Nike Widya Kusumastuti
Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Pentingnya Vaksinasi Melalui Sosialisasi Guna Mendorong Terbentuknya Herd Immunity Lusi Maulinda; Wafir Falah Rusli; Aflah Alfiyyah Khaerunnisa; Nike Widya Kusumastuti
Jurnal Puruhita Vol 5 No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v5i2.50833

Abstract

Covid-19 atau virus SARS-CoV-2 terdeteksi di China pada akhir 2019 untuk pertama kalinya. Pada Juni 2021, virus ini telah menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 178 juta kasus yang dikonfirmasi serta 3,9 juta kematian. Dunia dan Indonesia terus mencari cara untuk mencegah virus ini perkembang, dimulai dari adanya pengadaan social distancing yang diikuti dengan kegiatan work from home, penyebaran virus ini dapat terhambat. Perilaku penduduk Indonesia khususnya warga Desa Wonorejo Kecamatan Karanganyar Demak yang sering kali melanggar protokol kesehatan menjadi sumber kekhawatiran tersendiri munculnya klaster baru. Selain itu, ketidakpercayaan masyarakat terhadap virus ini yang hanya menganggap sebagai kebohongan pemerintah semata. Sehingga masyarakat cenderung acuh dengan program vaksin yang diselenggarakan oleh pemerintah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga mengenai vaksinasi Covid-19 serta mengetahui respon dan dampak sosialisasi vaksin. Pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain tahap survei dan studi lapangan, perencanaan kegiatan yang meliputi penyusunan materi dan penyesuaian pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi whatsapp grup PKK dan secara door to door ke rumah warga. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang signifikan mengenai pentingnya vaksin setelah dilaksanakannya sosialisasi pentingnya vaksinasi.
Meningkatkan Peran Warga di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inisiasi Kader Gotong Royong Nike Widya Kusumastuti; Alwi Ja'far Ihsanudin; Roy Haryanto; Naura Salsabila W.P; Raihan Himawan
Jurnal Puruhita Vol 5 No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v5i1.50875

Abstract

Pada artikel pengabdian ini akan membahas tentang keserasian untuk meningkatkan peran gotong royong warga di masa pandemi ini melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inisiasi Kader Gotong Royong. Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertemakan Bersama Melawan Covid Unnes tahun 2021, yang bertujuan kegiatan pengabdian warga. Metode pengumpulan data mengggunakan survei lokasi, observasi, perencanan kegiatan program kerja, pelaksanaan kegiatan program kerja serta evaluasi. Hasil dari pembahasan ini yaitu memperlihatkan semenjak pandemi Covid-19 telah merubah aktivitas warga menjadi terbatas, disisi lain melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inisiasi Kader Gotong Royong dapat mendorong warga menjadi peranan penting dalam gotong royong salah satunya pada tingkat RT yang merupakan lembaga kewargaan level rendah. Sehingga, tingkat RT merupakan peran penting sebagai pendukung dan sebagai benteng kekuatan gotong royong.
Dangdut vs K-Pop in BIPA Learning in South Korea Wati Istanti; Nike Widya Kusumastuti; Agus Sulaeman; Akhmad Fauzan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i1.36107

Abstract

Dangdut is one of Indonesia’s popular traditional music genres, rooted in Arabic, Malay, and Hindustani musical influences since the 1940s. Indonesia and South Korea share similarities in utilizing music for cultural promotion. Indonesia introduces its culture through dangdut music, while South Korea promotes its cultural identity through K-pop. K-pop is widely recognized among Indonesian youth, whereas dangdut remains relatively unknown in South Korea. Meanwhile, teaching Indonesian as a second language has developed significantly in South Korea, notably at Hankuk University of Foreign Studies (HUFS). Introducing dangdut music in BIPA (Bahasa Indonesia for Foreign Speakers) instruction offers a strategic potential that can be compared to K-pop as an instructional medium. This study aims to (1) explore the characteristics of dangdut and K-Pop suitable as learning materials for BIPA in South Korea; and (2) describe the implementation of cultural diplomacy through dangdut music in the BIPA program. This research employed a qualitative descriptive method with a case study design. Primary data were obtained through observations, questionnaires, and interviews involving students, instructors, and program coordinators of BIPA at HUFS. Secondary data were collected from program documents and relevant literature. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis model. The findings indicate that: (1) the communicative and contextual nature of dangdut is suitable for BIPA instructional materials, and K-Pop’s popularity is leveraged to attract learner interest; and (2) the use of dangdut music in BIPA instruction serves as a form of cultural diplomacy that strengthens intercultural relations. This study contributes to facilitating South Korean learners in acquiring the Indonesian language and ultimately enhancing the achievement of cultural diplomacy between the two countries.