Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Aplikasi Pestisida Nabati Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi Pada Tanaman Kopi Di Desa Soragobung Kecamatan Sipirok Meiliana Friska; Siti Hardianti Wahyuni; Yulia Windi Tanjung; Jumaria Nasution; Surya Handayani
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v1i1.104

Abstract

Pestisida sintesis mempunyai efek samping yang sangat berbahaya di masa yang akan datang, baik pada kesehatan manusia, tumbuhan dan juga hewan. selain meninggalkan residu berbahaya bagi kesehatan manusia maupun hewan, juga menyebabkan resistensi dan resurgensi hama. Penggunaan pestisida nabati sangat baik digunakan karena memiliki fungsi dalam menekan populasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sampai pada level yang tidak merugikan secara ekonomis, denga demikian produksi tetap berada pada level tinggi. Desa Sarogodung merupakan sentra produksi kopi, pada tanaman kopi terdapat banyak hama yang mengurangi produksi kopi dan mengurangi penghasilan petani setempat. Melalui kegiatan  pengabdian  masyarakat ini  dapat  bermanfaat dalam penggunaan pestisida nabati sebagai pengganti pestisida sintesis untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi tanaman kopi bagi petani kopi
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium Ascolonicum L.Varietas Bima) Surya Handayani; Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Jumaria
Journal Agro-Livestock Vol. 2 No. 02 (2024): JAL - Oktober
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/hf6v8738

Abstract

Shallots are a horticultural commodity that has an important role in the Indonesian economy. The use of liquid organic fertilizer (POC) in shallot cultivation can reduce the use of excess inorganic fertilizer. The aim of this research was to determine the effect of applying liquid organic fertilizer (POC) and inorganic fertilizer on the growth and production of shallots. The research used a randomized block design (RAK) with two factors. The first factor is the POC dose (0, 16 ml, 32 ml), the second factor is the anosganic fertilizer percentage dose of 0%, 50% and 100%. POC is applied every week 8 times, while inorganic fertilizer is applied 7 days after planting (DAP) and 30 DAP. Data analysis used analysis of variance (ANNOVA) and DMRT further test. The results showed that giving POC and a combination of both fertilizers had no significant effect (P>0.05), while giving inorganic fertilizer had a very significant effect on the growth and production of shallots (P<0.01). Providing a 50% dose of inorganic fertilizer produced the tallest plant (38.21 cm), the highest number of leaves (47.53), the highest number of tubers (22.10), the heaviest wet tuber weight (150.05 g) and the heaviest dry weight (132.22 g). ). The effect of giving the best fertilizer on the growth and production of shallots was obtained at a dose of 50% inorganic fertilizer.
AgriVision AI: Sistem Deteksi Dini Penyakit Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Menggunakan Deep Learning Berbasis Smartphone Akhiruddin Pulungan; Surya Handayani; Muhammad Noor Hasan Siregar; Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Jumaria Nasution
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/23zy5a46

Abstract

Produktivitas tanaman kedelai (Glycine max L.) di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah serangan penyakit daun yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan. Identifikasi penyakit yang masih dilakukan secara manual sering kali memerlukan waktu, bergantung pada pengalaman petani, dan berpotensi menghasilkan diagnosis yang kurang akurat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan AgriVision AI, sebuah sistem deteksi dini penyakit tanaman kedelai berbasis smartphone yang memanfaatkan teknologi Deep Learning dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN). Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, pengumpulan data, perancangan sistem, implementasi model, pengujian, dan evaluasi. Dataset yang digunakan terdiri atas citra daun kedelai sehat, karat daun, bercak daun, dan hawar daun yang diperoleh dari sumber publik dan citra lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mampu melakukan klasifikasi penyakit dengan tingkat kinerja yang sangat baik, ditunjukkan oleh nilai accuracy sebesar 94,8%, precision 93,6%, recall 94,1%, dan F1-score 93,8%. Analisis confusion matrix memperlihatkan bahwa sebagian besar citra berhasil diklasifikasikan dengan benar pada setiap kelas dengan tingkat kesalahan yang relatif rendah. Integrasi model ke dalam aplikasi smartphone memungkinkan proses identifikasi penyakit dilakukan secara cepat, praktis, dan real-time. Sistem ini juga menyediakan informasi gejala serta rekomendasi pengendalian penyakit sehingga dapat membantu petani dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, AgriVision AI berpotensi mendukung penerapan smart farming dan meningkatkan efektivitas pengelolaan kesehatan tanaman kedelai.  
PENGEMBANGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP SERANGAN HAMA PENGGEREK PADA TANAMAN MANGGA (Mangifera indica L). DI DESA AEK TUHUL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN BATUNADUA Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Jumaria Nasution; Surya Handayani; Erin Alawiyah Siregar; Parmanoan Harahap; Yusriani Nasution; Doharni Pane; Darmadi Erwin Harahap; Basitu Rahmat Harahap
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v2i2.1592

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama penggerek cabang dan batang, insidensi serangan yang berupa data jumlah dan panjang gerekan serta untuk mengetahui ciri-ciri gejala serangan yang ditimbulkan oleh  hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Pengabdian ini dilaksanakan di dua desa di kecamatan Padangsidimpuan Batunadua yaitu desa Pudun Julu dan Aek Tuhul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan sifat deskriptif dengan tehnik pengumpulan data secara observasi dan dokumentasi. Tehnik sampling yang digunakan dalam penentuan sampel tanaman dilakukan secara Purposive Sampling yaitu pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pada tiap desa, ditentukan 20 sampel tanaman secara acak dengan demikian total tanaman mangga yang diamati sebanyak 40 tanaman. Parameter yang diamati adalah keberadaan hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga, insidensi serangan dan gejala serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga yang tertinggi adalah desa Aek Tuhul , sebanyak 15 (75%) terserang dan 5 (25%) tanaman mangga tidak terserang dan terendah adalah desa Pudun Julu  dengan tanaman mangga yang tidak terserang  13 (65%) dan hanya 7 (35%) terserang.
Keanekaragaman Serangga pada Tanaman Aren (Arenga pinnata) di Habitat Hutan Sekunder dan Lahan Pertanian Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Surya Handayani; Jumaria Nasution; Cindy Febriany Batubara
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2794

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji distribusi dan kelimpahan serangga yang berasosiasi dengan tanaman aren (Arenga pinnata) pada habitat lahan pertanian dan hutan sekunder di Desa Ulumamis, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan teknik purposive sampling pada empat pohon aren produktif. Pengambilan data selama tujuh hari menggunakan perangkap feromon dan light trap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total serangga yang tertangkap sebanyak 738 individu yang tergolong dalam tujuh ordo, dengan Hymenoptera dan Coleoptera sebagai kelompok dominan. Keanekaragaman serangga pada hutan sekunder (H’ = 2,31) lebih tinggi dibandingkan lahan pertanian (H’ = 1,97), sedangkan indeks kemiripan komunitas sebesar 0,56 menunjukkan tingkat kesamaan sedang. Hasil ini mengindikasikan bahwa struktur vegetasi dan aktivitas manusia memengaruhi komunitas serangga, serta menegaskan pentingnya hutan sekunder dalam mendukung konservasi serangga fungsional dan keberlanjutan agroekosistem.
Respon Tanaman Padi Hitam Cempo Ireng Aplikasi Pupuk Organik pada Fase Generatif Jumaria Nasution; Surya Handayani; Meiliana Friska; Siti Hardianti Wahyuni
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2849

Abstract

Cempo Ireng merupakan varietas padi hitam lokal unggulan yang kaya akan antosianin dan antioksidan, namun sering terkendala oleh rendahnya prouksi serta siklus hidup yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai dosis pupuk organik dalam meningkatkan respon fase generatif pada padi Cempo Ireng pada. Penelitian ini dilakukan di Desa Pintupadang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat taraf perlakuan: K0 (kontrol), K1 (100 g), K2 (200 g), dan K3 (300 g) per tanaman perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diukur meliputi umur berbunga, panjang malai, dan berat gabah 100 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap seluruh Pmempercepat fase generatif  hasil tanaman perlakuan K3 300 g tanaman memberikan respons terbaik pada umur berbunga, umur panen, panjang malai, dan berat gabah 100 butir dibandingkan perlakuan lainnya. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk organik berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara dan mendukung pertumbuhan dan  fase generative pada padi hitam  cempo ireng  lebih optimal. Oleh karena itu, aplikasi pupuk organik dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi budidaya untuk meningkatkan produksi padi hitam Cempo Ireng secara berkelanjutan.