This Author published in this journals
All Journal Altafani
Rahmadi Rahmadi
STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Sebagai Motivator dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Anak di MTs Hubbul Wathan Desa Namu Ukur Utara Kec. Sei Bingai Kab. Langkat Muhammad Najari; Rahmadi Rahmadi; Chairum Chairum
Altafani Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jpkm.v2i1.85

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa kecerdasan spiritual belum banyak mendapat perhatian oleh pendidik dan orang tua karena lebih mengutamakan prestasi belajar berupa rapor baik atau hanya secara intelektual saja. Selain pendidikan informal dari keluarga, pendidikan formal oleh guru juga berperan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Kemudian, untuk mengetahui bentuk pelaksanaan pengembangan kecerdasan spiritual bagi siswa, dan untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung guru dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di MTs Hubbul Wathan Desa Namu Ukur Utara Kec. Sei Bingai Kab. Langkat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa sudah dilaksanakan dengan baik, hal ini terlihat dari peran guru sebagai motivator, pembimbing, dan selalu memberikan motivasi kepada siswa. Selanjutnya bentuk pelaksanaan pengembangan kecerdasan spiritual siswa sangat beragam dan sudah cukup baik yaitu melalui nasehat dan keteladanan. Lalu, faktor pendukung dalam pembinaan kecerdasan spiritual siswa yaitu melalui pembiasaan, jadwal sholat, mengikutsertakan anak dalam ibadah dan pemberian hukuman, faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu dalam belajar, dengan keterbatasan waktu waktu dalam proses pembelajaran guru mengajar belum bisa maksimal dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa.