Suhana
Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Berbasis Internet Untuk Meningkatkan Self-Regulasi Pada Mahasiswa Dengan Internet Gaming Disorder Hendra Purnama; Hedi Wahyudi; Suhana
Jurnal Riset Psikologi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v3i1.1704

Abstract

Abstract Excessive gaming behavior is known as internet gaming disorder. One thing that can cause internet gaming disorder is lack of self-regulation, or lack in ability to control and to lead themselves to achive something greater than playing game. In this research we use Internet Delivered Cognitive Behavior Therapy or ICBT as an intervention to counter those problems. This approach was chosen because of CooBT is an approach that was proved effective in reconstructing one’s self-regulation, and an approach that predicted to be effective to counter gaming addiction behavior. Research design that was used in this research is one group pretest-posttest design. Assessment tools that were used in this research is self-regulation in learning created by [1], and the internet gaming disorder scale (IGD-Scale) created by [2]. Sample in this research is college student whom have late in finishing their thesis and have internet gaming disorder condition. Data analysis used in this research in quantitative and qualitative. The result of this research shows that there is effect of internet delivered cognitive behavior therapy in increasing self-regulation in learning in college student whom have late in finishing their thesis and have internet gaming disorder condition. Abstrak Perilaku bermain game ini memunculkan masalah ketika dilakukan secara berlebihan. Perilaku bermain game secara berlebihan sehingga memunculkan masalah lebih dikenal dengan istilah internet gaming disorder. Salah satu hal yang menyebabkan seseorang mengalami internet gaming disorder adalah self-regulation, atau cara mereka mengontrol diri dan mengarahkan diri pada tujuan yang lebih bermanfaat. Pada penelitian ini, Internet Delivered Cognitive Behavior Therapy atau lebih dikenal dengan istilah ICBT adalah pendekatan yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut. Pendekatan ini dipilih karena CBT merupakan salah satu pendekatan yang dianggap efektif untuk merekonstruksi self-regulation dan salah satu pendekatan yang dianggap bakal efektif mengatasi masalah adiksi game. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain one group pretest-posttest design. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah self-regulation in learning yang disusun oleh Toering (2012), dan the internet gaming disorder scale (IGD-Scale) yang disusun oleh Lemmens (2015). Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa yang terlambat dalam menyelesaikan tugas akhir dan mengalami internet gaming disorder. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa intervensi internet delivered cognitive behavior therapy (ICBT) memberikan pengaruh terhadap self-regulation in learning pada mahasiswa yang mengalami masalah dalam penyelesaian tugas akhir dan mengalami internet gaming disorder.
Hubungan antara Intensitas Penggunaan Instagram dengan Body Image pada Emerging Adulthood Anisa Indriani; Suhana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7430

Abstract

Abstract. Body image is an important aspect of human development. The development of technology and the internet today makes social media, one of which is Instagram, related to changes in body image. This study examines the relationship between the intensity of Instagram use and body image in emerging adulthood. The research sample is 140 emerging adulthood aged 18-25 years who live in Bandung obtained through purposive sampling. This research is a quantitative study with a correlational design and the were obtain using the Instagram usage intensity scale and the MBSRQ-AS body image scale. The data were analysed using SPSS 24.0 with the Spearman rho test. The results revealed that there was a relationship between the intensity of Instagram use and body image in emerging adulthood with a correlation coefficient of -.523 and a significance level of .000. The relationship between the intensity of Instagram use and body image has a negative direction, meaning that the higher the intensity of Instagram use, the more negative the individual's body image is and conversely, the lower the intensity of Instagram use, the more positive the individual's body image is. Abstrak. Body image merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan manusia. Berkembangnya teknologi dan internet pada masa kini membuat media sosial, salah satunya instagram dapat berkaitan dengan perubahan pada body image. Penelitian ini akan menguji hubungan antara intensitas penggunaan instagram dengan body image pada emerging adulthood. Sampel dalam penelitian ini adalah 140 emerging adulthood berusia 18-25 tahun di Kota Bandung yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pengumpulan data menggunakan skala intensitas penggunaan intagram dan skala body image MBSRQ-AS. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 24.0 dengan uji korelasional spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas penggunaan instagram dengan body image pada emerging adulthood dengan koefisien korelasi sebesar -.523 dan taraf signifikansi sebesar .000. Hubungan antara intensitas penggunaan instagram dengan body image memiliki arah negatif, artinya semakin tinggi intensitas penggunaan instagram maka semakin negatif body image individu dan sebaliknya semakin rendah intensitas penggunaan instagram maka semakin positif body image individu.