Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan Masyarakat dengan Menggunakan Ular Tangga Sebagai Media Health Promotion: Empowerment of Public Health Cadres by Using Snakes and Ladders as Health Promotion Media Nutrisia Nu'im Haiya; Iwan Ardian
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i4.4294

Abstract

Diarrhea is the cause of high mortality and morbidity in children, which is caused by various factors, especially low public awareness and the ability of children to wash their hands, are causes that must be controlled by increasing knowledge. One way to increase knowledge among the Indonesian people with a large population is through empowering health cadres as agents of change, but the dynamics show that health cadres are still unfamiliar with various health promotion media, and Snakes and Ladders media is an effective medium for increasing children's knowledge; therefore empowerment is needed to health cadres. Initiating the empowerment of health cadres to carry out health promotion using snakes and ladders media is a method that can be used because health cadres are the closest part of the community, so that they can reach the community, and games are the suitable media for children. The result of this service is an increase in the knowledge and ability of cadres about health promotion with Snakes and Ladders media. Health cadres are formed who can carry out health promotion using Snakes and Ladders media. There is an increase in children's knowledge and abilities about how to wash their hands with soap. With a sustainable program, the ability to wash hands can continue to increase and prevent the occurrence of diarrheal diseases or various other diseases so that Indonesia's health status increases.
Kontrol Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Beata Rivani; Dwi Retno Sulistyaningsih; Iwan Ardian; M. Abdulrrouf
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44533

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus (DM) adalah sekumpulan gangguan metabolik yang dapat diidentifikasi melalui hiperglikemia, yang diakibatkan oleh kelainan dalam pelepasan insulin, efektivitas insulin, atau bahkan keduanya. Peningkatan jumlah individu yang terkena dampaknya menjadi isu kesehatan global, karena banyak yang tidak sadar akan kondisi mereka dan potensi komplikasinya. Hal ini menyebabkan pasien kembali ke fasilitas kesehatan dengan kadar glukosa darah yang tinggi serta keadaan yang mendukung munculnya komplikasi. Diabetes Melitus yang tidak terkelola dengan baik dapat mengakibatkan baik komplikasi jangka pendek maupun panjang. Penanganan bagi diabetes melitus mengikuti lima prinsip dasar, yang mencakup pendidikan, pengelolaan nutrisi medis, aktivitas fisik, pengobatan, dan pemantauan glukosa darah secara mandiri. Maksud dari pengendalian kadar glukosa adalah untuk meningkatkan kualitas hidup, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kadar glukosa normal dalam darah berkisar antara 70-150 mg/dL, dan biasanya terjadi peningkatan setelah konsumsi makanan, dengan kadar terendah pada pagi hari sebelum makan. Target untuk kadar glukosa darah sebelum makan adalah antara 80 – 130 mg/dl dan untuk pengukuran 1-2 jam setelah makan adalah kurang dari 180mg/dl. Kadar glukosa darah akan kembali ke keadaan basal dengan menerapkan perilaku pengelolaan mandiri dan keyakinan diri yang tepat serta konsisten. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur, yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasi semua temuan terkait suatu topik penelitian, guna menjawab pertanyaan penelitian yang sudah ditentukan sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan adanya dampak positif dari penerapan perilaku pengelolaan mandiri dan keyakinan diri terhadap kontrol kadar glukosa bagi pasien Diabetes Melitus.
The relationship between family support and lifestyle management in type 2 diabetes mellitus patients Puji Astutik; Iwan Ardian; Nutrisia Nu’im Haiya
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2487

Abstract

Background: Adopting a healthy lifestyle is the primary solution for treating type 2 diabetes mellitus. Family support plays a crucial role as an external factor that can strengthen a patient's commitment to adopting a healthy lifestyle. The greater the family support, the better the self-care outcomes for patients with type 2 diabetes mellitus. Purpose: To determine the relationship between family support and lifestyle management in patients with type 2 diabetes mellitus. Method: The research method used was an observational cross-sectional approach. The study sample consisted of 200 diabetes mellitus patients who met the inclusion and exclusion criteria. The instruments used were the HDFSS and SDSCA questionnaires. Data analysis used the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. Results: The results showed that the majority of respondents received good family support, and the majority of respondents' lifestyle management was in the good category. The Chi-square test showed a significant relationship between family support and lifestyle management (p = 0.001), indicating a significant relationship between family support and lifestyle management. Conclusion: There is a significant relationship between family support and lifestyle management.   Keywords: Diabetes Mellitus; Family; Lifestyle; Management; Support.