Masih tingginya kejadian bayi berat lahir rendah di Kabupaten Batang Hari termasuk kota Muara Bulian khususnya RSUD HAMBA. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD HAMBA Muara Bulian yang dilakukan pada bulan Juli 2009 sampai dengan bulan Agustus 2009, factor tersebut adalah umur, jumlah banyaknya melahirkan (paritas) dan kadar Hb. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian BBLR dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR meliputi umur ibu, paritas dan kadar Hb kejadian berat badan bayi lahir di RSUD HAMBA Muara Bulian. Hasil penelitian akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-square, untuk melihat besarnya risiko variabel independen akan digunakan analisis Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 220 responden 24.55% termasuk dalam kelompok umur berisiko, 53.18% termasuk dalam kelompok Hb responden berisiko dan 57.27% termasuk dalam kelompok paritas responden berisiko.Terdapat hubungan yang signifikan antara umur responden (p-value = 0.008), kadar Hb responden (p-value= 0.015), paritas responden (p-value= 0.010) dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Dari tiga variabel yang paling berpengaruh adalah umur (dilihat dari angka Odds Ratio terbesar yaitu 2,345). Disarankan diberikan pemahaman kepada ibu-ibu dan remaja puteri (usia produktif) dalam hal umur yang paling baik untuk hamil dan akibat yang akan terjadi bila kehamilan terjadi < 20 tahun atau >35 tahun tidak dianjurkan untuk hamil dan pemahaman tentang kehamilan yang paling baik adalah 2 dan 3 kehamilan dan persalian lebih dari 3 kali akan mempunyai dampak yang buruk terhadap kesehatan ibu dan janin. Melakukan pemeriksaan kehamilan atau ANC secara berkala, minimal 4 kali selama masa kehamilan, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menjaga kondisi kesehatan dan aktivitas sehari-hari