Wahyu Prasasti Mutiadesi
Universitas Hang Tuah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Tinitus Terhadap Kesehatan Mental Ayuningsukma Betari Herdiansyah Putri; Prijanti Eka Poerwantiningroem; Wahyu Prasasti Mutiadesi; Henry Purbowo Sintoro
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.104

Abstract

Tinitus merupakan persepsi suara yang didengar oleh telinga penderita tanpa adanya stimulus eksternal. Suara yang didengarkan mungkin terasa tidak nyaman, keras, menakutkan atau bahkan menyakitkan bagi penderita. Kebisingan yang konstan dan mengganggu dapat menyebabkan gangguan dalam segi kualitas hidup pasien. Prevalensi penderita yang merasa kualitas hidupnya terganggu adalah 15-20% dari keseluruhan penderita tinitus. Salah satu bentuk dampak yang sangat berpengaruh adalah gangguan psikologis. Terdapat beberapa laporan yang menunjukkan bahwa penderita tinitus yang mengalami gangguan psikologis memiliki prevalensi yang tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur. Sampel dalam penelitian ini adalah artikel-artikel jurnal yang membahas tentang tinitus, kesehatan mental, dan pengaruh antar keduanya. Literatur artikel berupa artikel dari jurnal internasional yang terindikasi dalam SINTA, DOAJ, Scopus, Thomson Reuters, Elsevier, Springer, Wiley Online Library, dan Taylor Frances yang diterbitkan pada tahun 2017-2022. Hasil penelitian dari seluruh jurnal yang digunakan menunjukkan hasil yang positif mengenai adanya hubungan antara tinitus dengan kesehatan mental. Berbagai gejala gangguan psikologi dapat terjadi kepada penderita tinitus. Namun tidak diketahui apa muncul terlebih dahulu diantara tinitus dan gejala gangguan psikologi tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tinitus dan kesehatan mental.
Hubungan Usia dan Masa Kerja terhadap Low Back Pain pada Nelayan Kampung Tengah Desa Banyusangka, Kabupaten Bangkalan Nur Nadifatuzzahroh; Wahyu Prasasti Mutiadesi; I Ketut Tirka Nandaka; Hisnindarsyah hisnindarsyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i2.650

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Low Back Pain (LBP) merupakan keluhan yang sering ditemukan di fasilitas kesehatan primer yang berkaitan dengan aktivitas kerja seperti mengangkat beban. Penelitian LBP masih jarang dilakukan pada nelayan di Indonesia. Kejadian LBP di Indonesia telah mempengaruhi 34,4 juta penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan masa kerja dengan LBP pada nelayan.Metode: Penelitian Cross-sectional dilakukan pada 107 nelayan di Banyusangka dengan teknik purposive sampling pada 12-13 Agustus 2023. Keluhan LBP didapatkan dari kuesioner The Pain And Distress Scale, sedangkan usia dan masa kerja didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Kontingensi Koefisien.Hasil: Didapatkan sebanyak 46 (43%) responden memiliki keluhan LBP. Juga didapatkan hubungan signifikan antara usia dengan LBP (p=0,001; r= 0,396) dan antara masa kerja dengan LBP (p=0,048; r= 0,188).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan masa kerja dengan LBP pada nelayan pesisir di Kampung Tengah Desa Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan.Kata Kunci: LBP, Masa kerja, Nelayan, Usia AbstractBackground: Low Back Pain (LBP) is a complaint that is often found in primary health facilities related to work activities such as lifting weights. LBP research is still rarely conducted on fishermen in Indonesia. In Indonesia LBP has affected around 34.4 million people. This study aimed to determine the correlation between age and working period with LBP in fishermen.Methods: A Cross-sectional study was conducted on 107 fishermen in Banyusangka with purposive sampling technique from 12-13 August 2023. Complaints of LBP were obtained from The Pain And Distress Scale questionnaire. Age and working periode were obtained from the questionnaire. Data were analyzed using Coefficient of Contingency test.Result: This studi found 46 (43%) respondents had LBP complaints. There was also a significant correlation between age with LBP (p=0.001; r = 0.396) and there was also a significant correlation between working periode with LBP (p=0.048; r = 0.188).Conclusion: There were correlation between age and working periode with LBP in fisherman at Central Hamlet of Banyusangka Village, Tanjung Bumi Subdistrict, Bangkalan Regency.Keywords: Age, Fisherman, LBP, Working period