Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi Produk Plastik pendekatan Taguchi Mixed Level pada Faktor Interaksi Injeksi Molding Muhammad Ahsan; Galuh Kusuma W; Salman Alfarizi
J STATISTIKA: Jurnal Imiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 16 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika
Publisher : Faculty of Science and Technology, Univ. PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jstat.vol16.no1.a5781

Abstract

Penelitian parameter injeksi molding diperlukan untuk meminimalkan produk cacat penyusutan (shrinkage). Diharapkan perbaikan penelitian yang mengintegrasikan metode Taguchi untuk mengoptimalkan parameter injeksi serta interaksi yang mungkin terjadi. Berdasarkan uraian tersebut permasalahan yang dibahas adalah bagaimana mendapatkan parameter terbaik untuk optimasi produk plastik menggunakan pendekatan taguchi mixed level dengan 6 faktor  faktor interaksi injeksi molding dan variasi level. Metode Taguchi merupakan suatu metode pengendalian kualitas sebelum proses berlangsung, orthogonal array yang akan digunakan L18(2135) sesuai dengan jumlah faktor sebanyak 6 dan menggunakan mixed level. Variabel respon shrinkage diukur dari plastik tray yang terbuat dari campuran polimer atau poliblend. Faktor yang digunakan yaitu dengan memvariasikan injection speed (kecepatan injeksi), melting temperature (suhu leleh), injection pressure (tekanan injeksi), holding pressure (tekanan penahanan), holding time (waktu penahanan) dan cooling time (waktu pendinginan). Parameter optimal tanpa efek interaksi dengan kondisi optimum adalah kecepatan injeksi (90 %rpm), suhu leleh (240 °C), tekanan injeksi (110 bar), tekanan penahanan (96 bar), waktu penahanan (5 detik), dan pendinginan waktu (10 detik). Parameter optimal dengan efek interaksi kondisi optimum yaitu suhu leleh (240 ° C), tekanan injeksi (110 bar), tekanan penahanan (80 bar), waktu penahanan (5 detik), dan waktu pendinginan (10 detik). Kontribusi parameter dengan interaksi adalah suhu leleh (56,65%), interaksi suhu leleh dan tekanan injeksi (15,75%), waktu pendinginan (11,12%), dan kekuatan tekanan (7,83%).