Mahmud Sulthon Khoiruzaman
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam) Asal Sorong Papua Barat Terhadap Antihiperglikemia Pada Mencit (Mus Musculus) Levina Virginia Hermawan; Syahrul H Fabanyo; Mahmud Sulthon Khoiruzaman; Waode Nurwahida; Windi Nur Fadilah; Irwandi Irwandi
Biolearning Journal Vol 10 No 2 (2023): Biolearning Journal (Juli 2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v10i2.3953

Abstract

Berada di bagian Timur Indonesia, Papua adalah provinsi yang sangat menarik untuk dieksplor. Tak hanya tempat wisata dan budayanya saja, tumbuhan langka di Papua juga sangat menarik untuk di kenali satu persatu, salah satunya Kuansu. Kuansu merupakan sebutan untuk buah merah di bagian Papua, namun dibagian Papua Nugini Namanya Marita. Tanaman buah merah (Pandanus Conoideus Lam), termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon menyerupai pandan berbentuk semak perdu atau pohon (Stone 1992 dan Heywood 1993 dalam Margaretha Kere dkk 2021). Buah merah ini, oleh masyarakat lokal Papua dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat tradisional yang bisa mengobati penyakit degeneratif salah satunya diabetes melitus. Diabetes melitus adalah gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah (glukosa) akibat kekurangan atau pun resistensi insulin. Menurut (Castika & Melati, 2019) diabetes melitus juga merupakan suatu penyakit yang termasuk ke dalam kelompok penyakit metabolis, di mana karakteristik utamanya yaitu tingginya kadar glukosa dalam darah. Hal ini ditandai oleh hiperglikemia kronis beserta dengan gangguan metabolism lemak, karbohidrat, dan protein yang didapatkan dari efek sekresi insulin. Hiperglikemia merupakan keadaan dimana kandungan glukosa di dalam darah terindikasi berlebih (Melati Indah Sapitri, 2021). International Diabetes Federation (IDF) menerangkan pada tahun 2019 Indonesia menempati peringkat ketujuh di dunia dengan 10,7 juta jiwa pengidap diabetes. Dari sekian banyak pengidap diabetes, sekitar 2,5% dari keseluruhan pengidap baru menyadari bahwa dirinya menderita diabetes. Penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia kronis ini menyebabkan rusaknya jaringan karena sel endotel (juga sel mesangial dan Schwann ginjal) dan juga sel lainnya yang tidak dapat membatasi transport glukosa. Kerusakan akibat gangguan proses metabolisme ini sering dihubungkan dengan perubahan fungsi yang permanen dan ireversibel dari suatu sel, terutama yang berhubungan dengan sistem vaskular yang mengarah pada gangguan klinis pada mata, ginjal dan sistem saraf. Sehingga, dari permasalahan tersebut kami akan membuat ekstrak buah merah Papua (Pandanus Conoideus Lam) yang akan dibuat dalam sediaan suspensi untuk membantu menurunkan resiko dari diabetes ini. Kata kunci: Buah Merah (Pandanus Conideus Lam), Diabetes Melitus,Papua
STUDI FITOKIMIA DAN ANALISIS GUGUS FUNGSI ESKTRAK DAUN SIRIH MERAH, DAUN SIRIH BUAH DAN DAUN SIRIH CINA ASAL SORONG PAPUA BARAT DAYA Mahmud Sulthon Khoiruzaman; Wahyuni Watora
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 3 No. 02 (2025): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v3i02.4067

Abstract

Indonesia has many plants that have medicinal properties, which are used to cure diseases. Medicinal plants native to Indonesia have quite promising potential, one of which is red betel leaf (Piper crocatum Ruiz) which contains phytochemical compounds including flavonoid compounds. Flavonoid compounds in betel leaves (Peperomia pellucida L.), fruit betel leaves (Piper betle L.) and Chinese betel leaves (Peperomia pellucida L.) herbal plants belonging to the Piperaceae family, have the ability to act as growth antibiotics against bacteria that cause acne, herbal plants included. The functional group (CO) of alcohol, ether, carboxylic acid, ester is of strong intensity with a frequency area of around 1050 - 1300. – 1360 and medium intensity with a frequency area of 3300 – 3500.. Functional group (CC) of strong intensity alkanes with a frequency area ranging between 1340 – 1470 and 2850 – 2970.. Alkene functional group (C= C) intensity varies with the frequency area around between 1610 – 1680..And the functional groups detected are the (C=O) aldehyde group, ketone, alcohol, ether, carboxylic acid, ester with a frequency area ranging between 1690 – 1760.