Asep Ginanjar
Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Funny Hand Puppet Story Telling Solusi Peningkatan Mitigasi Bencana Pesisir Pantai Asep Ginanjar; Aisyah Nur Sayidatun Nisa; Aan Probo Wiranto
Jurnal Puruhita Vol 4 No 2 (2022): August 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v4i1.62760

Abstract

Perkembangan Kota Semarang sebagai wilayah Industri dan Ibukota Provinsi, menyebabkan kebutuhan akan lahan guna membangun kawasan industri dan pemukiman semakin tinggi. Kota Semarang merupakan daerah dengan pengembangan industri dan pembangunan di wilayah pesisir masih terjadi hingga saat ini. Salah satu wilayah pesisir di Kota Semarang dengan konversi hutan mangrove dengan pemukiman dan tambak adalah Kelurahan Tugurejo khususnya di Dukuh Tapak. Perubahan penggunaan lahan diperparah dengan tercemarnya perairan serta hutan mangrove oleh logam berat akibat aktivitas industri dan masyarakat. Hal ini terjadi karena 1). Minimnya edukasi untuk remaja mengenai mitigasi bencana daerah pesisir, 2) Kurangnya partisipasi remaja dalam menjaga kelestarian hutan mangrove, 3) Kurangnya literasi digital tentang konservasi hutan mangrove. Kondisi tersebut menggerakkan tim pengabdi untuk ikut mengatasi permasalahan yang terjadi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan menggunakan metode yang diadaptasi dari Vincent II yaitu Praktek Pengembangan Masyarakat (Community Development Practice). Solusi yang tim pengabdi tawarkan yaitu penggunaan media Funny Puppet Hand dengan metode Story Telling untuk menanamkan serta meningkatkan partisipasi remaja dalam mitigasi bencana pesisir. Penggunaan media Funny Puppet Hand-Story Telling untuk menambahkan unsur hiburan dalam edukasi sehingga remaja akan lebih antusias dalam mengikuti kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu menumbuhkan pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai mitigasi bencana pesisir dan konservasi hutan mangrove yang nantinya terbentuk sikap tanggap bencana dan peduli lingkungan yang akan dibawa sampai mereka dewasa Program kegiatan pengabdian ini terdiri dari penggunaan media Funny Puppet Hand dengan metode Story Telling dalam menanamkan mitigasi bencana pesisir, edukasi penanaman bibit hutan mangrove, serta membuat video edukasi mengenai konservasi hutan mangrove.
Assessing Tourist Satisfaction with Tourism Infrastructure in Sawangan and Kaliangkrik Sub-districts, Magelang Regency Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq; Inaya Sari Melati; Asep Ginanjar; Siti Ekowati Rusdini; Fulia Aji Gustaman; Nasir Nayan; Yoris Adi Maretta
E-Journal of Tourism Volume 13 Number 1 (March 2026)
Publisher : Centre of Excellence in Tourism Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24922/eot.v13i1.3324

Abstract

Infrastructure is a key driver of regional development that supports economic growth, social welfare, and the competitiveness of local tourist destinations. However, it is often not fully realized in various tourist destinations, such as in Magelang Regency. This study aims to measure the Tourism Infrastructure Service Satisfaction Index (IKLI) in Sawangan and Kaliangkrik Subdistricts, Magelang Regency. The research method employs a combination of quantitative and qualitative approaches, with the population consisting of residents, visitors, infrastructure users, and tourism managers. The sample was determined using purposive sampling, comprising 300 respondents across 17 tourist sites. Data collection involved questionnaires, interviews, and field surveys. The IKLI dimensions consist of four categories of satisfaction levels: accessibility, tourism facilities, public facilities, and supporting infrastructure. Data analysis used a 1–4 likert scale for each IKLI parameter. The IKLI scores indicated the highest satisfaction level for supporting infrastructure (3.04/C), while tourism facilities (2.67/C) and public facilities (2.64/C) had nearly identical scores (less satisfactory). Meanwhile, the lowest level of satisfaction was found in accessibility (2.55/D), caused by narrow roads and damaged road surfaces leading to several destinations, such as Nepal Van Java, Silancur Highland, Mangli Skyview, and Negeri Khayangan. These findings highlight the need for targeted infrastructure improvements, particularly in accessibility, public facilities, and tourism facilities, to support sustainable tourism development.