Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN UJI HEDONIC PADA ABON TULANG IKAN BANDENG Kasmawati Kasmawati; Yusya Renilda; Zulkifli Zulkifli; Andi Ade Ula Saswini; Andi Zakiah Safitri; Krisno Bimantoro
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 6 No 1 (2023): JOINT-FISH - Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu K
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/joint-fish.v6i1.142

Abstract

Milkfish products without thorns are processed that separate bones from fish meat so that barbed milkfish products are produced (BATARI). Fish thorn waste has not been utilized optimally and has the potential to pollute the environment, even though this waste can be used as shredded fish with high economic value. Shredded products will be received by the public if there is nutritional value information contained in shredded products. This study aims to determine the nutritional content (Proximate) and the percentage of panelists' level of preference for milkfish bone shredded products (hedonic). This research was carried out on March 2 – June 23, 2022, at the UMI Entrepreneurship Laboratory Laboratory. And proximate analysis of fats, proteins and at the Makassar Health Laboratory Center. The results of the shredded proximate test study based on bone type, the highest fat content was shredded fine bone (A) of 18.78%, followed by Hard bone (B) of 11.89% and the lowest in tu lang mix (C) of 9.83%. The highest protein content was found in shredded fine bone (A) of 29.56%, followed by mix bone (C) of 23.97% and the lowest in Hard Bone (B) of 14.8%. The highest calcium content value was found in shredded Hard Bone (B) at 20374.97 ug, followed by mixed bone (C) of 12754.52 ug and the lowest shredded fine bone (A) of 1384.93 ug. Organoleptic Test Results with Appearance Parameters, Panelists chose shredded A with a score of 71.4, followed by Shredded sample B (28.6%). and shredded sample C (42.9%). the level of preference for aroma in shredded B (57.1%) in shredded A (37.5%), and C ( ). Taste in shredded B (57.1%) in shredded A (37.5%), and (C). and texture in shredded B (57.1%) in shredded A (37.5%), and C conclusion The fat, protein and calcium content meet the quality requirements of shredded fish according to SNI. The level of consumer acceptance of color is more dominant in shredded soft bones while the smell, taste and texture are preferred in shredded hard bones
Perancangan Aplikasi Mobile Untuk Manajemen Penyewaan Perlengkapan Pendakian (Studi Kasus Lentera Outdoor Rent) Zulkifli Zulkifli; Purnawansyah Purnawansyah; Nia Kurniati
LINIER: Literatur Informatika dan Komputer Vol 3, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/linier.v3i2.3647

Abstract

Lentera Outdoor Rent adalah usaha penyewaan perlengkapan pendakian yang masih menggunakan cara manual dalam operasionalnya. Proses peminjaman dilakukan dengan pelanggan datang langsung, memilih barang, lalu data transaksi dicatat menggunakan nota tulis tangan manual. Perhitungan denda untuk keterlambatan dan kerusakan barang dilakukan berdasarkan penelitian subjektif oleh pemilik usaha, tanpa dasar sistem yang terstruktur. Cara ini rentan menyebabkan kesalahan dalam pencatatan, perhitungan denda, dan pengelolaan stok barang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah aplikasi mobile untuk manajemen penyewaan yang dapat mempermudah pencatatan transaksi secara digital, mengelola stok barang secara real-time, menghitung denda keterlambatan dan kerusakan barang, serta mencetak struk melalui printer thermal. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall, yang mencakup tahap analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi dirancang dengan antarmuka sederhana yang mudah digunakan (user-friendly), sehingga memudahkan operator rental dalam penggunaan sehari-hari. Adapun hasil perancangan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan aplikasi mobile ini akan meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan transaksi, pengelolaan denda, dan manajemen stok barang. Simulasi pengujian fungsional menunjukkan bahwa sistem mampu berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kesimpulannya, perancangan aplikasi ini berpotensi menjadi solusi efektif dalam membantu digitalisasi proses penyewaan perlengkapan outdoor, khususnya di skala usaha mikro seperti Lentera Outdoor Rent