Theresia Budi Lestari
STIK Sint Carolus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Screening Dini Siswa Siswi Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Johar Baru Enna Rossalina; Theresia Budi Lestari; Sondang Sondang; Catharina Dwiana; Kristina Lisum; Maria Lousiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v2i4.142

Abstract

Latar Belakang: Anak sekolah merupakan asset negara yang harus di perhatikan, karena itu penting dilakukan pemeriksaan kesehatanan atau screening secara berkala, berdasarkan riskesda 2013 menunjukkan bahwa sebanyak 49,6% anak usia 10 – 14 tahun dan 35,4% anak usia 15 – 19 tahun beraktifikas fisik kurang, bermasalah gigi dan mulut, bermasalah status gizi, mengalami anemia, berat badan kurang, mengalami gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran. Tindakan pemeriksaan dini atau screening secara berkala. Dimana Screening adalah salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa – siswi yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin serta tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik dalam hal ini kegiatan ini melibatkan Puskesmas yang bekerjasama dengan UKS disetiap sekolah. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah Mendapatkan informasi Kesehatan mengenai antropometri (berat badan, tinggi badan, adanya anemia), kesehatan mata, ketajaman pendengaran, kebersihan diri (rambut, kuku, pakaian, bau badan), kesehatan gigi dan mulut  kesehatan mata, ketajaman penglihatan, fungsi pendengaran, kebersihan diri yang ditinjau dari kebersihan kuku, rambut, mulut dan gigi pada peserta didik di wilayah kerja Puskesmas Johar Baru. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 6 Maret 2023. Responden pada kegiatan ini adalah murid murid kelas 1 sampai kelas 6 pada sekolah negeri dibawah binaan Puskesmas Johar Baru II.  Pada kegiatan ini terdapat 5 bagian/meja yaitu kegiatan ini adalah melakukan pemeriksaan akan kebersihan diri, Kesehatan gigi dan mulut, ketajaman penglihatan, ketajaman pendengaran, pemeriksaan antropometri. Hasil: Hasil dari kegiatan screening dengan responden awal adalah 1767 responden, yang hadir ada 1572 responden, yang tidak hadir 195 responden. Jenis kelamin 812 responden laki – laki, 760 responden Perempuan. Yang mengalami kerusakan gigi ada 863 responden, tidak ada yang mengalami gangguan pendengaran, 242 responden mengalami gejala anemia, 527 responden bermasalah dengan kebersihan diri, 224 responden mengalami gangguan penglihatan, 433 responden mengalami resiko masalah tinggi badan dan 530 responden mengalami resiko masalah berat badan. Kesimpulan: Dari kegiatan screening ini didapatkan informasi Kesehatan mengenai antropometri, kesehatan mata, ketajaman pendengaran, kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut  kesehatan mata, ketajaman penglihatan, fungsi pendengaran, dan kebersihan diri secara lengkap.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Ibu dalam Pencegahan dan Pemberantasan Pediculosis Capitis Putri Magdalena Siregar; Theresia Budi Lestari
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22064

Abstract

ABSTRACT Pediculus humanus capitis (head lice) is a parasite commonly found in elementary school–aged children, particularly in environments characterized by high population density and suboptimal sanitation. Preventive and eradication behaviors toward head lice are strongly influenced by numerous factors, including the characteristics and level of knowledge of mothers as primary caregivers. This study aims to examine the relationship between mothers’ age, education level, employment status, and knowledge, and their behaviors in preventing and eradicating Pediculosis capitis in children. A descriptive correlational study using a quantitative, cross-sectional approach was conducted. The sample comprised 84 mothers of female students at SDN Paseban 03 Jakarta, selected via total sampling. Data were collected using a closed-ended questionnaire that had been validated and tested for reliability. Analysis was performed using Kendall’s Tau-c and Chi-square tests. The results demonstrated a significant relationship between mothers’ education level, employment status, and knowledge and their behaviors in preventing and eradicating Pediculosis capitis (p 0.05), whereas no significant relationship was found between mothers’ age and their behaviors (p 0.05). These findings underscore the importance of health education interventions tailored to mothers’ educational and socioeconomic backgrounds to enhance preventive behaviors against lice infestation in elementary-aged children. Therefore, schools are encouraged to play an active role by implementing regular health education programs for parents to increase understanding and involvement in prevention and eradication efforts. Keywords: Pediculus Humanus Capitis; Age, Education Level, Employment, Knowledge and Behavior.  ABSTRAK Pediculus humanus capitis (kutu rambut) merupakan parasit yang sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar, terutama di lingkungan dengan tingkat kepadatan tinggi dan sanitasi yang kurang optimal. Perilaku pencegahan dan pemberantasan kutu rambut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik dan pengetahuan ibu sebagai pengasuh utama anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan ibu dengan perilaku dalam mencegah serta memberantas Pediculosis capitis pada anak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan metode cross-sectional. Sampel terdiri dari 84 responden yang merupakan ibu dari siswi SDN Paseban 03 Jakarta, yang dipilih melalui total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kendall’s Tau-c dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan dan pemberantasan Pediculosis capitis (p 0,05), sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan perilaku ibu (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan pentingnya intervensi berbasis edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan sosial ekonomi ibu untuk meningkatkan perilaku pencegahan infestasi kutu rambut pada anak sekolah dasar. Oleh karena itu, pihak sekolah diharapkan dapat berperan aktif melalui program penyuluhan kesehatan rutin kepada orang tua guna meningkatkan pemahaman dan keterlibatan dalam upaya pencegahan serta pemberantasan kutu rambut.  Kata Kunci:    Pediculus Humanus Capitis, Usia, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan dan Perilaku