Hendra Dedi Kriswanto
Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Balai Pemasyarakatan Semarang dalam Reintegrasi Sosial Masyarakat Klien Pemasyarakatan Narkotika Wahyu Nirantara Sasmita; Hendra Dedi Kriswanto; Puguh Setyawan Jhody
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 5 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (Juli - Agustus 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i5.2327

Abstract

Reintegrasi sosial diberikan bagi narapidana yang mendapatkan Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat. Program reintegrasi sosial bertujuan agar narapidana setelah berakhirnya masa pidana memiliki kemampuan untuk tidak melakukan kejahatan kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif dari berbagai sumber yang dikumpulkan secara konsisten hingga data menjadi jenuh. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara langsung, serta pengumpulan dokumen resmi dan relevan. Pelaksanaan reintegrasi sosial di Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang diawali dengan penerimaan, pendaftaran, penunjukan pembimbing kemasyarakatan, orientasi pengenalan lingkungan, penelitian kemasyarakatan, sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan, pelaksanaan bimbingan, hingga evaluasi dan pengakhiran bimbingan. Program bimbingan mencakup bimbingan kemandirian sebagai pelatihan kerja dan bimbingan kepribadian berupa penyadaran kepada klien pemasyarakatan narkotika terhadap penyimpangan sebelumnya. Beberapa hambatan pelaksanaan reintegrasi sosial berupa beban kerja berlebih pada pembimbing kemasyarakatan dan kurangnya kesadaran klien dalam proses bimbingan. Berbagai cara dan peranan yang dilakukan pembimbing kemasyarakatan dapat menjadi landasan tercapainya reintegrasi sosial klien pemasyarakatan narkotika.
Tutor Empowerment in the Non-Formal Education Ecosystem: A Digital Multimodal Based Entrepreneurship Development Model for Economic Independence in the Era of Disruption Imam Shofwan; Fakhruddin Shofwan; Hendra Dedi Kriswanto; All Fine Loretha
Edukasi Vol. 19 No. 2 (2025): Educational Psychology & Educational Technology
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v19i2.32327

Abstract

In the midst of the structural challenges of Indonesia's job market and digital disruption, non-formal education (PNF) plays a crucial role in equipping the community with relevant skills. This article analyzes a tutor empowerment model as a strategic effort to develop digital multimodal based entrepreneurship education in the PNF program in Ungaran Regency. Using a qualitative case study approach, this study examines the process and impact of training programs designed to improve the digital and pedagogical competencies of tutors. Data was collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis, then analyzed thematically. The results show that this empowerment program significantly transforms the role of tutors from conventional teachers to digital learning architects who are able to design interactive learning experiences. The implementation of multimodal pedagogy has been proven to increase student engagement and learning motivation, as well as facilitate the development of early-stage digital entrepreneurship skills. This study concludes that tutor empowerment is a critical-path factor for the success and relevance of PNF in the digital era. However, the sustainability of these innovations is highly dependent on the existence of systemic support and affirmative policies to address the professional precariats that educators in the non-formal pathway have been facing.