Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Penanganan Non-Performance Loan pada PT PNM di Masa Pandemi Hanhan Priatna Priatna; Eduardus Suharto
Jurnal Riset Perbankan Manajemen dan Akuntansi Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Riset Perbankan, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Sekolah Pascasarjana Perbanas Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/jrpma.v7i2.160

Abstract

The study of non-performing loans (NPL) to non-bank financial institutions (NBFIs) is very crucial for various stakeholders. The purpose of this study was to determine the effect of restructuring, Write-off, Outstanding, and Portfolio at Risk (PAR) during the Covid-19 Pandemic on NPL at Permodalan Nasional Madani (PNM). The research analyzed data from January 2020 to March 2022 at three branches of PT PNM, using 81 observational data points. The study employed descriptive analysis to describe the collected data and utilized the multiple linear regression approach, with EViews application, to determine the impact of multiple independent variables on the dependent variable. Restructuring negatively impacts NPL but has positive implications. The implementation of restructuring at PT PNM during the Covid-19 Pandemic led to a decrease in NPL. A decrease in outstanding loans also negatively affects NPL, reducing the risk of NPL at PT PNM during the pandemic. Write-offs have a negative effect on NPL but beneficial implications, as they help control NPL at PT PNM during the Covid-19 Pandemic. Portfolio at Risk (PAR) has a positive effect on NPL, indicating an undesirable condition. Ideally, PAR should have a negative effect on NPL, but PT PNM still faced challenges in managing NPLs and PAR during the pandemic. The research novelty expected from this study is the finding of consideration of different characteristics, regulatory frameworks, and NPL risk profiles in NBFIs compared to conventional banks.
The Influence of Corporate Image and Service Quality on Customer Loyalty through Customer Satisfaction at PNM Ambon Branch Devan Simatauw; Eduardus Suharto
International Journal of Scientific Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijsmr.v2i12.13107

Abstract

This research is used to analyze the influence of corporate image on customer loyalty, influence of service quality on customer loyalty, influence of corporate image on customer satisfaction, influence of service quality on customer satisfaction, influence of customer satisfaction on customer loyalty, influence of corporate image on customer loyalty through customer satisfaction, and influence of service quality on customer loyalty through customer satisfaction. This research uses a quantitative method, through questionnaires distributed to 88 respondents measured on a Likert scale processed using SmartPLS. The results of this study are that the company image does not have a positive and significant effect on customer loyalty, service quality does not have a positive and significant effect on customer loyalty, the company image has a positive and significant effect on customer satisfaction, service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction, customer satisfaction has a positive and significant effect on customer loyalty, the company image on customer loyalty through customer satisfaction has a positive and significant effect, service quality on customer loyalty through customer satisfaction has a positive and significant effect
Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Inflasi Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Properti di BEI Periode 2020-2024 Linda Yulianti; Eduardus Suharto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8042

Abstract

Sektor properti, yang mengalami dampak signifikan akibat pandemi COVID-19, menghadapi tantangan dalam mempertahankan nilai perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi inflasi. Setelah masa pandemi, perubahan kondisi ekonomi, seperti tingkat inflasi yang lebih tinggi dan pemulihan bertahap dalam daya beli masyarakat, menjadi faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dalam konteks ini, profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan menjadi elemen kunci yang dapat berdampak langsung pada persepsi pasar dan nilai perusahaan di mata investor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas (GPM, ROE, ROA), likuiditas (Cash Ratio), dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada sektor properti yang terdaftar di BEI selama periode 2020-2023, dengan inflasi sebagai variabel moderasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 27 perusahaan dan dianalisis dengan regresi data panel. Hasil menunjukkan bahwa GPM, ROE, ROA, dan Cash Ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan PBV. Selain itu, inflasi memoderasi hubungan antara NPM, ROE, dan ROA dengan nilai perusahaan. Temuan ini memberikan wawasan bagi manajemen perusahaan properti dalam memperhatikan faktor profitabilitas dan likuiditas, serta mempertimbangkan dampak inflasi dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan.
Analisis Penerimaan Pengguna Fitur Pembayaran Contactless Di Indonesia Dengan Menggunakan Model UTAUT 2: (Studi Kasus: Pada Generasi Z Tahun 2024) Marista Magdalena Sitanggang; Eduardus Suharto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5625

Abstract

Di era digitalisasi dan inovasi teknologi, cara konsumen melakukan transaksi pembayaran terus mengalami transformasi. Teknologi pembayaran terus berkembang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan. Salah satu inovasi terbaru yang mendapat perhatian adalah teknologi pembayaran nirkontak (contactless). Pertumbuhan pembayaran digital pada periode pascapandemi diperkirakan akan terus meningkat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Inventure menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah mendorong pembayaran tanpa uang tunai, tanpa kartu, dan tanpa kontak menjadi prioritas bagi konsumen saat melakukan transaksi. Generasi Z sangat familiar dengan teknologi dan cenderung mengutamakan kemudahan dan kecepatan dalam menggunakan teknologi. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam perilaku pengguna, khususnya Generasi Z, dalam menerima dan menggunakan fitur Contactless. UTAUT 2 merupakan pengembangan dari model UTAUT sebelumnya. UTAUT 2 lebih fokus pada aspek penerimaan dan penggunaan teknologi dalam konteks konsumen. Tujuan dari penggunaan model UTAUT 2 adalah untuk mengidentifikasi tiga faktor utama dalam penerimaan dan penggunaan teknologi, baik oleh masyarakat umum maupun konsumen. Diharapkan penelitian ini dapat melengkapi informasi yang ada dengan fokus pada aspek spesifik penggunaan Contactless oleh Generasi Z. Hal ini dapat menjadi dasar untuk menyusun langkah-langkah strategi yang lebih tepat dan efisien untuk meningkatkan penerapan dan pemanfaatan signifikan mempengaruhi purchase intention konsumen. Berdasarkan penelitian terdahulu dengan menggunakan theory of planned behavior, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari social media marketing activities, electronic word of mouth, dan brand awareness terhadap purchase intention dengan fokus pada merek parfum HMNS di Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan sampel berjumlah 140 responden penduduk Banten. Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Smart-PLS untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa social media marketing activities dan electronic word of mouth berpengaruh positif terhadap brand awareness, electronic word of mouth dan brand awareness berpengaruh positif terhadap purchase intention. Akan tetapi, pengaruh social media marketing activities tidak signifikan mempengaruhi purchase intention. Hasil penelitian ini memberikan manfaat berharga bagi perusahaan di industri ini untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif agar berhasil dalam pasar yang sangat kompetitif. Penelitian ini menyarankan agar para manajer memaksimalkan potensi pemasaran media sosial untuk meningkatkan brand awareness, sehingga memberikan dampak baik pada purchase intention.