p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Nazula Rahma Shafriani
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Status Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) Ibu Hamil Trisemester III dengan Profil Leukosit di RSUD dr.Tjitrowardojo Purworejoit Kaltsum Hafizhah; Farida Noor Irfani; Nazula Rahma Shafriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.934

Abstract

Latar Belakang : Hepatitis B merupakan penyakit infeksi akibat virus Hepatitis B (HBV) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada ibu hamil dengan risiko penularan vertikal. Status Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) memengaruhi sistem imun yang dapat dievaluasi melalui profil leukosit dalam pemeriksaan laboratorium rutin. Tujuan : untuk mengetahui perbandingan dan hubungan status HBsAg ibu hamil dengan profil leukosit sebagai respons imun ibu di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional berbasis data sekunder rekam medis periode 2024–2025. Penelitian ini melibatkan 798 ibu hamil yang terdiri dari 78 subjek dengan status HBsAg positif dan 720 subjek dengan status HBsAg negatif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan HBsAg dilakukan menggunakan metode Electrochemiluminescence Immunoassay (ECLIA) dan profil leukosit diperoleh menggunakan alat analisis hematologi otomatis. Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U dan analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan nilai bermakna p < 0,05. Hasil : Terdapat perbedaan bermakna pada leukosit total (p = 0,002), neutrofil, limfosit, monosit, dan eosinofil (p < 0,001), sedangkan basofil tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,401). Status HBsAg menunjukkan hubungan bermakna pada leukosit total, neutrofil, limfosit, monosit, dan eosinofil dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r = 0,110–0,183). Kesimpulan : Ibu hamil dengan HBsAg positif menunjukkan peningkatan leukosit total, neutrofil, dan monosit serta penurunan limfosit dan eosinofil yang menunjukkan dominasi respons imun bawaan disertai penurunan respons imun adaptif pada infeksi Hepatitis B.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Bantul II Tahun 2025 Nanda Septi Rinardiyanti; Dewi Rokhanawati; Nazula Rahma Shafriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1396

Abstract

Latar belakang : Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang menyebabkan perubahan pada sistem tubuh ibu sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit infeksi, termasuk Human Immunodeficiency Virus (HIV), sifilis, dan hepatitis B. Ketiga penyakit tersebut dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, maupun setelah kelahiran sehingga berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi pada ibu dan bayi. Upaya pencegahan dilakukan melalui program Triple Eliminasi yang mengintegrasikan pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B pada pelayanan antenatal.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil di Puskesmas Bantul II Tahun 2025. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis dan register pemeriksaan Triple Eliminasi. Sampel penelitian sebanyak 229 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil berusia 20–35 tahun sebanyak 187 orang (81,7%) dan berada pada trimester I sebanyak 161 orang (70,3%). Hasil pemeriksaan HIV menunjukkan seluruh responden non-reaktif (100,0%). Pada pemeriksaan sifilis, 228 ibu hamil (99,6%) menunjukkan hasil non-reaktif dan 1 ibu hamil (0,4%) reaktif. Hasil yang sama ditemukan pada pemeriksaan hepatitis B (HBsAg), yaitu 228 ibu hamil (99,6%) non-reaktif dan 1 ibu hamil (0,4%) reaktif. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu hamil yang menjalani pemeriksaan Triple Eliminasi di Puskesmas Bantul II Tahun 2025 memiliki hasil non-reaktif terhadap HIV, sifilis, dan hepatitis B.