Syafruddin
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sekolah Ideal Bagi Pekerja Anak (Studi Kasus Pekerja Anak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika) Nursaptini; Syafruddin; Suud; Ni Made Novi Suryanti; Feryna Nur Rosydah; Baiq Yunia Rahma Dewi; Sukma Maulida
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v9i2.35899

Abstract

Child labor remains a social issue that impacts the fulfillment of the right to education, especially in areas experiencing rapid economic growth, such as the Mandalika Special Economic Zone (KEK). Formal education, which is still rigid, is not fully able to accommodate the needs of students who must fulfill dual roles as students and workers. This study aims to analyze the perspectives of child workers regarding the ideal school and formulate a school model that is responsive to the needs of child workers in the Mandalika SEZ. The study used a qualitative case study approach. The research subjects consisted of five child workers still in elementary and junior high school, selected through purposive sampling techniques. Data were collected through interviews and documentation, then analyzed using the Creswell Spiral Analysis model. The results of the study revealed four main themes: school is seen as a path to the future, the ability of child workers to balance school and work, challenges in the school environment, such as stigma and bullying, and the need for child-worker-friendly schools. Based on these findings, the study formulated an ideal school model that includes a safe and discrimination-free learning environment, empathetic teachers, child-friendly facilities, socio-economic support, contextual learning, and collaboration between schools, families, government, and the business world. This model is expected to be an alternative policy in realizing ideal schools for child workers in the Mandalika Special Economic Zone.
DAMPAK MIGRASI SOSIAL TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DI DESA POHGADING, KECAMATAN PRINGGABAYA Dina Tira Aulana; Syafruddin; Nursaptini
Journal of Social Education Sasambo Vol 4 No 01 (2026): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v4i01.11697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak migrasi sosial terhadap pendidikan anak di Desa Pohgading Kecamatan Pringgabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan ialah data primer dan data sekunder. Subjek dalam penelitian ini adalah kakek, nenek, saudara dekat dan ada anak yang dititipkan oleh keluarga migran. Informan dalam penelitian ini adalah tetangga migran dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Pohgading Kecamatan Pringgabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dampak migrasi sosial terhadap pendidikan anak yakni, meningkatkan pendapatan keluarga melalui remitansi yang digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak seperti SPP, les privat, transportasi, serta pembelian aset seperti rumah dan motor. Selain itu, migrasi orang tua berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti keretakan rumah tangga akibat perselingkuhan dan perceraian, serta menyebabkan pengalihan pengasuhan kepada kakek nenek. Saran berdasarkan hasil penelitian ini yaitu: 1) bagi pemerintah desa memberikan fasilitas pendidikan tambahan untuk meningkatkan motivasi anak, 2) orang tua yang merantau perlu tetap aktif berkomunikasi dengan kakek nenek untuk pengawasan lebih optimal.