Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Hasil Pemeriksaan Laboratorium Pada Penderita Gangguan Tiroid Di RSUD Kabupaten Temanggung Fiqri Muhajir; Farida Noor Irfani; Wahid Syamsul Hadi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10809

Abstract

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon Thyroxine (T4) dan Triiodothyronine (T3) yang berperan penting dalam metabolisme tubuh. Di Indonesia, prevalensi hipertiroid mencapai 40–48% dari seluruh gangguan tiroid, dengan Jawa Tengah mencatat prevalensi 0,5% dan angka kejadian lebih tinggi pada perempuan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil laboratorium kadar TSH, T3, dan T4 serta menganalisis hubungan usia dan jenis kelamin dengan gangguan tiroid.Metode yang digunakan deskriptif-analitik pendekatan potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder dan total sampling. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung dan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta pada Agustus 2024–Juni 2025. Dari 30 pasien, perempuan mendominasi (86,7%) dibandingkan laki-laki (13,3%). Insidensi tertinggi ditemukan pada kelompok usia dewasa (19–59 tahun) sebesar 38,2%. Uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia (p=0,414) maupun jenis kelamin (p=1,000) dengan gangguan tiroid (p>0,05).Rata-rata hasil laboratorium menunjukkan remaja (10–18 tahun) memiliki kadar TSH terendah namun T3 dan T4 tertinggi, sedangkan lansia (≥60 tahun) menunjukkan penurunan kadar T3 dan T4 dengan TSH relatif stabil. Temuan ini mengindikasikan adanya perubahan fungsi tiroid seiring bertambahnya usia, namun faktor usia dan jenis kelamin tidak terbukti berhubungan signifikan secara statistik dengan gangguan tiroid.
Perbandingan Status Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) Ibu Hamil Trisemester III dengan Profil Leukosit di RSUD dr.Tjitrowardojo Purworejoit Kaltsum Hafizhah; Farida Noor Irfani; Nazula Rahma Shafriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.934

Abstract

Latar Belakang : Hepatitis B merupakan penyakit infeksi akibat virus Hepatitis B (HBV) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada ibu hamil dengan risiko penularan vertikal. Status Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) memengaruhi sistem imun yang dapat dievaluasi melalui profil leukosit dalam pemeriksaan laboratorium rutin. Tujuan : untuk mengetahui perbandingan dan hubungan status HBsAg ibu hamil dengan profil leukosit sebagai respons imun ibu di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional berbasis data sekunder rekam medis periode 2024–2025. Penelitian ini melibatkan 798 ibu hamil yang terdiri dari 78 subjek dengan status HBsAg positif dan 720 subjek dengan status HBsAg negatif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan HBsAg dilakukan menggunakan metode Electrochemiluminescence Immunoassay (ECLIA) dan profil leukosit diperoleh menggunakan alat analisis hematologi otomatis. Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U dan analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan nilai bermakna p < 0,05. Hasil : Terdapat perbedaan bermakna pada leukosit total (p = 0,002), neutrofil, limfosit, monosit, dan eosinofil (p < 0,001), sedangkan basofil tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,401). Status HBsAg menunjukkan hubungan bermakna pada leukosit total, neutrofil, limfosit, monosit, dan eosinofil dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r = 0,110–0,183). Kesimpulan : Ibu hamil dengan HBsAg positif menunjukkan peningkatan leukosit total, neutrofil, dan monosit serta penurunan limfosit dan eosinofil yang menunjukkan dominasi respons imun bawaan disertai penurunan respons imun adaptif pada infeksi Hepatitis B.