p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Anala
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA BUDUK KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG I Wayan Putra Irawan; Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg.
Jurnal Anala Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.9.2.1159.46-54

Abstract

Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat maupun cair. Pesatnya perkembangan penduduk, menyebabkan jumlah sampah hasil aktivitas penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat khususnya di Desa Buduk Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Permasalahan dari penelitian ini adalah proses pengolahaan sampah di Desa Buduk mulai dengan pewadahan yang tidak tersedia, pengumpulan, pemindahan pengangkutan, pengolahan dan pembuangan akhir yang dilakukan belum sesuai mekanisme. Tujuan dari penilitian adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pengolahan sampah yang ada di Desa Buduk Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif bisa dipahami sebagai prosedur riset yang memanfaatkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Teknik penelitian yang dilakukan dengan cara survei lapangan, focus group discussion yang melibatkan partisipan, wawancara terbuka, dan studi literatur. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perbekel Buduk, Ketua BUMDes Buduk Mitra Winangun dan yang terkait di desa. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengelolaan sampah di Desa tersebut masih kurang baik hal ini dikarenakan tidak adanya lahan untuk pengelolaaan sampah, fasilitas sarana dan prasarana yang masih belum memadai, dan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah akan pentingnya pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Saran yang bisa diberikan adalah dengan melakukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar, jadwal rutin gotong royong bersih desa dan memasukkan anggaran untuk pembangunan yang akan digunakan untuk tempat pengelolaan sampah.
ARSITEKTUR LINGKUNGAN PADA RUMAH ADAT BALE GAJAH TUMPANG SALU DI DESA SIDATAPA I Gede Mudita; Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg.; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja, S.T., M.T.; Frysa Wiriantari, S.T., M.T
Jurnal Anala Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.1.1217.28-37

Abstract

Desain arsitektur yang baik adalah desain yang dapat menyesuaikan dengan lingkungan di sekitarnya. Hal ini sangat terlihat pada bangunan Rumah Adat Bale Gajah Tumpang Salu di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa Sidatapa merupakan salah satu Desa Bali Aga yang ada di Bali. Bale Gajah Tumpang Salu adalah bangunan Tradisional Bali Aga yang sangat unik yaitu seluruh bagian ruang dalam satu bangunan dapat menampung aktifitas penghuni dalam berkehidupan sosial, ekonomi, spiritual, budaya, dan keamanan. Hal ini berbeda dengan konsep tata ruang bangunan tradisional Bali pada umumnya, yang terdiri dari banyak massa yang mengacu pada aturan Asta Kosala – Kosali. Bangunan Bale Gajah Tumpang Salu pada saat ini keberadaannya sudah sangat langka, sebagian besar sudah digantikan dengan bangunan rumah tinggal biasa yang lebih modern. Hal ini menjadi ancaman bagi kelestarian rumah adat asli Bali Aga di Desa Sidatapa.
Tata Letak Dan Material Lumbung Di Desa Jegu, Tabanan – Bali I Gede Mertayasa; Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg.
Jurnal Anala Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.7.2.1046.41-49

Abstract

Bangunan Lumbung merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan padi. Bangunan lumbung ini terletak tepatnya di dalam kompleks bangunan rumah tradisional Bali. lumbung terdiri dari dua lantai pada lantai atas lumbung berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi, dan pada bagian bawah disebut bale yang digunakan sebagai ruang istirahat keluarga, sebagai tempat untuk membuat perlengkapan upacara, tempat duduk-duduk atau tempat penerimaan tamu, bila ada orang atau tamu yang datang maka, pertama yang dituju oleh orang tersebut adalah lumbung sebab lumbung tempat yang paling efektif untuk tempat berteduhnya dan setiap orang yang bertamu khususnya orang bali tahu bahwa lumbung itu bisa menetralisir aura negatifnya. Adapun rumusan masalah yang diangkat yakni bagiamana tata letak dan material yang digunakan pada lumbung milik keluarga bapak mangku nyoman sudarma serta mengapa satu site dengan sepuluh kepala keluarga bisa mendirikan masing-masing lumbung ? Batasan masalahnya dari identivikasi masalah tersebut. Pada umumnya tata letak sebuah bangunan lumbung terletak dibagian arah tenggara dari natah umah lumbung biasanya berbentuk persegi panjang dengan memakai saka atau tiang yang terbuat dari bahan kayu yang bisa berjumlah empat atau enam. Pondasi bangunan lumbung menggunakan bebatuan dengan memakai lantai yang biasanya lebih rendah dari paon atau dapur. Awalnya lumbung menggunakan bahan seperti atap menggunakan alang-alang, tiang atau saka menggunakan kayu kutat, usuk dan tingehnya menggunakan kayu waru atau jempinis, dan tempat duduknya menggunakan kayu seseh atau yang lainnya. Karena perkembangan zaman dan bahan – bahan yang digunakan awalnya sangat sulit untuk di dapat maka banyak lumbung menggunakan bahan yang ada seperti, atap genteng, reng menggunakan kayu kamper dan lain sebagainya. Dapat disimpulkan bahwa filosofi lumbung merupakan tempat untuk menyimpan padi yang digunakan oleh setiap warga Indonesia yang mempunayai hasil pertanian dan bangunan lumbung dari waktu ke waktu banyak perubahan dari segi material dan tata letak.