p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EKMAN
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dalam Perspektif Pemberdayaan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara Rina Sri wahyuni; Adi Aspian Nur
Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasiUndang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang PenyandangDisabilitas dalam perspektif pemberdayaan ekonomi di ProvinsiKalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkanmelalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasiterhadap organisasi perangkat daerah terkait serta penyandangdisabilitas yang terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi.Analisis data dilakukan dengan menggunakan model implementasikebijakan Edward III yang mencakup aspek komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasiUndang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 di Provinsi KalimantanUtara belum berjalan secara optimal dalam mendorongpemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas. Kendala utamameliputi lemahnya koordinasi dan komunikasi lintas sektor,keterbatasan sumber daya, belum terinternalisasinya isu disabilitassebagai prioritas pembangunan ekonomi daerah, serta strukturbirokrasi yang belum adaptif. Kondisi tersebut menyebabkanprogram pemberdayaan ekonomi cenderung bersifat parsial danbelum terintegrasi dalam strategi pembangunan ekonomi daerah.Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan disabilitas sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan kebijakan di tingkat daerah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi kelembagaan,peningkatan kapasitas sumber daya, serta reformasi mekanisme birokrasi guna mendukung pembangunanekonomi yang inklusif bagi penyandang disabilitas di wilayah perbatasan.
Strategi Manajemen Penghasilan dan Dukungan Sosial Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Tunggal di Wilayah Perbatasan Kalimantan Utara Rina Sri Wahyuni; Yuliansyah; Adi Aspian Nur
Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan ibu tunggal (single mother) di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya Kalimantan Utara, dihadapkan pada tantangan ganda berupa tingginya biaya hidup, keterbatasan lapangan kerja formal, dan isolasi geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan merumuskan strategi yang paling sesuai (most suitable strategies) dalam meningkatkan kesejahteraan ibu tunggal berbasis dua pilar utama: manajemen penghasilan (faktor internal) dan dukungan sosial (faktor eksternal). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan alat analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan ibu tunggal, tokoh masyarakat, dan pendamping sosial, serta dilengkapi dengan observasi lapangan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan utama ibu tunggal terletak pada kemandirian dan diversifikasi usaha harian, sedangkan kelemahan utamanya adalah rendahnya literasi keuangan dan keterbatasan modal. Di sisi lain, peluang eksternal didominasi oleh kuatnya solidaritas komunitas lokal serta keberadaan program bantuan sosial pemerintah, sementara ancamannya adalah fluktuasi harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan. Berdasarkan analisis matriks SWOT, strategi yang paling cocok dan prioritas untuk diterapkan adalah kombinasi Strategi W-O (Weakness-Opportunity) dan Strategi S-O (Strength-Opportunity). Strategi ini berfokus pada pengalihan fungsi bantuan sosial menjadi modal produktif usaha mikro, penguatan literasi keuangan berbasis kelompok komunal, serta pembentukan sistem pengasuhan anak berbasis masyarakat (community-based childcare) untuk mendukung mobilitas kerja ibu tunggal di perbatasan.