; Yetti Meuthia Hasibuan; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.1.2026.09-21

Abstract

PT. Berlian Eka Sakti Tangguh merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi sabun membutuhkan kefektivitasan mesin dalam menjalankan produksi nya. Mesin produksi yang kurang dijaga pemeliharaan nya adalah salah satu penyebab utama tingginya downtime akibat kerusakan mesin cutting yang terjadi saat produksi berlangsung, dimana tiap bulannya tingkat kerusakan sebanyak 5 kali/bulan dengan waktu breakdown 540 menit/bulan. Tingginya downtime pada mesin merupakan masalah yang banyak dihadapi perusahaan. Kondisi tersebut mengakibatkan proses produksi pada perusahaan menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai penyebab menurunnya efektivitas mesin cutting dengan menggunakan konsep Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai efektivitas peralatan keseluruhan (OEE) berkisar antara 59% - 82% jauh diatas target yakni 95%. Penyebab terjadinya pemborosan yang paling dominan berdasarkan Six Big Losses adalah reduced speed losses. Dengan persentase sebesar 24% atau sebesar 58% terhadap persentase losses yang lain. Sehingga perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan nilai OEE agar menjadi kategori kelas dunia