Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SDN 13 Koto Baru. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara selama kegiatan Praktek Lapangan Pendidikan (PLP), ditemukan bahwa siswa kurang aktif, tidak fokus dalam proses pembelajaran, serta dominannya metode ceramah yang digunakan guru menyebabkan siswa menjadi pasif dan kurang memahami materi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai alternatif yang diyakini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Single Group Interrupted Time Series Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV C SDN 13 Koto Baru, dengan jumlah sampel sebanyak 23 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes (pretest dan posttest), observasi, dan wawancara. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest tidak berdistribusi normal (signifikansi 0,010 < 0,05), sedangkan data posttest berdistribusi normal (signifikansi 0,144 > 0,05). Nilai rata-rata pretest sebesar 43,26 meningkat menjadi 72,82 pada posttest. Hasil uji-t menunjukkan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS. Model ini menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, serta mendorong siswa untuk saling berinteraksi dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran. Saran dalam penelitian ini yaitu guru disarankan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai alternatif dalam menyampaikan materi IPAS, khususnya untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji pengaruh model ini terhadap aspek lain, seperti sikap sosial dan keterampilan komunikasi siswa.