Narapidana perempuan yang menjalani hukuman seumur hidup menghadapi tantangan psikologis unik yang menuntut tingkat resiliensi tinggi untuk beradaptasi. Namun, penelitian mengenai dinamika resiliensi pada kelompok spesifik ini, terutama dalam konteks sistem pemasyarakatan di Indonesia, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika resiliensi pada narapidana perempuan yang divonis hukuman seumur hidup, dengan mengidentifikasi indikator resiliensi yang muncul serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Tiga orang narapidana perempuan yang menjalani hukuman seumur hidup di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipasi pasif, dan tes psikologi proyektif. Data dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Ditemukan tujuh indikator resiliensi utama yang muncul pada partisipan, yaitu: regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, analisis kausal, empati, efikasi diri, dan kemampuan menjangkau masa depan (reaching out). Perkembangan resiliensi para partisipan dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara faktor risiko (misalnya, isolasi sosial, krisis kepercayaan, dan kebijakan lapas) dan faktor protektif (misalnya, religiusitas, dukungan sosial, dan pengembangan potensi diri).