Reza Praditya Yudha
Universitas Gunadarma

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Soimah dan Sandrina dalam Perspektif Industri Budaya Adorno Reza Praditya Yudha
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 15, No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v15i2.23106

Abstract

Studi ini mengkaji dan mengkomparasi praktek standarisasi budaya dalam media massa dan media sosial. Studi ini focus pada praktik standarisasi media massa pada figur seniman Soimah Pancawati dan Sandrina Mazaya. Studi ini kemudian merefleksikan praktik standarisasi dalam monetisasi akun media sosial Soimah dan Sandrina. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan Teori Standarisasi Adorno dengan metode desk research. Peneliti berargumen, pemilik modal mambangun industri budaya melalui media massa dan media sosial yang menstandarisasi dan mengeksploitasi Soimah dan Sandrina selaku komoditas. Tidak banyak studi yang mengunakan pemikiran Adorno untuk mengkaji standarisasi dalam media sosial. Studi ini menemukan, Soimah dan Sandrina selaku pekerja dalam industri budaya dan pengguna media sosial mengalami alienasi dari nilai otentisitas yaitu karakter awalnya sebagai seniman. Media menjadi mesin industri yang melakukan standarisasi dan eksploitasi demi menekan biaya produksi. Standardisasi dan eksploitasi menjadi strategi media untuk mempertukarkan budaya menjadi nilai jual (interchangeable). Media membangun mimpi popularitas atau viral yang sebenarnya merefleksikan standarisasi dan eksploitasi. Nilai komoditas berkurang setelah proses komodifikasi. Sebagai industri budaya, media akan mengganti komoditas yang memiliki nilai jual baru. Media sewaktu-waktu dapat meninggalkan atau mempopulerkan idola lain.
Diskontinuitas Penggunaan Penyiar Artificial Intelligence di Ruang Redaksi iNewsTV Sri Wahyunis; Rajab Ritonga; Reza Praditya Yudha
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/n70kjm82

Abstract

Adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam jurnalisme memunculkan penyiar (presenter virtual). Namun, beberapa stasiun televisi menghentikan penggunaannya dalam waktu singkat. Penelitian ini menganalisis faktor diskontinuitas presenter AI di iNews TV menggunakan teori Difusi Inovasi. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Wakil Pemimpin Redaksi iNews TV dan analisis dokumen. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini yaitu iNews TV mengadopsi presenter AI pada 2023 tetapi dihentikan dalam tiga bulan karena waktu produksi lebih lama (1–2 hari vs instan oleh manusia), biaya infrastruktur tinggi, ketidakmampuan improvisasi saat breaking news, dan kurangnya sentuhan manusia. Temuan mengonfirmasi bahwa keuntungan relatif rendah dan kesesuaian juga rendah, sementara kerumitan tinggi, menyebabkan diskontinuitas. Kesimpulan: Presenter AI belum menjadi inovasi berkelanjutan untuk jurnalisme televisi. Diskontinuitas merupakan pembelajaran organisasi, bukan kegagalan.