Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PERKARA PUTUSNYA PERKAWINAN KARENA MURTAD (STUDI PUTUSAN NOMOR 1304/PDT.G/2018/PA.BL DAN PUTUSAN NOMOR 0260/PDT.G/2020/PA.BL) Imam Samsudin
Brawijaya Law Student Journal Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2022
Publisher : Brawijaya Law Student Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imam Samsudin, Rachmi Sulistyarini, Fitri Hidayat Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: imamhukum@student.ub.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui kepastian hukum Perbedaan penafsiran Hakim dalam konsep murtad sehingga memutus fasakh dan cerai. Dalam hal ini terdapat perbedaan penafsiran Hakim dalam memberikan pertimbangan murtadnya suami dalam Putusan Nomor 1304/Pdt.G/2018/Pa.BL dan Putusan Nomor 0260/Pdt.G/2020/Pa.BL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian hukum yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kasus. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah perbandingan hukum. Hasil dari penelitian ini adalah Putusan Nomor 1304/Pdt.G/2018/PA.BL Yang Memutus Cerai belum memenuhi asas kepastian hukum hal ini Hakim dalam pertimbangannya menerapkan Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam tanpa mempertimbangkan murtadnya Tergugat sebagai dasar untuk memfasakh perkawinan dimana murtadnya Tergugat dilihat dengan maqashid syariah adalah fasakhnya perkawinan hal ini hak talak hanya dimiliki oleh suami yang beragama Islam meskipun talak ba’in sughra dan fasakh adalah sama-sama membatalkan perkawinan. dan Putusan Nomor 0260/Pdt.G/2020/PA.BL yang memfasakh perkawinan telah memberikan kepastian hukum karena Hakim dalam memandang pertengkaran rumah tangga antara Pemohon dan Termohon sebagaimana diatur dalam Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam tidak hanya memandang pertengkaran tersebut sebagai pertimbangan dalam memutus perkawinan antara Pemohon dengan Termohon. Akan tetapi Hakim mempertimbangkan murtadnya Pemohon sebagai dasar untuk tidak dapat dikabulkannya talak satu raj’i yang dididasarkan pada metode maqashid syariah. Dengan demikian pertimbangan Hakim telah memberikan kepastian hukum karena mengutamakan kemaslahatan agama Islam. Kata Kunci: talak, fasakh Abstract This research aims to investigate the legal certainty of dissenting interpretations made by judges within the context of apostasy followed by the decision of divorce or fasakh, as shown in Decision Number 1304/Pdt.G/2018/Pa.BL and Decision Number 0260/Pdt.G/2020/Pa.BL. This research employed a normative-juridical method and a case approach. The analysis was carried out based on legal comparison. The research result shows that Decision Number 1304/Pdt.G/2018/PA.BL granting the divorce did not fulfill the principle of legal certainty, where this consideration referred to Article 116 letter f of Islamic Law Compilation without considering the apostasy done by the defendant as the basis for delivering fasakh in the marriage. In this fasakh concerned, the apostasy was viewed from maqashid syariah where the right to declare talak only applies to the right of the husband adhering to the same religion—Islam despite the fact that both talak ba’in sughra and fasakh equally cancel divorce. Decision number 0260/Pdt.G/2020/PA.BL that declared fasakh holds legal certainty because the judges not only saw the issue in the marriage, as in line with Article 116 letter f of Islamic Law Compilation, but they also took into account the apostasy as the basis due to which the first talak raj’i was not granted according to maqashid syariah. That is, the judicial consideration has met legal certainty since it takes into account the merit of Muslims. Keywords: talak, fasakh
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI PADA MATERI SIRAH NABAWIYAH DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK KARIMAH PESERTA DIDIK SDN 24 NEGERI KATON PESAWARAN Imam Samsudin; Amirudin, Amirudin; Jaenullah, Jaenullah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi Sirah Nabawiyah dalam pembentukan akhlak karimah peserta didik di SDN 24 Negeri Katon Pesawaran, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan 1 kepala sekolah, 1 guru PAI, dan 12 peserta didik sebagai informan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber, teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Sirah Nabawiyah berkontribusi dalam pembentukan akhlak karimah, khususnya pada aspek kejujuran, tanggung jawab, dan sopan santun yang mengalami peningkatan secara signifikan, meskipun aspek kedisiplinan masih relatif rendah. Metode storytelling yang dipadukan dengan diskusi dan tanya jawab terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik serta mendorong internalisasi nilai melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Keterbatasan media pembelajaran dan alokasi waktu menjadi kendala utama yang menghambat optimalisasi proses refleksi dan penguatan nilai. Evaluasi pembelajaran telah mencakup aspek kognitif dan afektif, meskipun masih memerlukan pengembangan instrumen penilaian sikap yang lebih terstruktur. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran Sirah Nabawiyah tidak hanya berfungsi sebagai transmisi pengetahuan, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan karakter yang efektif, dengan catatan perlunya penguatan pada aspek media, waktu, dan evaluasi pembelajaran.