Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DI KELAS IV SD Yogi Prasetyo; Elly's Mersina Mursidik; Winarno Winarno
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Elementary School Teacher Education (PGSD), STKIP PGRI Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/autentik.v7i2.369

Abstract

This research was conducted because of the low learning outcomes of fourth grade students at SD Negeri 1 Sedeng, in learning mathematics the material is area and circumference of flat shapes. Based on the results of pre-cycle activities, out of 19 students, only 7 students completed. This study aims to determine the increase in student learning outcomes in mathematics by applying the Make a Match type cooperative learning model to the material area and circumference of a flat shape. The data analysis method used in this research is descriptive qualitative and descriptive quantitative. Data collection techniques used in this study are observation, interviews and tests. The results of the study show that the application of the Make a Match cooperative model can improve student learning outcomes. The increase in student learning outcomes can be seen from the average value of students, in the pre-cycle of 68.6 with a 37% mastery percentage increased in the first cycle to 75.5 with 68% completeness percentage. However, this percentage has not yet reached an indicator of research success so that it is continued in cycle II to increase to 87.8 with a completeness percentage of 79%. So it can be concluded that there was an increase in student learning outcomes in both cycles.
Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan (Studi Putusan Pn Palembang Nomor 01/Pid.Sus-Tpk/2016/Pn.Plg) Yogi Prasetyo; Nashriana
JURNAL YURIDIS UNAJA Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL YURIDIS UNAJA
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jyu.v2i2.532

Abstract

Tindak pidana korupsi yang terjadi yang mengakibatkan kerugian bagi negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yangmana dalam hal ini terjadi tindak pidana korupsi pada Dana Alokasi Khusus Pendidikan. Adapun permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah apa yang menjadi pertimbangan hakim terhadap perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan dalam Putusan PN Palembang No. 01/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Plg dan bagaimana Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan Bila Ditinjau Dari Tujuan Pemidanaan. Metode Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Analisis bahan hukum yang digunakan penulis adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan putusan tersebut, hakim dalam menjatuhkan putusan mempertimbangkan baik secara aspek yuridis maupun aspek non yuridis yang memvonis dengan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 kemudian terdakwa dalam putusan tersebut telah memenuhi unsur-unsur dalam pertanggungjawaban pidana sehingga terdakwa dapat dijatuhi hukuman. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam penjatuhan vonis, hakim memperhatikan segala aspek yang berkaitan dengan pokok perkara agar putusan tersebut sesuai dengan teori-teori penjatuhan sanksi. Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana alokasi khusus pendidikan bila ditinjau dari tujuan pemidanaan didasarkan pada teori relative/teori tujuan yang berorientasi pada prevensi khusus agar si terpidana tidak melakukan kembali tindak pidana
URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA DITINJAU DARI PRESFEKTIF HUKUM Yogi Prasetyo
JURNAL YURIDIS UNAJA Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL YURIDIS UNAJA
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jyu.v6i1.794

Abstract

Kewarganegaraan ialah setiap orang yang menurut undang - undang kewarganegaraan termasuk warga negara. Untuk memahami masalah kewarganegaraan baik apatride maupun bipatride, maka perlu juga dikaji tentang dua asas kewarganegaraan yaitu asas ius soli dan ius sanguinus Permasalahan penelitian ini adalah. Apakah asas dan unsur dari kewarganegaraan ? Apakah tugas dan kewajiban warga negara serta pemerintah ? Bagaimana Hakekat Kewarganegaraan dan Konsepsi Kewarganegaraan Indonesia hasil penelitian ini yaitu kewarganegaraan merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap warga negara.Ini dikarenakan bahwa dengan pemahaman kewarganegaraan yang baik maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi tentram dan jelas dan kita sebagai warga negara yang bertanggung jawab terhadap masyarakat, bangsa dan negara hendaknya kita berusaha untuk meningkatkan pengamalan prinsip serta nilainilai luhur bangsa terutama memahami manusia yang pada dasarnya memiliki harkat dan martabat yang sama sebagai mahluk ciptaan Tuhan,agar tercipta suatu keadilan dalam kehidupan bernegara.
Pengembangan Learning Management System Berbasis Algoritma Clustering Dan Genetika Untuk Pembentukan Kelompok Heterogen Dalam Model Teams Games Tournamen Raihan Syeka Pramukastie; Wahyudin; Yogi Prasetyo
Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi (SINTEK)
Publisher : LPPM STMIK KUWERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56995/sintek.v6i1.182

Abstract

Pembentukan kelompok belajar heterogen yang efektif pada model Teams Games Tournament (TGT) sering terkendala penilaian pribadi guru dan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Learning Management System (LMS) berbasis kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi proses tersebut secara objektif. Menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE, sistem mengintegrasikan K-Means Clustering untuk profiling motivasi siswa (model ARCS) dan Algoritma Genetika untuk optimisasi kelompok. Uji coba pada 31 siswa SMA menunjukkan sistem sangat layak (validasi ahli 96,8%) dan praktis (skor SUS 88,1). Secara fungsional, sistem mencapai keseimbangan ukuran kelompok sempurna (100%), dengan tingkat heterogenitas motivasi sebesar 41,5% yang dipengaruhi distribusi data populasi. Disimpulkan bahwa integrasi algoritma K-Means dan Genetika dalam LMS ini efektif sebagai solusi pembentukan kelompok belajar yang objektif dan efisien.
Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan (Studi Putusan Pn Palembang Nomor 01/Pid.Sus-Tpk/2016/Pn.Plg) Yogi Prasetyo; Nashriana
JURNAL YURIDIS UNAJA Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL YURIDIS UNAJA
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jyu.v2i2.532

Abstract

Tindak pidana korupsi yang terjadi yang mengakibatkan kerugian bagi negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yangmana dalam hal ini terjadi tindak pidana korupsi pada Dana Alokasi Khusus Pendidikan. Adapun permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah apa yang menjadi pertimbangan hakim terhadap perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan dalam Putusan PN Palembang No. 01/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Plg dan bagaimana Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan Bila Ditinjau Dari Tujuan Pemidanaan. Metode Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Analisis bahan hukum yang digunakan penulis adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan putusan tersebut, hakim dalam menjatuhkan putusan mempertimbangkan baik secara aspek yuridis maupun aspek non yuridis yang memvonis dengan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 kemudian terdakwa dalam putusan tersebut telah memenuhi unsur-unsur dalam pertanggungjawaban pidana sehingga terdakwa dapat dijatuhi hukuman. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam penjatuhan vonis, hakim memperhatikan segala aspek yang berkaitan dengan pokok perkara agar putusan tersebut sesuai dengan teori-teori penjatuhan sanksi. Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana alokasi khusus pendidikan bila ditinjau dari tujuan pemidanaan didasarkan pada teori relative/teori tujuan yang berorientasi pada prevensi khusus agar si terpidana tidak melakukan kembali tindak pidana
URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA DITINJAU DARI PRESFEKTIF HUKUM Yogi Prasetyo
JURNAL YURIDIS UNAJA Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL YURIDIS UNAJA
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jyu.v6i1.794

Abstract

Kewarganegaraan ialah setiap orang yang menurut undang - undang kewarganegaraan termasuk warga negara. Untuk memahami masalah kewarganegaraan baik apatride maupun bipatride, maka perlu juga dikaji tentang dua asas kewarganegaraan yaitu asas ius soli dan ius sanguinus Permasalahan penelitian ini adalah. Apakah asas dan unsur dari kewarganegaraan ? Apakah tugas dan kewajiban warga negara serta pemerintah ? Bagaimana Hakekat Kewarganegaraan dan Konsepsi Kewarganegaraan Indonesia hasil penelitian ini yaitu kewarganegaraan merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap warga negara.Ini dikarenakan bahwa dengan pemahaman kewarganegaraan yang baik maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi tentram dan jelas dan kita sebagai warga negara yang bertanggung jawab terhadap masyarakat, bangsa dan negara hendaknya kita berusaha untuk meningkatkan pengamalan prinsip serta nilainilai luhur bangsa terutama memahami manusia yang pada dasarnya memiliki harkat dan martabat yang sama sebagai mahluk ciptaan Tuhan,agar tercipta suatu keadilan dalam kehidupan bernegara.
Pengembangan Learning Management System Berbasis Algoritma Clustering Dan Genetika Untuk Pembentukan Kelompok Heterogen Dalam Model Teams Games Tournamen Raihan Syeka Pramukastie; Wahyudin; Yogi Prasetyo
Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi (SINTEK)
Publisher : LPPM STMIK KUWERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56995/sintek.v6i1.182

Abstract

Pembentukan kelompok belajar heterogen yang efektif pada model Teams Games Tournament (TGT) sering terkendala penilaian pribadi guru dan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Learning Management System (LMS) berbasis kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi proses tersebut secara objektif. Menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE, sistem mengintegrasikan K-Means Clustering untuk profiling motivasi siswa (model ARCS) dan Algoritma Genetika untuk optimisasi kelompok. Uji coba pada 31 siswa SMA menunjukkan sistem sangat layak (validasi ahli 96,8%) dan praktis (skor SUS 88,1). Secara fungsional, sistem mencapai keseimbangan ukuran kelompok sempurna (100%), dengan tingkat heterogenitas motivasi sebesar 41,5% yang dipengaruhi distribusi data populasi. Disimpulkan bahwa integrasi algoritma K-Means dan Genetika dalam LMS ini efektif sebagai solusi pembentukan kelompok belajar yang objektif dan efisien.
THE MYSTERY OF THE RED SUITCASE: UNCOVERING THE CRIME OF HEINOUS MURDER WITH MUTILATION Kartikasari, Dhevtyana; Yogi Prasetyo; Ferry Irawan Febriansyah
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 1 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i1.7262

Abstract

This research focuses on the study of criminal law regulation in the positive legal system in Indonesia, as well as assessing the extent to which these regulations cover the crime of mutilation. In addition, this study also analyzes the application of the provisions of article 340 of the Criminal Code in the case of the "Red Suitcase" in Kediri with Decision Number 67/Pid.B/2025/PN Kdr. This research utilizes a normative juridical approach as the main method, namely a legal research approach that directs its main focus to the study of legal norms, legal principles, legal theories, and current laws and regulations. The results of the study revealed that until now, the crime of mutilation has not been specifically regulated in the Criminal Code. Therefore, prosecutors and judges usually apply article 338 or article 340 depending on the elements contained in the crime of mutilation. In case number 67/Pid.B/2025/PN Kdr, the defendant was tried for murder accompanied by mutilation, and was declared proven to meet all the elements listed in article 340 of the Criminal Code. As a result, the defendant was sentenced to life imprisonment as the maximum sanction other than the death penalty. This research can enrich the study of Indonesian criminal law by analyzing the legal basis of the crime of mutilation through a court decision, in the midst of the absence of special regulations regarding the criminal act.