Aulia Mufidatus Safiani
Universitas Sunan Giri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Siswa terhadap Batasan Diri dan Perilaku Aman Melalui Edukasi Seksual Dasar di Minu Kedungrejo Aulia Mufidatus Safiani; Muchammad Bachrul Alam; Putri Yasmin Fazia Risfi; Nur ‘Aisyatir Rodliyah; Ananda Chumairoh; Asnal Mala
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kesadaran siswa Madrasah Ibtidaiyah terhadap batasan diri dan perilaku aman dalam interaksi sosial sehari-hari, khususnya pada siswa kelas V dan VI yang berada pada fase transisi menuju remaja awal. Kondisi tersebut menuntut adanya pendampingan edukatif yang sesuai usia dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap batasan diri, pengenalan bagian tubuh pribadi, adab pergaulan, serta keberanian menyampaikan ketidaknyamanan kepada orang dewasa yang dipercaya melalui edukasi seksual dasar. Kegiatan dilaksanakan di MINU Kedungrejo dengan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang menekankan pemanfaatan potensi dan aset internal madrasah. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan siswa, persiapan materi, pelaksanaan sosialisasi secara tatap muka, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep batasan diri dan perilaku aman, terlihat dari partisipasi aktif siswa dalam diskusi, kemampuan membedakan sentuhan aman dan tidak aman, serta munculnya keberanian untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk sikap waspada, tanggung jawab, dan kesadaran menjaga kehormatan diri secara berkelanjutan, serta mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
PENGALAMAN SUBJEKTIF SISWA MI: SUASANA RUMAH, SARANA BELAJAR, DAN PROSES KREATIF DALAM MERAIH PRESTASI AKADEMIK Didit Darmawan; Aulia Mufidatus Safiani
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8.i2.4050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual pengalaman subjektif siswa Madrasah Ibtidaiyah mengenai suasana rumah, ketersediaan fasilitas belajar, dan proses kreatif yang mereka jalani dalam kaitannya dengan prestasi akademik. Studi literatur kualitatif ini menelusuri berbagai sumber ilmiah yang membahas pengaruh lingkungan keluarga, fasilitas belajar, dan kreativitas terhadap hasil belajar siswa. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi dengan mengacu pada pemikiran para ahli psikologi pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa suasana rumah yang hangat dengan dukungan orang tua yang konsisten menciptakan rasa aman emosional yang memungkinkan anak-anak untuk mengembangkan motivasi intrinsik. Ketersediaan fasilitas belajar harus diartikan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang keluarga, bukan hanya keberadaan fisik semata. Anak-anak yang menginterpretasikan fasilitas belajar sebagai bukti dukungan termotivasi untuk memanfaatkannya secara optimal. Proses kreatif dalam belajar memberikan pengalaman bahwa pengetahuan dapat dieksplorasi dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Anak-anak yang mengalami kegembiraan dalam belajar mengembangkan kecintaan terhadap pengetahuan yang menjadi dasar untuk prestasi jangka panjang. Ketiga dimensi ini saling terkait membentuk pengalaman holistik yang menentukan bagaimana anak-anak memandang diri mereka sebagai pembelajar. Studi ini menyiratkan perlunya memperluas pandangan tentang prestasi akademik dari sekadar nilai rapor menjadi pemahaman tentang proses subjektif yang dialami oleh anak-anak. Diperlukan penelitian empiris lebih lanjut untuk menangkap secara langsung bagaimana siswa mengalami dan menafsirkan perjalanan belajar mereka.