Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Sistem Fertigasi dan Vermikompos di Kebun Sumber Berkah Kelurahan Batu Ampar Fikan Mubarok Rohimsyah; Jatmoko Awali; Nur Aushaf Muyassir; Nabila Faiza Putri Rajid; Fadhilah Rahmah; Meyriska Aurelya; Hidhayatul Isnaini Rohmah; Samuel Caesario Simbolon; Alfito Rafli Hidayat; Nurkholis Majid
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17271

Abstract

Perkebunan Sumber Berkah di Kota Balikpapan merupakan salah satu bentuk penerapan pertanian perkotaan yang berfokus pada budidaya tanaman hortikultura secara berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah menurunnya kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia serta meningkatnya volume limbah organik rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik melalui sosialisasi pembuatan pupuk vermikompos, serta mendampingi mitra kebun dalam penerapan pembuatan dan pemanfaatannya. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra kebun secara aktif dalam setiap tahap pembuatan vermikompos, mulai dari pengumpulan bahan organik, pra-pengomposan, pemberian cacing Lumbricus rubellus, hingga pemanenan selama 30 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan vermikompos mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman hingga 23% lebih cepat dibandingkan tanpa perlakuan, serta membantu mengurangi limbah organik di lingkungan sekitar. Sementara itu, kegiatan sosialisasi kepada masyarakat meningkatkan pemahaman peserta tentang pengelolaan limbah organik sebesar 82%. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mendorong penerapan pengelolaan limbah ramah lingkungan di wilayah perkotaan. Kata kunci: Pupuk alami; Sampah organik; Perkebunan Sumber Berkah; Pertanian perkotaan;Vermikompos
Simulasi Respon Material PLA Berstruktur Sandwich pada Turbin Angin Helix Savonius Airfoil Shape Blade Fikan Mubarok Rohimsyah; Muhammad Irvan Ramadhani; Chaerul Qalbi; Ade Wahyu Yusariarta
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7502

Abstract

Dalam meningkatkan kekuatan struktural turbin angin Savonius, optimasi desain bilah dan pemilihan material menjadi faktor penting terutama untuk operasi pada kecepatan angin rendah. Turbin helix Savonius diketahui memiliki performa lebih baik dibandingkan model konvensional karena desain spiralnya yang menstabilkan torsi, sementara penggunaan airfoil shape blade mampu meningkatkan torsi hingga 10% dibanding tipe U tradisional. Pada penelitian ini, material PLA dipilih karena ringan dan ramah lingkungan, meskipun memiliki kelemahan berupa titik leleh rendah dan sifat rapuh. Untuk meningkatkan performa mekanisnya, digunakan dua variasi struktur, yaitu struktur solid sebagai kontrol dan struktur sandwich re-entrant sebagai struktur inti. Pengujian three-point bending menunjukkan bahwa struktur solid memiliki flexural strength tertinggi sebesar 55 MPa, sedangkan struktur re-entrant memiliki nilai 48,11 MPa. Namun hasil simulasi statis menggunakan Finite Element Method (FEM) memperlihatkan bahwa struktur re-entrant mampu mendistribusikan tegangan Von Mises lebih merata sehingga menurunkan konsentrasi stress pada area kritis blade. Sebaliknya, struktur solid menunjukkan total deformation paling kecil pada pembebanan 0,049 N untuk blade dan 0,1225 N untuk rangkaian turbin, yang menandakan kekakuan struktural lebih tinggi. Hasil simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) pada kecepatan angin 2 m/s menunjukkan bahwa struktur re-entrant menghasilkan pola aliran yang lebih stabil. Secara keseluruhan, struktur solid unggul dalam kekakuan dan flexural strength, sedangkan struktur re-entrant lebih baik dalam distribusi tegangan dan respons aerodinamik.