Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Bimbingan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dalam Mensosialisasikan Sertifikat Halal pada Produk Makanan dan Minuman di Kota Medan Salman Salman; Nispul Khoiri; Erwan Efendi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2022): Oktober 2022-Januari 2023
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v2i3.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi bimbingan majelis ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dalam mensosialisasikan sertifikat halal pada produk makanan dan minuman di Kota Medan dan untuk mengetahui bagaimana hambatan serta tantangan majelis ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dalam mensosialisasikan sertifikat halal pada produk makanan dan minuman di Kota Medan. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Adapun informan penelitian terdiri dari wakil Direktur LPPOM MUI SU sekaligus Ketua Bidang Fatwa MUI dan Sekretaris LPPOM MUI SU. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua strategi bimbingan yang digunakan LPPOM MUI yang terdapat dalam program-programnya, yaitu Pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH) dan Pelatihan CEROL SS23000. Kedua strategi melalui proses sosialisasi yang dikelompokkan sesuai target sasarannya yaitu strategi kepada produsen berupa seminar/talkshow halal. Strategi kepada konsumen melalui: berita dan informasi halal, silaturahmi, dan olimpiade halal. Adapun hambatannya adalah masih minimnya pelaku usaha yang melakukan sertifikasi halal dan belum adanya peraturan yang rinci dari pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Sedangkan tantangannya adalah masih terjadi pelanggaran berupa pemalsuan label halal oleh produsen atau perusahaan yang tidak bertanggung jawab dan kurangnya kesadaran hukum masyarakat secara umum.
Fenomena Penggunaan Air Yasin sebagai Media Spiritual: Kajian Living Qur’an di Rumah Suluk Besilam Kab. Langkat Salman Salman; Winda Sari
Journal of Creative Student Research Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Journal of Creative Student Research
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jcsr-politama.v4i4.6544

Abstract

This study examines the phenomenon of the use of Yasin Water as a spiritual medium from the perspective of Living Qur'an at Rumah Suluk Besilam, Langkat Regency. The practice of using Yasin Water represents a form of community interaction with the Qur'an that has developed and been passed down through generations. The purpose of this study is to explore the foundations of the practice, its implementation process, and the community's understanding of Yasin Water as a spiritual medium. This research employs a qualitative method using the Living Qur'an approach and the theory of Qur'anic reception. Data were collected through observation, in-depth interviews with religious leaders and members of the Besilam community, as well as documentation and literature studies. The findings reveal that Yasin Water is prepared through the collective recitation of Surah Yasin, Surah Al-Fatihah, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Insyirah, dhikr, and blessings upon the Prophet Muhammad (shalawat) over water. The community perceives Yasin Water as a means (wasilah) to obtain blessings, inner peace, protection, and as an effort to seek healing from Allah SWT. From the Living Qur'an perspective, this practice represents a functional reception of the Qur'an, where the Qur'an is not only recited as a ritual act of worship but is also internalized and practiced in the social and religious life of the community. This study concludes that the use of Yasin Water at Rumah Suluk Besilam is a manifestation of Living Qur'an, demonstrating how the Qur'an is lived, understood, and practiced within society as a spiritual medium while maintaining the belief that all benefits and healing ultimately come from Allah SWT.