Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENYEBAB PECAHNYA CYLINDER LINER PADA GENERATOR ENGINE DI MT. MARTHA OPTION A. Y. Prasetya; Tri Kismantoro
Dinamika Bahari Vol 7 No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.741 KB) | DOI: 10.46484/db.v7i2.40

Abstract

Generator Engine merupakan mesin penghasil daya listrik utama di kapal, mesin ini harus mendapat perhatian dan perawatan secara intensif, salah satunya adalah pada cylinder liner karena cylinder liner adalah bagian dari ruang bakar mesin diesel yang penting sebagai tempat terjadinya pembakaran bahan bakar dengan udara dan juga alur gerak bolak-balik piston. Akibat gerakan tersebut akan terjadi gesekan antara cylinder liner dan cincin piston yang menyebabkan keausan pada dinding cylinder liner. Kondisi cylinder liner yang telah aus dan tekanan air pendingin yang kurang adalah faktor utama penyebab pecahnya pada cylinder liner. Upaya untuk mencegah pecahnya cylinder liner adalah perawatan dan perhatian pada sistim pelumasan dan pendinginannya. Perawatan dan perbaikan terhadap cylinder liner dilakukan sesuai jam kerja yang telah ditentukan sesuai manual book, dengan adanya perawatan yang rutin maka pecahnya cylinder liner dapat diminimalisir dan generator engine dapat bekerja normal.
PENANGANAN FLAT RACK CONTAINER GUNA MENCEGAH TERJADINYA KERUSAKAN MUATAN DI KAPAL MV. MERATUS KALABAHI A. Kurniawan; Tri Kismantoro
Dinamika Bahari Vol 7 No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.556 KB) | DOI: 10.46484/db.v7i2.41

Abstract

Semakin beragamnya permintaan dari konsumen maka muncul muatan yang tidak beraturan yaitu lebar dan tinggi muatan melebihi batas kemampuan muat container biasa yang membutuhkan penanganan khusus di atas flat rack container. Dari hasil penelitian penulis menemukan adanya kendala koordinasi pihak kapal dengan pihak darat (planner), dalam hal ini adalah perencanaan pemuatan dan pembongkaran. Selain itu petugas jaga tidak melakukan pengecekan pada saat bongkar muat sehingga tidak mengetahui ada muatan yang belum dilashing. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penanganan muatan flat rack container di kapal MV. Meratus Kalabahi masih belum optimal. Untuk itu sebelum kapal melakukan bongkar muat diadakan komunikasi antara pihak kapal dengan pihak darat dalam hal prosedur penanganan muatan yang benar, serta adanya kerjasama yang baik pada waktu bongkar muat dan melakukan pengecekan secara berkala selama di pelabuhan antara Mualim dan crew kapal yang bertugas, sehingga kualitas muatan tetap terjaga hingga pelabuhan bongkar.
PENINGKATAN KETERAMPILAN CREW DALAM PELAKSANAAN TANK CLEANING GUNA MENUNJANG KELANCARAN BONGKAR MUAT DI MT. BALONGAN Agustyna C.; Tri Kismantoro
Dinamika Bahari Vol 7 No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.135 KB) | DOI: 10.46484/db.v7i2.42

Abstract

Pembersihan tangki muatan (tank cleaning) merupakan salah satu kegiatan operasional kapal tanker yang sangat penting, dimana keberhasilan proses pemuatan berasal dari proses ini, dari sekian banyak jenis muatan kimia diantaranya adalah muatan yang sensitif sehingga dalam pemuatannya membutuhkan ruang muat yang benar-benar bersih dan terhindar dari zat-zat pencemar sehingga tangki dinilai layak untuk memuat muatan. Untuk menghasilkan ruang muat yang benar-benar bersih diperlukan pelaksanaan pembersihan tangki yang sesuai prosedur, dengan prasarana yang memadai, perencanaan dan koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait. Landasan teori yang digunakan dalam penulisan ini menjelaskan tentang prosedurprosedur pembersihan tangki di kapal tanker yang sesuai, karena keterlambatan akan menyebabkan kerugian yang besar bagi perusahaan. Penelitian dilakukan di atas kapal product tanker yang memuat avtur, penelitian dilakukan di atas kapal tentang proses pembersihan tangki muatan untuk meminimalkan kandungan zat-zat pencemar. Jenis penelitian yang terdapat dalam penulisan penelitian ini adalah kualitatif yaitu penelitian dengan mengumpulkan data-data di atas kapal MT. Balongan kemudian menganalisa dan mengambil kesimpulan yang berupa penjelasan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MT. Balongan, terdapat masalah yaitu pembersihan tangki yang dinyatakan gagal oleh surveyor. Kemudian menimbulkan keterlambatan dalam pemuatan dan perusahaan mengalami kerugian. Untuk mengantisipasi keterlambatan pemuatan, pembersihan tangki harus dilakukan sesuai panduan pembersihan tangki dengan perencanaan yang baik, ditunjang dengan sarana yang memadai, awak yang terampil dan jumlah yang cukup, serta koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait.
SUHU DARI LUAR TANGKI MUATAN MEMPENGARUHI PROSES MEMUAT DI LPG / C. LADY HILDE Bintang Dwi Prayogo; Samsul Huda; Tri Kismantoro
Dinamika Bahari Vol 9 No 1 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.634 KB) | DOI: 10.46484/db.v9i1.90

Abstract

The background of the writing of this study because the freight is often encounteredsome obstacles gas which is then encapsulated in a few issues, while the problemsencountered, among others, how is the role of the temperature outside propane tank in theloading process and any attempt to do when the temperature outside is different tanks withthe temperature in the cargo tank. In this study using qualitative methods, the research aimsto explain the phenomenon of the deepest data collection. This study does not give priority topopulation size or sampling, even a very limited sampling. If the data collected has beenprofound and could explain the phenomenon under study, then no need to look for othersampling. Qualitative research is more pressing on the issue of depth (quality) of data, notthe number (quantity) of data.It can be concluded that the change in temperature outside thevessel can greatly affect the handling of loading and unloading activities, especially in thecourse of loading, at which time the temperature outside is very cold or heat can affect thecondition of the cargo and the tank.
IDENTIFIKASI PENYEBAB DAN SOLUSI TIDAK BERFUNGSINYA HIDROLIK DECK CRANE NO. 2 PADA KAPAL MV. HABCO CARINA Derma Watty Sihombing; Tri Kismantoro; Boedojo Wiwoho; M. Rizki Septyanto; Almanar Pasaribu
Meteor STIP Marunda Vol 16 No 1 (2023): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v16i1.276

Abstract

A deck crane is an auxiliary machine on board a ship that is useful for assisting ship operations such as loading and unloading activities or raising and lowering goods that can only be lifted by a deck crane. The deck crane on the writer's ship uses a hydraulic system, which is a system that uses the potential and power of liquid substances. The purpose of this study is to identify the causes of damage to the deck crane and the maintenance that must be done on the deck crane. The research method used in this research is descriptive qualitative. From this research method, the data obtained will be analyzed so as to get an overview and the right solution to solve the problems that occur in this research. Based on the results of this study, the deck crane on the MV. Habco Carina was damaged due to damage to the hydraulic motor and the ineffectiveness of the Plan Maintenance System (PMS) or lack of maintenance on the deck crane. As a result, ship operational activities become hampered and disrupted. The most effective solution to this problem is to replace the hydraulic motor with a new one and improve deck crane maintenance. The most effective treatment is to check the oil level before each deck crane operates. It is hoped that this research can become a reference or reference as well as additional knowledge for readers and writers who experience the same problems as this research.
OPTIMALISASI PENERAPAN PERAWATAN HATCH COVER UNTUK MENGHINDARI KETERLAMBATAN PROSES MUAT BONGKAR PADA MV. CHANDRA KIRANA Derma Watty Sihombing; Tri Kismantoro; Dio Triyuda Sisworo; Ronald Simanjuntak
Meteor STIP Marunda Vol 16 No 1 (2023): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v16i1.279

Abstract

Hatch Cover is a part of the ship that is useful for protecting cargo from seawater and avoiding damage that can cause cargo damage. To make the load not damaged, of course, optimal maintenance is needed for the hatch cover and what needs to be applied in the maintenance of the hatch cover on the MV. Chandra Kirana so that damage can be avoided completely. The research method used is descriptive qualitative by describing the problem through observing what happens in the field, indirect interviews conducted with ship officers and crew, literature study, and documentation. By using this research method, the required data is obtained and then analyzed and presented with a descriptive narrative. From the results studied, it was found that there were problems with the application of hatch cover maintenance which was less than optimal and there were many obstacles encountered when carrying out hatch cover maintenance which resulted in delays in maintenance. Researchers suggest that companies can implement workshops for crew members who will board so they can know what to do in treating and repairing hatch cover damage and following hatch cover maintenance procedures in accordance with Doc. No. JSP E41 namely inspection and maintenance plan of bulk carrier hatch cover so that hatch cover maintenance can be carried out properly and reduce additional costs in the event of cargo damage
Analisis Statistika Ships Turnaround Time di Pelabuhan Tanjung Priok Simanjuntak, Ronald; Sihombing, Derma Watty; Wiwoho, Boedojo; Dwiyani, Nurindah; Kismantoro, Tri; Rosmayana, Rosmayana
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2293

Abstract

Analisis statistik Ships Turnaround Time di Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk serta menjadi barometer perekonomian di Indonesia. Suatu layanan kapal diukur dari berapa lama waktu kapal berada di terminal dan di pelabuhan, Ship Turnaround time dihitung sejak kapal tiba sampai kapal bertolak meninggalkan pelabuhan. Hal ini merupakan salah satu indikator kunci kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) Pelabuhan, yang merupakan sebagai pertimbangan utama stakeholder dalam mengoperasikan layanan kapal baik terjadwal maupun tidak terjadwal. Penundaan atau lamanya layanan di pelabuhan akan memengaruhi biaya operasional perusahaan dan proses di pelabuhan berikutnya. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode kuantitatif dengan pendekatan statistik yang bertujuan sebagai bahan evaluasi terhadap turnaround time dan hasil inputan data inaportnet di Pelabuhan Tanjung Priok. Berdasarkan data Inaportnet terhadap jenis kapal selama tahun 2022, ditemukan permasalahan rata-rata ship turnaround time untuk perdagangan luar negeri lebih efisien dibandingkan dalam negeri. Ship turnaround time perdagangan luar negeri diperoleh kurang dari 3 hari, sedangkan untuk dalam negeri lebih dari 3 hari. Hasil analisis regresi linier terhadap jenis kapal yang diuji adalah hubungan linier negatif. Hal ini mengindikasikan adanya penurunan terhadap ship turnaround time kapal. Untuk menghindari terjadinya kesalahan, data dari LK3 perlu dilakukan validasi oleh pihak penanggung jawab agar pengisian data kedatangan dan keberangkatan kapal dapat dilakukan dengan benar.
Strtegies For Maintaining Costumer Loyalty In Facing The Many Challenges Of Ship Agency Competition At PT. Transuta Lintas Samudera Cabang Banten Ismawati, Waode; Malau, April Gunawan; Sihombing, Derma Watty; Wiwoho, Boedojo; Kismantoro, Tri; Widjaja, Niken Sitalaksmi
Meteor STIP Marunda Vol 16 No 2 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v16i2.314

Abstract

Transuta Lintas Samudera Cabang Banten merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa keagenan kapal. Berdasarkan permasalahan yang ada dilakukan penelitian tentang Strategi Mempertahankan Loyalitas Pelanggan Dalam Menghadapi Banyaknya Tantangan Persaingan Keagenan Kapal Pada PT. Transuta Lintas Samudera Cabang Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana strategi kinerja divisi marketing kegiatan promosi dalam mempertahankan loyalitas pelanggannya serta bagaimana PT. Transuta Lintas Samudera Cabang Banten menghadapi tingginya persaingan bisnis keagenen kapal di wilayah Pelabuhan Merak-Banten. Jenis penelitian yang digunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data – data yang ada di perusahaan. Dalam mencari hasil perhitungan menggunakan program SWOT Kuantitatif dan beberapa analisis data yaitu menggunakan Matriks SWOT, Matriks IFAS, Matriks EFAS, Grand Strategy Matrix, Matriks QSPM dan Hipotesis Asosiatif. Berdasarkan perolehan data dan pengelolah data, maka di perloleh hasil peringkat alternatif strategi dalam membenahi kinerja divisi marketing kegiatan promosi dan bagaimana menghadapi ancaman persaingan keagenan kapal di wilayah Pelabuhan Merak-Banten.
Analisis Statistika Ships Turnaround Time di Pelabuhan Tanjung Priok Simanjuntak, Ronald; Sihombing, Derma Watty; Wiwoho, Boedojo; Dwiyani, Nurindah; Kismantoro, Tri; Rosmayana, Rosmayana
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2293

Abstract

Analisis statistik Ships Turnaround Time di Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk serta menjadi barometer perekonomian di Indonesia. Suatu layanan kapal diukur dari berapa lama waktu kapal berada di terminal dan di pelabuhan, Ship Turnaround time dihitung sejak kapal tiba sampai kapal bertolak meninggalkan pelabuhan. Hal ini merupakan salah satu indikator kunci kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) Pelabuhan, yang merupakan sebagai pertimbangan utama stakeholder dalam mengoperasikan layanan kapal baik terjadwal maupun tidak terjadwal. Penundaan atau lamanya layanan di pelabuhan akan memengaruhi biaya operasional perusahaan dan proses di pelabuhan berikutnya. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode kuantitatif dengan pendekatan statistik yang bertujuan sebagai bahan evaluasi terhadap turnaround time dan hasil inputan data inaportnet di Pelabuhan Tanjung Priok. Berdasarkan data Inaportnet terhadap jenis kapal selama tahun 2022, ditemukan permasalahan rata-rata ship turnaround time untuk perdagangan luar negeri lebih efisien dibandingkan dalam negeri. Ship turnaround time perdagangan luar negeri diperoleh kurang dari 3 hari, sedangkan untuk dalam negeri lebih dari 3 hari. Hasil analisis regresi linier terhadap jenis kapal yang diuji adalah hubungan linier negatif. Hal ini mengindikasikan adanya penurunan terhadap ship turnaround time kapal. Untuk menghindari terjadinya kesalahan, data dari LK3 perlu dilakukan validasi oleh pihak penanggung jawab agar pengisian data kedatangan dan keberangkatan kapal dapat dilakukan dengan benar.
Strategi pencegahan overpressure di jalur manifold melalui pengelolaan cargo heater di VLGC Rubra Kismantoro, Tri; Atlantic, Fikri Bahri
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.132

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi global telah menjadikan liquefied petroleum gas (LPG) sebagai salah satu komoditas utama dalam sektor transportasi maritim. Namun, proses pengangkutan LPG memiliki tantangan tersendiri karena sifatnya yang mudah terbakar dan tekanan tinggi yang dapat membahayakan keselamatan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Standard Operating Procedure (SOP) pada sistem cargo heater selama kegiatan ship-to-ship transfer di kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) Rubra, khususnya dalam mencegah lonjakan tekanan pada jalur manifold. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama pelaksanaan praktik laut. Analisis dilakukan menggunakan diagram sebab-akibat (fishbone diagram) untuk mengidentifikasi akar masalah yang meliputi kerusakan pada komponen flow tube cargo heater serta kurangnya pemahaman kru terhadap prosedur pembongkaran LPG. Temuan penelitian menunjukkan bahwa korosi dan keterbatasan perawatan rutin menjadi penyebab utama kerusakan sistem, sedangkan kurangnya pelatihan teknis menyebabkan kesalahan dalam pengoperasian cargo heater. Penelitian merekomendasikan penerapan SOP secara lebih disiplin dan penyusunan program pelatihan terstruktur bagi kru kapal untuk meningkatkan kompetensi teknis dan keselamatan kerja. Kesimpulannya, penerapan SOP yang tepat pada sistem cargo heater terbukti efektif dalam mencegah peningkatan tekanan pada jalur manifold, meningkatkan keselamatan operasional, serta mendukung kelancaran proses bongkar muat LPG secara keseluruhan.   The increasing global demand for energy has positioned liquefied petroleum gas (LPG) as a key commodity in the maritime transportation sector. However, the transportation of LPG presents specific challenges due to its flammable nature and the high pressure involved, which can pose serious safety risks. This study aims to evaluate the implementation of the Standard Operating Procedure (SOP) for the cargo heater system during ship-to-ship transfer operations on the Very Large Gas Carrier (VLGC) Rubra, with a particular focus on preventing pressure surges in the manifold line. A qualitative approach was employed, utilizing direct observation, in-depth interviews, and documentation during sea practice activities. Data were analyzed using a fishbone diagram to identify the root causes of problems, including damage to the cargo heater flow tube and insufficient crew understanding of LPG unloading procedures. The findings reveal that corrosion and inadequate maintenance are the primary causes of equipment failure, while a lack of technical training contributes to operational errors. The study recommends stricter SOP implementation and the development of structured training programs to enhance crew competence and operational safety. In conclusion, proper application of SOPs for cargo heaters is proven to be effective in preventing pressure increases in the manifold line, enhancing operational safety, and ensuring the smooth execution of LPG unloading operations.