Moh Arifin
Program Studi Gizi UIN Walisongo Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA, ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, SENG DAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Angga Hardiansyah; Zahra Safira Violeta; Moh Arifin
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.802

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi yang terjadi pada remaja salah satunya adalah anemia gizi. Anemia gizi ini dapat timbul apabila kekurangan satu atau lebih zat gizi yang dibutuhkan seperti asupan protein, zat besi dan seng. Tingkat pengetahuan seseorang juga dapat menjadi faktor terjadinya anemia karena dari pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku hidup dan kebiasaan makan seseorang. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang anemia, asupan protein, zat besi dan seng dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 77 orang remaja putri dengan teknik sampling proportional random sampling. Data pengetahuan anemia didapat melalui kuesioner tentang anemia. Asupan protein, zat besi dan seng didapat dari hasil wawancara menggunakan recall 2x24 jam pada hari libur sekolah dan hari sekolah. Data kejadian anemia di dapat dari nilai kadar hemoglobin yang diambil dari darah kapiler dengan menggunakan alat easytouch GCHb. Analisis data menggunakan program SPPS versi 25. Hasil : Hasil uji bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara asupan protein (p = 0,000), zat besi (p = 0,000) dan seng (p = 0,004) dengan kejadian anemia. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang anemia (p = 0,820) dengan kejadian anemia. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan protein, zat besi dan seng dengan kejadian anemia pada remaja putri dan variabel yang paling mempengaruhi anemia adalah asupan zat besi.
Hubungan Antara Frekuensi Konsumsi Junk Food dan Kualitas Tidur terhadap Status Gizi Mahasiswa Prodi Psikologi UIN Walisongo Semarang Fikri Azizah; Zana Fitriana Octavia; Moh Arifin
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Usia dewasa merupakan kelompok yang rentan mengalami permasalahan gizi terkait asupan makanan yang tidak sesuai kebutuhan, gaya hidup dan tekanan dalam pembelajaran yang secara tidak langsung berdampak pada perubahan kebiasaan makan sehingga berpengaruh terhadap status gizi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan frekuensi konsumsi junk food dan kualitas tidur terhadap status gizi mahasiswa prodi psikologi UIN Walisongo Semarang. Desain penelitian yang digunakan yakni cross-sectional. Populasi yang digunakan yaitu mahasiswa prodi psikologi UIN Walisongo Semarang angkatan tahun 2022 dengan sampel sebanyak 66 mahasiswa yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dengan metode random sampling. Data pada penelitian ini diperoleh secara langsung dengan menggunakan kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index), timbangan berat badan dan microtoise. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji korelasi gamma. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki status gizi normal (47%), frekuensi konsumsi junk food tergolong sering (71,2%) serta memiliki kualitas tidur sedang (75,8%). Hasil uji statistik yang diperoleh yakni hubungan antara konsumsi junk food dengan status gizi (p=0,520) dan hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi (p=0,676). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi junk food dengan status gizi dan tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi mahasiswa prodi Psikologi UIN Walisongo Semarang. Kata kunci: status gizi, junk food, kualitas tidur