Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Investigasi keandalan heater dan cooler fasilitas simulasi sistem pasif-05 (FASSIP-05) berdasarkan hasil komisioning tahap pertama Iwan Roswandi; Hyundiyanto Arif Gunawan; Arif Adtyas Budiman; Hilman Adrian; Sanda; Mulya Juarsa
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v18i2.495

Abstract

The Daiichi Nuclear Power Plant accident in Fukushima, Japan 2011 gave urgency to developing a passive nuclear reactor cooling system, especially in terms of thermal management innovation. The laboratory has conducted research and development of passive cooling systems by building several small to large-scale experimental facilities, one of which is the FASSIP-05 Pressure Rectangular Strand. It is necessary to commission the facility to define operating limits before use. This research aimed to determine the reliability of the heater and cooler components. The commissioning method is carried out by turning on the heater at a maximum power of 4000 W, then stopping when it reaches the temperature set points at 60°C, 70°C, 80°C, and 90°C. The commissioning results show that the heater can reach the set point conditions well, changing the initial temperature of 26°C to 90°C in 2282 seconds with a data confidence level (R2) of 0.9965 and the lowest overshot of 1.1% when it reaches steady state. The ability of the system to maintain the temperature set point for 3 hours was found to be very good with an average of 60.16°C, 70.10°C, 80.09°C and 89.92°C. The results of heat absorption still require improvement, with the lowest value reaching 217.71 W (5.4%) and the highest at 465.56 W (11.64%), which causes a significant heat loss. Cooling reliability needs to be improved. Cooling the tank from 27.26°C to 16.69°C takes 4501 seconds, with an average temperature increase of 0.00235°C/second. The reliability of heat absorption at steady state is 4.0617°C and the highest heat absorption capacity is only 0.37 W.
ANALISIS KESELAMATAN RADIASI PERSONEL KENDARAAN TAKTIS DENGAN BODI BERBAHAN ARMOUR MENGGUNAKAN CODE MCNPX Kasmudin; Isnaini, Ismet; Sulistyo, Jos Budi; Yanto, Ausatha Rabbany; Subhiyah, Hana; Tukiman; Prastowo, Dian Adi; Syawaludin, Beny; Rezon, Kevin; Sanda; Fauzan, Azka Rizqi; Fauzi, Amal; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.561

Abstract

Kendaraan CBRN (Chemical, Biological, Radiological, and Nuclear) didesain untuk beroperasi dalam kondisi lingkungan berbahaya dan penuh risiko sehingga personel yang mengoperasikannya atau bekerja didalamnya harus dilindungi dari potensi bahaya CBRN, khususnya dari bahaya radiasi sinar gamma. BRIN bekerja sama dengan PT Pindad mengembangkan desain prototipe kendaraan taktis CBRN dengan bodi berbahan armour. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselamatan personel di dalam kendaraan taktis CBRN dengan bodi berbahan armour baja Secure 600 setebal 8 mm terhadap laju dosis serap efektif radiasi gamma yang dipancarkan Co-60 atau Cs-137 dengan cara pemodelan dan simulasi menggunakan code MCNPX. Hasil simulasi berupa nilai laju dosis serap efektif detektor yang dipasang di beberapa titik menggunakan tally F5 MCNPX di dalam kendaraan dan hasilnya dibandingkan dengan nilai batas dosis untuk pekerja radiasi. Secara umum dinding kendaraan taktis CBRN dari baja Secure 600 setebal 8 mm untuk kuat sumber Co-60 atau Cs-137 sampai 1 mCi menghasilkan laju dosis aman, sedangkan untuk kuat sumber di atas 1 mCi tidak aman bagi personel di dalam kendaraan CBRN. Penemuan ini sangat penting dalam desain dan pengembangan kendaraan taktis CBRN yang memberi perlindungan maksimum bagi personel di dalamnya terhadap paparan radiasi sinar gamma.  
Perhitungan Estimasi Laju Aliran Sirkulasi Alami Pada Untai Bertekanan FASSIP-05 Adrian, Hilman; Roswandi, Iwan; Arif Gunawan, Hyundianto; Sanda; Sukarno, Ragil; Rio Budi Syaka, Darwin; Juarsa, Mulya
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena sirkulasi alami menjadi salah satu manajemen termal yang penting untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan operasi reaktor nuklir. Kecelakaan PLTN Fukushima Daiichi, Jepang menjadi salah satu peristiwa yang melatarbelakangi riset seputar sirkulasi alami. BRIN melalui ORTN membangun salah satu fasilitas ekperimen yakni untai rektangular bertekanan FASSIP-05 untuk mempelajari fenomena aliran sirkulasi alami yang bekerja pada tekanan tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai studi pendahuluan untuk mengetahui estimasi laju aliran sirkulasi alami yang akan terjadi pada tekanan 5 bar, 10 bar, 15 bar, dan 20 bar. Variasi temperatur yang ditentukan yaitu masing-masing 3 nilai temperatur dibawah titik saturasi pada setiap tekanan yaitu 100°C, 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, 150°C, 160°C, 170°C, 180°C, 190°C, 200°C, dan 210°C serta temperatur air keluar dari pendingin yaitu 30°C. Adanya tekanan sangat mempengaruhi properti air seperti densitas dan viskositas. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur air keluar dari heater, maka semakin cepat pula laju aliran yang terjadi dalam pipa. Laju aliran paling cepat bernilai 2,02324 m/s, dengan nilai Reynold sebesar 83638.90 ketika temperatur di bagian heater mencapai 210°C. Laju aliran paling lambat yaitu 0,87453 m/s, dengan nilai Reynold 32703.97 ketika temperatur di bagian heater mencapai 100°C. Kata kunci : estimasi; FASSIP-05; Reynolds; sirkulasi alami: tekanan.