Fahraini Bacharuddin
Universitas Mercu Buana

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Optimum Work Frequency for Marine Monitoring Based on Genetic Algorithm Fahraini Bacharuddin; Hadi Wuryanto; Yuliza Yuliza; Beny Nugraha
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 16, No 4: August 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v16i4.7328

Abstract

The communication using of HF (High Frequency) is a system that depends on wave propagation using sky waves reflected by the earth's ionosphere layer so that it is highly effective for long distance communication, but highly dependent on varying ionospheric conditions from day and night (time after time) as well as the location of the transmitter and receiver radio. Currently, there is only one main frequency channel and one reserve frequency channel so that there are frequency constraints unable to communicate due to ionosphere changes. This research will predicted allocation of HF frequency to support long distance communication for marine monitoring using Genetic Algorithm method. Output or prediction results in the form of Optimum Work Frequency (OWF) for 24 hours and frequency graph.
Mitigating Broadcast Storm on Metro Ethernet Network Using PVST+ Beny Nugraha; Bayu Fitrianto; Fahraini Bacharuddin
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 14, No 4: December 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v14i4.3880

Abstract

Broadcast storm attack on the layer 2 networks included looping and duplicate packets that are transmitted continuously in order to prevent the service of the network, thus, it is the type of attack that is against availability. In this research, a Spanning Tree Protocol method, namely PVST+ (Per VLAN Spanning Tree Plus), is used to overcome the problem caused by the broadcast storm attack on Metro Ethernet Network. The PVST+ serves as a redundant network management and it prevented looping on the network. The result obtained from this research is PVST+ is able to mitigate broadcast strom that is shown by the decrease of number of packets and the decrease of the average packet per-second. The average packets per-second on VLAN 1 decrease to 274,041 and the average packets on VLAN 10 decrease to 267,794 packets per-second.
Analisis Penempatan Evolved Node B Area DKI Jakarta Dengan Menggunakan Algoritma Genetika Dan Evolutionary Programming Riza Buddy Septyanto; Endah Setyaningsih; Fahraini Bacharuddin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 2 (2017): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.44 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v19i2.2694

Abstract

Demand of higher data speed communication must be supported by good system and precise Evolved Node B allocation to give a good service quality. In the future especially Indonesia telecommunication network keep growing, data traffic with effective perfomance keep developed by mobile operator (service provider). Mobile telecomunication networking need cell planning with aim to meet cell coverage which is showed by number of base station, with minimal allocation but can meet the requirement of traffic capacity and coverage area.Chance to develope Long Term Evolution (LTE) Technology is at frequenies 1200 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz and 2300 MHz. eNode B Allocation uses genetic algorithm and evolutionary programming. In Genetic Algorithm and evolutionary programming, searching technique is done by analyzing the size of the the population. Individual in one population is called by the term of chromosome. This chromosome is one of solution in the shape of symbol. In the beginning, population developed randomly, next population will be result of chromosomes evolution by iteration which is called by the term of generation. This eNode B allocation generates the best cell radius, observed by number of generations and eNode B allocation uses by using genetic algorithm and evolutionary programming which generate same cell radiusKebutuhan akan komunikasi membutuhkan kecepatan data yang semakin tinggi sehingga harus didukung oleh sistem yang handal dan penempatan Evolved Node B yang tepat agar dapat memberikan kualitas layanan dengan baik. Dimasa depan khususnya di Indonesia jaringan telekomunikasi terus berkembang, lalu lintas data dengan performansi yang efektif terus dikembangkan oleh operator seluler (service provider). Jaringan komunikasi seluler membutuhkan perencanaan sel dengan tujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pencakupan sel yang ditunjukkan oleh jumlah base station, dengan penepatan seminimal mungkin tetapi dapat memenuhi kapasitas trafik dan coverage area yang dibutuhkan. Peluang untuk membangun teknologi Long Term Evolution (LTE) yaitu difrekuensi 1200 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz dan 2300 MHz. Penempatan eNode B menggunakan algoritma genetika dan evolutionary programming. Pada algoritma genetika dan evolutionary programming teknik pencarian dilakukan dengan menganalisa banyaknya populasi. Individu yang terdapat dalam satu populasi disebut istilah kromosom. Kromosom ini merupakan suatu solusi yang masih berbentuk simbol. Populasi awal dibangun secara acak, sedangkan populasi berikutnya merupakan hasil evolusi kromosom-kromosom melalui iterasi yang disebut dengan istilah generasi. Penempatan eNode B ini menghasilkan jari-jari sel yang terbaik dilihat dari banyaknya generasi yang ditentukan dan penempatan eNode B menggunakan algoritma genetika dan evolutionary programming menghasilkan nilai jari-jari sel yang sama.
Analisis Link Budget Dalam Penentuan Titik Antena Pada Sistem DCS1800 Dan UMTS2100 Di Gedung IKEA Tangerang Fahraini Bacharuddin; Setiyo Budiyanto; Lusianna EP Siagian
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 17, No 2 (2015): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.73 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v17i2.285

Abstract

Untuk memperbaiki kualitas sinyal di dalam gedung perlu ditambahkan sistem baru yang di sebut In-building coverage solution yaitu suatu sistem dengan perangkat pemancar dan penerima yang dipasang didalam yang bertujuan untuk melayani kebutuhan akan telekomunikasi di dalam gedung tersebut dalam kualitas sinyal, cakupan (coverage) dan kapasitas trafiknya. Oleh karena itu pada penelitian ini, hasil analisa nilai Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) dua sistem jaringan yaitu DCS1800 dan UMTS2100 di gedung IKEA Tangerang pada perhitungan link budget antena yang dihasilkan dari implementasi antena di lapangan sehingga diketahui luas cakupan antena dari dua sistem dan dibandingkan hasil walk test sebelum dan setelah dilakukannya distribusi antena pada gedung IKEA Tangerang. Data ini didapat dari PT. Solusi Tunas Pratama dan PT. XL Axiata.Tbk. Pada sistem DCS1800 Nilai EIRP tertinggi 19.83 dBm, terendah 7.32 dBm dan jarak cakupan terbesar 47.17 m dan terkecil 12.5 m, pada sistem UMTS2100 Nilai EIRP tertinggi 18.83 dBm, terendah 5.04 m dan jarak cakupan terbesar 38.2 m dan terkecil 11.6 m. Setelah dilakukan implementasi antena dengan mempertimbangkan hasil walk test maka kualitas sinyal dapat diperbaiki dan hasilnya sesuai dengan Key performance Index (KPI).
Sistem Peringatan Sisa Pulsa Pada KWH Meter Digital Prabayar Kevin Kevin; Fahraini Bacharuddin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 1 (2017): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.945 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v19i1.312

Abstract

Kilo Watt Hour (KWH) meter digital prabayar adalah salah satu peralatan pengukuran listrik canggih yang merupakan hasil dari kemajuan teknologi yang semakin berkembang pesat. Sistem pembayarannya yang mirip dengan isi ulang pulsa pada telepon seluler memungkinkan pengguna untuk lebih  mudah mengatur jumlah pemakaian daya listrik secara mandiri, sehingga pemakaian daya menjadi lebih irit dan sesuai kebutuhan. Akan tetapi, sistem KWH meter digital prabayar juga memiliki kelemahan. Jika pengguna KWH meter jenis ini lupa untuk melakukan isi ulang token pulsa, maka ketika token pulsa tersebut habis terpakai, akan terjadi pemutusan pasokan listrik secara langsung. Perancangan sistem peringatan pada KWH meter digital prabayar merupakan solusinya. Perancangan sistem ini terdiri atas modul catu daya, modul detektor, modul mikrokontroler, modul interface antara modul mikrokontroler dengan modul GSM, dan modul switch driver untuk relay. Cara kerja dari sistem ini adalah pertama dengan mendeteksi perubahan pada salah satu indikator yang terdapat pada KWH meter digital prabayar. Hasil deteksi kemudian diolah di dalam mikrokontroler, untuk selanjutnya dilakukan tindakan peringatan. Tindakan peringatan yang dilakukan adalah berupa pengiriman pesan singkat dan sistem otomatisasi pemutusan arus listrik dengan menggunakan relay. Tujuan dari perancangan sistem peringatan KWH meter digital prabayar adalah untuk meningkatkan sistem peringatan KWH meter agar dapat menjangkau pengguna secara real time, sehingga pengguna terhindar dari pemutusan pasokan listrik total yang diakibatkan karena lupa melakukan isi ulang token pulsa KWH meter.
Optimasi Prediksi High Frekuensi Untuk Komunikasi Jarak Jauh Guna Pemantauan Laut Wilayah Indonesia Fahraini Bacharuddin; Setiyo Budiyanto; Hadi Wuryanto
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 1 (2016): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.445 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v18i1.294

Abstract

Gelombang radio HF sangat dipengaruhi oleh perubahan ionosfer sehingga frekuensi kerja dengan satu kanal frekuensi tidak dapat digunakan untuk mendukung komunikasi secara terus-menerus selama 24 jam dari waktu ke waktu antar unsur yang tergabung dalam kegiatan operasional dengan posisi yang berbeda.  Penelitian menggunakan metode diskriptif [2 ]yang bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena dan konteks optimasi HF guna mendukung operasional pemantauan wilayah Laut Indonesia. Permasalahan yang timbul pada kegiatan operasional ini karena belum terintegrasi antara unit yang lain, sehingga penyampaian informasi ke salah satu unsur pelaksana operasional sering mengalami kegagalan, penggunaan frekuensi kerja belum mengacu kepada Optimum Work Frequensi (OWF) hasil prediksi sesuai waktu pelaksanaan operasi, hal ini akan berakibat komunikasi tidak dapat dilaksanakan selama 24 jam dari waktu ke waktu dan saran a komunikasi yang sudah tergelar dengan fitur ALE belum sepenuhnya menggunakan frekuensi hasil prediksi sehingga fungsi radio komunikasi ALE tidak optimal. Dari hasil pengolahan data terhadap permasalahan yang timbul dapat disimpulkan bahwa penggunaan jaring komunikasi dengan Topologi Mesh di wilayah kepulauan Natuna karena seluruh unsur dapat melakukan komunikasi point-to-point maupun estafet, Software ASAPS untuk penetapan frekuensi kerja berdasarkan OWF hasil prediksi