Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Workshop Kurikulum Merdeka di SMK Singamandawa Made Arya Astina; Ketut Tri Budi Artani; Helmy Syakh Alam
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.60

Abstract

Dihasilkannya lulusan yang kompeten dan berdaya saing unggul dari Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) masih menjadi tantangan bagi sebagian lembaga pendidikan kejuruan yanga ada. Lulusan yang berkualitas akan lahir dari lembaga pendidikan yang memiliki kurikulum pendidikan yang berkualitas. Penerapan kurikulum merdeka merupakan salah satu upaya pemerintah untuk dapat menyediakan tenaga kerja terampil sesuai degan kebutuhan dunia nyata. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan perencanaan yang sistematis, termasuk dibutuhkannya kegiatan pelatihan atau workshop yang membahas implemetasi Kurikulum Merdeka. Kolaborasi Universitas Primakara dengan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk worshop review kurikulum ini menjadi kubutuhan bagi SMK Singamandawa. Melelaui penyelenggaraan workshop dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi ini, seluruh materi yang terkait Kurikulum Merdeka dapat diterima dengan baik oleh para peserta, dalam hal ini para guru. Workshop yang dalam pelaksanaannya melibatkan tiga narasumber ini berhasil memberikan pengetahuan dan wawasan baru terkait implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Singamandawa. Hasil baik ini dibuktikan melalui hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan pada akhir sesi workshop. Hasil dari penyebaran kuesioner menunjukan materi yang disajikan para narasumber sesuai dengan kebutuhan para guru. Para guru juga merasa puas dan mengapresiasi cara penyajian materi dari para narasumber.   Graduating competent and highly competitive students from Vocational High Schools (SMK) is still become a challenge for some existing vocational education institutions. Qualified graduates will be produced from educational institutions that have a quality educational curriculum. The implementation of Kurikulum Merdeka is one of the government's efforts to provide skilled labor in accordance with real world needs. Implementation of Kurikulum Merdeka requires systematic planning, including the need for training activities or workshops that discuss the implementation of the Independent Curriculum. Primakara University's collaboration with the Institute of Tourism and International Business in Community Service (PkM) activities in the form of a curriculum review workshop is a necessity for Singamandawa Vocational School. By holding workshops using lecture, question and answer and discussion methods, all material related to Kurikulum Merdeka was well received by the participants, in this case the teachers. The workshop, which involved three resource persons, succeeded in providing new knowledge and insight regarding the implementation of Kurikulum Merdeka at Singamandawa Vocational School. This good result was proven through the results of distributing questionnaires at the end of the workshop session. The results of distributing the questionnaires showed that the material presented by the resource persons was in accordance with the needs of the teachers. The teachers also felt satisfied and appreciated the way the material was presented by the resource persons.
PELATIHAN PENYUSUNAN CURRICULUM VITAE KREATIF DAN ATS FRIENDLY BAGI SISWA SMAN 5 DENPASAR Helmy Syakh Alam; Anak Agung Gede Adi Mega Putra; Made Ayu Mira Maharani Arya Putri; I Kadek Damunas Mahesa Pratimana; Ni Made Ida Anggreni; I Made Lanang Marantika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 03 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i03.2430

Abstract

This community service activity aims to equip SMAN 5 Denpasar students with theoretical knowledge and practical skills in drafting professional Curriculum Vitae (CV), including creative and Applicant Tracking System (ATS) formats. Utilizing a Design Thinking approach and learning-by-doing methods, students participated in interactive workshops using Canva and Microsoft Word to transform academic achievements into professional documents. The results indicate a significant improvement in students' digital literacy, particularly regarding the technical mechanisms of automated recruitment systems, which were previously a major obstacle. This participatory approach proved effective in boosting students' confidence in identifying their potential and building competitive digital personal branding. Therefore, the training successfully bridged the gap between students' academic potential and modern industry standards, ensuring better preparedness for scholarship selections and the professional workforce.
Membangun Kesadaran Penggunaan AI dengan Bijak pada Siswa SD melalui Kegiatan Sosialisasi Literasi AI: Pengabdian Helmy Syakh Alam; Eka Grana Aristyana Dewi; I Made Pasek Oka Wiradana; ⁠⁠Made Feby Chandra Dwiputri; Putu Kikandrya Wilakshini; Ni Putu Adelia Dyah Anggreni; Ida Bagus Dandhya Prama Sidhi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6107

Abstract

Secara umum, siswa sekolah dasar telah terbiasa menggunakan teknologi digital, namun belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai etika dan tanggung jawab dalam penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Oleh karena itu, kegiatan PKM ini dilakukan bertujuan untuk membentuk generasi muda yang bijak dalam menggunakan Artificial Intelligence (AI) di era digital. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Ketiga tahapan tersebut dirancang secara sistematis bersamaan dengan pendekatan design thinking, agar kegiatan sosialisasi literasi Artificial Intelligence (AI) dapat berjalan efektif serta memberikan dampak positif bagi siswa. Dari data yang diperoleh melalui observasi, wawancara awal dan akhir, serta dokumentasi kegiatan, menunjukkan adanya peningkatan literasi AI pada siswa, ditandai dengan kemampuan memahami konsep dasar AI, membedakan penggunaan yang bermanfaat dan berisiko, serta menunjukkan sikap lebih berhati-hati, jujur, dan kritis terhadap informasi digital. Siswa juga lebih terarah dalam memanfaatkan aplikasi berbasis AI untuk belajar dan mampu mempraktikkan teknik prompting secara tepat. Sebagai bentuk keberlanjutan dari kegiatan ini, tim PKM menyediakan modul literasi AI sebagai bahan ajar tambahan bagi guru serta pemasangan poster edukasi di setiap kelas VI sebagai pengingat visual harian tentang penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab. Dengan demikian, program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran etika digital dan tanggung jawab siswa dalam memanfaatkan teknologi.
Human skills-based learning as a pathway to develop socio-preneurial competence Linda Yupita; Helmy Syakh Alam; Rodulfo T. Aunzo Jr.
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.191

Abstract

In today’s rapidly evolving world, universities are challenged to produce graduates who are not only technically skilled but also equipped with essential human skills such as empathy, collaboration, leadership, and problem-solving. These competencies are crucial for addressing social issues through innovative and sustainable solutions. However, the integration of human skills into socio-entrepreneurial education remains underdeveloped, creating a gap between classroom learning and real-world social innovation. This study explores how human skills-based learning fosters socio-entrepreneurial competence among higher education students at Universitas Primakara. Using a qualitative descriptive design and classroom-based research, data were collected from purposively selected students through observations and open-ended questionnaires, followed by thematic analysis to identify key learning patterns. The findings demonstrate that active learning models, specifically Team-Based Project Learning (TBPL) and Design Thinking, enhance students’ empathy, creativity, and teamwork, thereby significantly contributing to their socio-entrepreneurial competence. The study concludes that human skills-based pedagogies not only align with the principles of Outcome-Based Education (OBE) but also strengthen higher education’s contribution to social innovation and the Sustainable Development Goals (SDGs), providing practical insights for policy and curriculum development.   Abstrak Di tengah perubahan sosial dan teknologi yang pesat, perguruan tinggi menghadapi tantangan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga human skills seperti empati, kolaborasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. Keterampilan ini penting untuk menghadapi berbagai permasalahan sosial melalui solusi inovatif dan berkelanjutan. Namun, integrasi human skills dalam pendidikan kewirausahaan sosial masih terbatas, sehingga menimbulkan kesenjangan antara pembelajaran di kelas dan praktik inovasi sosial di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pembelajaran berbasis human skills dapat mendorong terbentuknya kompetensi kewirausahaan sosial (socio-entrepreneurial competence) pada mahasiswa di Universitas Primakara. Menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan berbasis kelas, data dikumpulkan dari mahasiswa yang dipilih secara purposif melalui observasi dan kuesioner terbuka, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola pembelajaran utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran aktif seperti Team-Based Project Learning (TBPL) dan Design Thinking mampu meningkatkan empati, kreativitas, dan kerja sama mahasiswa, yang pada akhirnya memperkuat kompetensi kewirausahaan sosial mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis keterampilan manusia sejalan dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE), memperkuat peran perguruan tinggi dalam inovasi sosial, dan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta memberi dampak terhadap kebijakan dan pengembangan kurikulum. Kata Kunci: keterampilan manusia; kewirausahaan sosial; OBE; pembelajaran aktif; pembelajaran proyek berbasis tim; SDGs
OPTIMALISASI PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL SEBAGAI SARANA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SD NEGERI 4 TAMAN BALI Helmy Syakh Alam; Putu Sanjaya Samba; Anak Agung Gde Agung Pandu Aria Putra; I Komang Dika Pradnyanta; Anak Agung Gede Adi Mega Putra
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 12: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i12.10176

Abstract

Kemajuan teknologi digital memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Primakara dengan tujuan mengenalkan pemanfaatan media digital sebagai alat bantu dalam proses belajar-mengajar di SD Negeri 4 Tamanbali. Kegiatan mencakup observasi, penyusunan materi, pelatihan penggunaan media digital, serta penerapan langsung oleh siswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan minat belajar siswa melalui media yang lebih interaktif seperti animasi dan video pembelajaran. Selain itu, guru juga memperoleh wawasan baru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam metode pengajaran mereka. Program ini diharapkan mampu mendorong inovasi pembelajaran serta memperkuat literasi digital sejak usia dini.