Budi Indarsih
University of Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Produksi dan Produktivitas Itik Manila Lokal di Pulau Lombok Mohammad Hasil Tamzil; Budi Indarsih
Jurnal Peternakan Vol 20, No 2 (2023): September 2023
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v20i2.19420

Abstract

ABSTRAK. Itik Manila merupakan salah satu plasma nutfah yang mempunyai kontribusi signifikan sebagai penyangga ketahanan pangan nasional, namun belum banyak tersedia data sistem produksi dan kinerja produksinya. Penentuan sampel wilayah penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, sedangkan jumlah sampel dilakukan dengan metode quantitative sampling. Data diperoleh dengan mewawancarai masing-masing 50 responden (peternak itik Manila) di daerah basah dan kering, serta 30 responden di daerah padat penduduk pulau Lombok yang ditentukan menggunakan metode Snowball. Untuk mengetahui pola produksi dan produktivitas itik Manila dilakukan pengamatan langsung ke lokasi usaha, dan melakukan pengukuran performa produksi pada masing-masing peternak. Pelaksanaan wawancara dibantu oleh daftar pertanyaan serta alat ukur berupa timbangan merk ohaus kapasitas 5 kg dan kepekaan 1 g. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pemeliharaan itik Manila di pulau Lombok sebagian besar menggunakan sistem semi intensif dengan menggunakan dedak padi dan atau nasi aking sebagai pakan, sedangkan di daerah padat penduduk, pakan itik Manila dicampur ampas tahu. Performa produksi itik Manila lokal Lombok di daerah padat penduduk relatif lebih baik dibandingkan dengan itik Manila dari daerah kering dan basah.Kata kunci: itik Manila, performa produksi, bobot badan, konsumsi pakan, ampas tahuProduction System and Productivity of Local Muscovy Duck, Lombok IslandABSTRACT. Muscovy duck is one of the germplasm that has a significant contribution in Indonesia’ national food security. However, data of the duck’ production system and production performance are not yet available. The study was conducted on the island of Lombok by determining the sample area using the purposive sampling method, while the number of samples was determined by the quantitative sampling method. The data was obtained by interviewing 50 respondents (Muscovy duck farmers) in wet and dry areas, and 30 respondents in the suburbs of Lombok Island, which were determined using the snowball method. To determine the pattern of the production and the productivity of Muscovy duck s, direct observations were made to business locations and productions of each breeder’s performance were measured. The interview was assisted by a list of questions and measuring instruments in the form of an Ohaus brand scale with a capacity of 5 kg and a sensitivity of 1 gram. The data obtained were tabulated and analyzed descriptively. The results showed that the maintenance of local Muscovy duck s on the island of Lombok uses a semi-intensive system using rice bran and or aking rice as feed, while in suburban areas, Muscovy duck feed is mixed with tofu dregs. The production performance of local Muscovy duck s in Lombok in densely populated areas is relatively better than that of Muscovy duck s from dry and wet areas.
Changes of Body Temperature and Body Weight of Broiler Chickens Transported from Farmers to Slaughterhouses at Different Times: Changes of Body Temperature and Body Weight of Broiler Chickens Transported from Farmers to Slaughterhouses at Different Times Mohammad Hasil Tamzil; Budi Indarsih; Ni Ketut Dewi Haryani; I Nyoman Sukarta Jaya; Asnawi Asnawi
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v8i1.143

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pengangkutan ayam dari peternak ke tempat pemotongan ayam pada perubahan suhu tubuh dan bobot badan ayam broiler. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 2 (3 waktu pengangkutan dan 2 waktu pengukuran). Sebagai faktor pertama adalah waktu pengangkutan, yaitu pagi, siang dan sore hari, sedangkan faktor kedua adalah waktu pengukuran, yaitu sebelum dan sesudah pengangkutan. Penelitian menggunakan 300 ekor ayam broiler betina umur 32-37 hari. Masing-masing waktu pengangkutan diulang 10 kali (setiap hari selama 10 hari), sehingga dalam setiap ulangan menggunakan 10 ekor ayam broiler. Peubah yang diamati adalah suhu lingkungan, suhu tubuh dan bobot badan sebelum dan sesudah pengangkutan. Waktu pengukuran (sebelum dan sesudah pengangkutan) dan waktu pengangkutan (pagi, siang dan sore) mempengaruhi suhu tubuh (P<0.05), namun tidak mempengaruhi bobot badan (P>0.05). Tidak terdapat interaksi antara waktu pengukuran dan waktu pengangkutan (P>0,05). Disarankan untuk melakukan pengangkutan ayam ke rumah potong ayam pada pagi hari.