Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keputusan Trade-off Wisatawan Nusantara terkait Wisata Alam Kaldera Toba: Sebuah Perspektif dengan Conjoint analysis Liyushiana; Nurhayati Samosir; Adelia Miftahul Jannah; Kurnia Darmawati Halawa; Graceita Tampubolon; Yohana Sari Purba; Annisa Kharisma Sinuliinga; Setarah Letare Sianturi; Fia Metasya; Mhd Firmansyah Azhom; Tio Sinurat; Rifqy Arya Anugrah; Tengku Muhammad Haikal; Livia Sibuea
Journal of Mandalika Review Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Mandalika Review
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55701/mandalika.v2i2.86

Abstract

Latar Belakang: Kaldera Toba di Sumatera Utara, Indonesia, merupakan destinasi wisata alam yang menarik dengan keindahan alam dan kekayaan geologinya. Keputusan trade-off wisatawan dalam memilih lokasi wisata alam, seperti Kaldera Toba, sangat penting untuk strategi pemasaran dan pengelolaan destinasi. Studi tentang preferensi wisatawan dan pertimbangan mereka dalam memilih Kaldera Toba akan memberikan wawasan berharga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dengan memahami preferensi wisatawan secara valid dan dapat diandalkan. Metodologi: Conjoint analysis digunakan dalam penelitian ini untuk memahami trade-off wisatawan dan mengidentifikasi atribut yang paling penting bagi wisatawan dalam berkunjung ke Kaldera Toba sebagai salah satu destinasi wisata alam. Pengumpulan data dilakukan dengan Google Form dengan jumlah responden sebanyak 144 orang yang berasal dari wisatawan nusantara yang berminat berkunjung ke Kaldera Toba. Teknis analisis data dimulai dengan pembuatan stimuli hingga pengolahan analisis konjoin dibantu SPSS. Temuan: Hasil menunjukkan bahwa atribut akomodasi, aktivitas, dan length of stay memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan wisatawan. Selain itu, terdapat korelasi positif yang kuat antara atribut-atribut dalam conjoint analysisKesimpulan: Pengembangan aktivitas wisata, peningkatan kualitas akomodasi, dan promosi yang efektif dapat meningkatkan daya tarik Kaldera Toba sebagai destinasi wisata. Evaluasi dan perhatian lebih lanjut terhadap atribut-atribut lain seperti transportasi, waktu kunjungan, dan motivasi wisatawan juga penting untuk meningkatkan pengalaman wisata di Kaldera Toba. Kata kunci: Trade-off, preferensi, wisata alam, conjoint analysis, Kaldera Toba
Analisis Unsur 10A dalam Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Desa Wisata Buluh Duri dengan Pendekatan Importance Performance Analysis (IPA) Graceita Juliana Tampubolon; Kurnia Darmawati Halawa; Fadlan Ramadhan Siregar; Fia Methasya Hia; Helen Eli Yana Charolin; Imelda Vega Riyanti; Khairunnisa Khairunnisa; Livia Ester L. Sibuea; Osland Herijon Lingga
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 4 No. 1 (2025): : Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v4i1.5837

Abstract

Tourism is an important sector in boosting regional and national economies. As this sector develops, attention is being directed towards the development of tourism villages as a form of sustainable management of local potential, one of which is the Buluh Duri Tourism Village in Sipispis District, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra. This village has natural and cultural tourism potential, such as Bahbolon Rafting, Taren River, Batu Nongol River, and the beauty of a typical rural landscape. This study aims to analyze the level of importance and performance of the 10A elements in the development of Buluh Duri Tourism Village and to formulate strategies for improving the quality of tourist destinations through a quantitative approach using descriptive methods and the Importance–Performance Analysis (IPA) technique. Data were obtained from 30 respondents using a 1–5 Likert scale questionnaire. The results showed that the performance of the tourism village was relatively good, with an average importance score of 3.9 and a performance score of 3.93. The highest indicators were friendly attitude and community service, with importance and performance scores of 4.2 and 4.1, respectively, indicating that social interaction was the main strength. However, accessibility and tour packages still needed improvement. Improvements in transportation access and the development of integrated tour packages are expected to strengthen competitiveness and realize Buluh Duri Tourism Village as a sustainable community-based tourism destination.