Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Partisipasi Politik Masyarakat Pada Pemilihan Kepala Desa Di Desa Cinta Rakyat Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Helen Meliana R Hutajulu; Angelina Putri; Julia Ivanna
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v2i1.616

Abstract

This research article describes community participation in the village head election in Cinta Rakyat Village. The problem in this research is the problem of human resources who do not yet have awareness in politics which has an impact on political participation rates. The type of research used by the researcher is qualitative research and in collecting data the researcher carried out direct observations, using interview techniques and documentation studies. Based on this research, it can be illustrated that community participation in the election of village heads in Kampungsawah Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency is still very low, seen from the indicators discovered by Ramlah Surbakti, namely: 1) Political awareness. 2) Trust in the government. 3) Socioeconomic status. The reason for the low political participation rate in this research is due to a lack of political awareness so that many people are reluctant to vote if there are no village head.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Literasi Dan Umkm Dengan Kegiatan Kkn Didesa Teluk Lecah Wahyu Ramadhan; Rian Nanda; Susilo; Putri Rahmadianty; Tri Dewi Ramadhani; Icha Nur Adinda; Karmila saputri; Olivia Yuswita Putri; Afrilia Dina Rizkiyani; Salsabila Shafiyah; Imut Cahyana Destri; Fedra Martina; Angelina putri
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.601

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan konsep pembangunan ekonomi yang mengkristalkan nilai-nilai masyarakat untuk menciptakan paradigma baru dalam pembangunan yang berpusat pada masyarakat, partisipatif. Dalam kerangka ini upaya pemberdayaan masyarakat dapat dilihat dari 3 aspek: Pertama,peluang, yaitu terciptanya suasana yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang.Kedua, pemberdayaan, yaitu memperkuat potensi masyarakat melalui langkah langkah konkrit yang melibatkan pemberian berbagai masukan dan membuka berbagai peluang yang akan membuat masyarakat semakin berdaya. Ketiga, pertahanan, yaitu perlindungan dan pembelaan kepentingan yang lemah.Tujuan pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program dan kegiatan.
Hukum dan HAM Indonesia: Evolusi, Pergulatan, dan Harapan Ibrahim Fikma Edrisy; Angelina Putri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15885

Abstract

Hukum dan hak asasi manusia di Indonesia merupakan dua pilar utama dalam membangun masyarakat yang adil, dengan akar sejarah yang dalam dalam tradisi Islam, adat istiadat, dan pengaruh sistem hukum Barat sejak era kolonial. Ketiganya berinteraksi dalam suatu proses yang tidak selalu harmonis, terutama ketika kolonialisme memperkenalkan hukum-hukum yang represif dan diskriminatif. Setelah kemerdekaan, Indonesia mulai membangun sistem hukum nasional yang berpihak pada rakyat, tetapi implementasi hak asasi manusia seringkali terhambat oleh kepentingan politik, lembaga yang lemah, dan budaya hukum yang belum matang. Reformasi 1998 menandai titik balik yang signifikan, dengan diberlakukannya amandemen konstitusi dan sejumlah undang-undang yang memperkuat hak asasi manusia. Namun, tantangan seperti ketidaksetaraan hukum, kekerasan oleh penegak hukum, dan budaya impunitas masih tetap ada. Studi historis tentang perkembangan hukum dan hak asasi manusia sangat penting untuk memahami wajah hukum Indonesia saat ini. Integrasi hukum Islam, hukum adat, dan hukum positif harus menjadi landasan untuk membangun penegakan hukum dan hak asasi manusia yang lebih inklusif, adil, dan sesuai dengan identitas bangsa.