Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rancangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Di Sekolah Binaan Pemerintah Kota Bekasi Fathana Gina; Sandra Adetya Syarif; Nurwahyuni Nasir; Timorora Sandha Perdhana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat UBJ Vol. 3 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.596 KB) | DOI: 10.31599/jabdimas.v3i1.58

Abstract

Abstract PAUD has the main function of developing all aspects of a child's development, including cognitive development, language, physical (gross and subtle motoric), social, emotional. Planning a curriculum for children, teachers must have a goal, how to organize curriculum content, choose the form of learning experience for children, how the sequence of lessons is given and then determine how to do an assessment of children's learning outcomes and the program itself. Planning a curriculum for children, teachers must have a goal, how to organize curriculum content, choose the form of learning experience for children, how the sequence of lessons is given and then determine how to do an assessment of children's learning outcomes and the program itself. At present there are still PAUD that do not yet have a structured learning curriculum such as what happened in PAUD assisted by the Bekasi City Government. This then impacts on learning activities that are less directed. Children who attend PAUD at the school are more often left to play without direction from their teacher. Therefore, this community service activity is considered necessary to help teachers in PAUD assisted by the Bekasi City Government to have a curriculum that can be a guide so that the teaching and learning process becomes more structured and directed. The output of this community service activity is in the form of a PAUD curriculum design that can be used as a learning reference for students participating in the PAUD Guidance at the Bekasi City Government. The result is that teachers get new insights about teaching programs and can develop learning strategies for students. Keywords: PAUD, Curriculum, Syllabus Abstrak PAUD memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial, emosional. Merencanakan suatu kurikulum untuk anak, guru harus memiliki tujuan, bagaimana mengorganisasi isi kurikulum, memilih bentuk pengalaman belajar bagi anak, bagaimana urutan pelajaran diberikan dan kemudian menentukan bagaimana melakukan penilaian terhadap hasil belajar anak dan program itu sendiri. Merencanakan suatu kurikulum untuk anak, guru harus memiliki tujuan, bagaimana mengorganisasi isi kurikulum, memilih bentuk pengalaman belajar bagi anak, bagaimana urutan pelajaran diberikan dan kemudian menentukan bagaimana melakukan penilaian terhadap hasil belajar anak dan program itu sendiri. Saat ini masih ada PAUD yang belum memiliki kurikulum pembelajaran yang terstruktur seperti yang terjadi di PAUD binaan Pemerintah Kota Bekasi. Hal ini kemudian berdampak pada kegiatan pembelajaran yang kurang terarah. Anak yang mengikuti PAUD di sekolah tersebut lebih sering dibiarkan bermain tanpa arahan dari gurunya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dianggap perlu untuk membantu guru di PAUD binaan Pemkot Bekasi agar memiliki kurikulum yang dapat menjadi pedoman sehinga proses pengajaran dan pembelajaran menjadi lebih terstruktur dan terarah. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa rancangan kurikulum PAUD yang dapat dijadikan acuan pembelajaran bagi siswa-siswa yang mengikuti PAUD Binaan Pemkot Bekasi. Hasilnya guru mendapatkan wawasan baru mengenai proram pengajaran dan dapat mengembangkan strategi pembelajaran pada siswa. Kata kunci: PAUD, Kurikulum, Silabus
Dukungan Sosial Orang Tua Dan Minat Belajar Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 : Fenti Listiarum Juniar, Nurwahyuni Nasir Fenti Listiarum Juniar; Nurwahyuni Nasir
Social Philanthropic Vol. 1 No. 1 (2022): Dinamika Sosial, Pendidikan, Industri, dan Perkembangan di era Pembelajaran Hyb
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/sp.v1i1.1445

Abstract

This study was made to find out whether there is a relationship between the social support of parents and the learning interests of students of SMK Negeri 2 during the covid-19 pandemic in the city of Bekasi. The method used is quantitatively correlational. This research sample is 100 students of SMK Negeri 2 in the city of Bekasi. The data was obtained through the parents' social support scale and the learning interest scale. The results of this study showed that in spearman rho' correlation analysis showed a weak or probable relationship between parental social support and learning interests (value r=0.375** with p≤0.000). It concluded that parental social support correlated with learning interest in students.
KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR UNTUK MELATIH MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI DI SEKOLAH AMEERTA BINTARA BEKASI KOTA Sandra Adetya; Fathana Gina; Nurwahyuni Nasir
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17987

Abstract

Golden age adalah usia anak-anak yang harus dilewati oleh setiap individu. Usia ini sangat menentukan tahapan kehidupan selanjutnya. Salah satu aspek perkembangan yang perlu distimulasi adalah kemampuan motorik halus. Perkembangan motorik halus anak merupakan hal yang penting untuk difokuskan lebih karena memiliki keterkaitan dengan tugas perkembangan lain seperti kemandirian, perkembangan kemampuan kognitif, dan lain sebagainya (Widiyawati, 2020).Pada kenyataannya, tidak semua orang tua mempunyai pengetahuan yang cukup tentang aspek perkembangan anak dan cara mengembangkannya. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan pendidikan orangtua dengan stimulasi terhadap tumbuh kembang anak (Warseno & Solihah, 2019; Zukhra & Amin, 2017). Pendidikan orang tua terutama pendidikan ibu sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Pendidikan ibu yang rendah membuat ibu kurang mampu dalam menyerap informasi tentang cara mengasuh anak yang baik dan tahapan-tahapan perkembangan apa saja yang dilewati anak sesuai usianya (Soetjiningsih, 2013).Perkembangan motorik anak, khususnya di sekolah Ameerta Bintara Bekasi kota, motorik halus masih belum berkembang secara optimal. Terlihat anak-anak usia 4 bahkan hingga 8 tahun masih belum mampu melakukan kemampuan tersebut, hal ini diidentifikasikan dengan hasil mewarnai anak yang tidak memenuhi bidang gambar dan cenderung keluar dari batas.
GAMBARAN TINGKAT SELF- REGULATED LEARNING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Fadilah Fitria Harahap; Nurwahyuni Nasir; Lenny Utama Afriyenti
ADIBA : JOURNAL OF EDUCATION Vol. 4 No. 4 (2025): JULI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-regulated learning (SRL) is an important ability in the student learning process to manage thoughts, motivations, and behaviors independently in achieving goals. The ability of students to regulate themselves in learning from an early age is important to form learning independence, academic achievement, and readiness to face the challenges of the 21st century. This study aims to find out the overview of the level of self-regulated learning in elementary school students. The research method used in this study is a descriptive quantitative method. The respondents of this study are active students in grade 5 of elementary school. The sampling technique used a total sampling with 125 students. This research instrument was prepared based on aspects from Zimmerman (1990), namely metacognitive, motivational, and behavioral. The results of the categorization test showed that the majority of students (72.8%) had SRL levels in the low category, 16% in the high category, and 11.2% in the low category. The difference test showed that there was a significant difference in SRL by gender, where female students had higher levels of SRL than male students. However, no significant differences were found by class or age.
Penguatan Literasi Kesehatan Mental Masyarakat Melalui Screening dan Asesmen Psikologis pada Program KKN di Biro Psikologi Siti Nuriya Hikma; Fajar Saputra; Hanna Aqeela Humayra; Satria Maulana; Ayu Laksita Utami; Nurwahyuni Nasir
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.309

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mendukung kesejahteraan individu dan masyarakat, namun kesadaran serta akses terhadap layanan psikologi masih tergolong terbatas. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di Biro Psikologi Gantari Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat serta mendukung layanan psikologi melalui rangkaian kegiatan grand opening, screening kesehatan mental, dan asesmen psikologis. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisasi layanan psikologi, screening Kesehatan mental menggunakan instrument Mental Health Check-up (MHCU), serta pelaksanaan asesmen psikologis pada berbagai kelompok sasaran, termasuk anak, remaja, dan individu dewasa, di bawah supervise psikolog. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti layanan disediakan. Secara keseluruhan kegiatan KKN ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Kesehatan mental, memperkuat peran biro psikologi sebagai pusat layanan psikologis berbasis masyarakat, serta memberikan pengalaman praktik professional bagi mahasiswa.
Program Psikoedukasi Art Therapy dan Webinar Kesehatan Mental KKN Ubhara Jaya Bekasi Cindy Tiara Adinda; Mutiara Salsabila Haryani; Syafira Suniyah Nur Fahmi; Yuliana Putri; Zahra Kuncoro Putri; Nurwahyuni Nasir
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.310

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, namun literasi kesehatan mental masih tergolong rendah, khususnya pada kelompok rentan seperti anak yatim piatu di panti asuhan serta masyarakat umum yang mengalami permasalahan relasi interpersonal. Pengasuhan institusional yang cenderung berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik sering kali belum diimbangi dengan perhatian terhadap kebutuhan emosional, sehingga berdampak pada kesulitan pengenalan dan pengelolaan emosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental, pemahaman emosi, dan kemampuan regulasi emosi melalui program psikoedukasi dan art therapy. Kegiatan dilaksanakan secara luring di panti asuhan dan secara daring melalui webinar psikoedukasi bagi masyarakat umum. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi psikoedukasi, diskusi interaktif, serta art therapy sebagai media ekspresi emosional nonverbal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar kesehatan mental dan emosi, yang tercermin dari hasil post-test anak panti asuhan serta partisipasi aktif peserta webinar. Program ini memberikan manfaat promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan mental berbasis komunitas serta memperkuat peran biro psikologi sebagai sarana edukasi kesehatan mental yang mudah diakses.
Studi Deskriptif Tentang Kecemasan Bertanding Pada Atlet Sepakbola Di Club X Syachrizal Farhan; Budi Sarasati; Nurwahyuni Nasir
Educate : Journal of Education and Learning Vol. 4 No. 2 (2026): Educate : Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/educate.v4i2.2151

Abstract

Kecemasan bertanding merupakan aspek psikologis yang dapat memengaruhi performa atlet saat menghadapi kompetisi. Pada olahraga sepak bola, kecemasan dapat muncul dalam bentuk gejala fisik, kekhawatiran terhadap hasil pertandingan, maupun gangguan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kecemasan bertanding pada atlet sepak bola Club X berdasarkan skor total serta dimensi somatic anxiety, worry, dan concentration disruption. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 126 atlet yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan Sport Anxiety Scale-2 (SAS-2) versi Indonesia yang terdiri atas 15 aitem dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,915. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58 atlet (46,0%) memiliki tingkat kecemasan bertanding rendah, 12 atlet (9,5%) sedang, dan 56 atlet (44,4%) tinggi. Pada dimensi somatic anxiety dan concentration disruption, mayoritas atlet berada pada kategori rendah, masing-masing sebesar 54,8% dan 61,9%. Sebaliknya, pada dimensi worry, sebagian besar atlet berada pada kategori tinggi (60,3%). Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan bertanding atlet Club X lebih didominasi oleh aspek kognitif berupa kekhawatiran terhadap performa dan hasil pertandingan dibandingkan gejala fisik maupun gangguan konsentrasi.
Peran Self-Efficacy Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Peserta Didik: Kajian Literatur Psikologi Pendidikan Yomima Viena Yuliana; Fathana Gina; Nurwahyuni Nasir
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1906

Abstract

self-efficacy merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan akademik dapat memengaruhi motivasi belajar serta prestasi yang dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-efficacy dalam meningkatkan motivasi belajar serta dampaknya terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku, serta artikel akademik yang membahas self-efficacy, motivasi belajar, dan prestasi belajar. Kajian ini menggunakan 27 artikel utama yang dipilih berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan kontribusinya terhadap kajian psikologi pendidikan. Analisis data dilakukan melalui identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, dan sintesis hasil penelitian terdahulu untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai hubungan antarvariabel yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menunjukkan hubungan positif antara self-efficacy dan motivasi belajar. Peserta didik dengan self-efficacy yang tinggi cenderung memiliki kepercayaan diri, ketekunan, dan strategi belajar yang lebih baik sehingga mendukung peningkatan prestasi belajar. Selain itu, pengalaman keberhasilan, dukungan lingkungan belajar, dan peran guru melalui pemberian umpan balik positif turut berkontribusi dalam pembentukan self-efficacy siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan self-efficacy dapat menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung motivasi belajar dan pencapaian akademik peserta didik.               
Hubungan Antara Kualitas Pertemanan dengan Subjective Well-Being Remaja Amanda Elizafitriani; Nurwahyuni Nasir; Hema Dayita
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v4i3.2307

Abstract

This study aims to examine the relationship between friendship quality and subjective well-being among adolescents in Bekasi Regency. Adolescence is a developmental stage characterized by significant physical, emotional, social, and psychological changes that may influence an individual's well-being. During this period, friendships play an important role in adolescents’ lives, as peers often serve as sources of support, companionship, and acceptance. Subjective well-being refers to an individual’s evaluation of their life, including life satisfaction, positive affect, and negative affect. Friendship quality, on the other hand, refers to the degree of closeness, trust, support, security, and comfort experienced within a friendship.This study employed a quantitative correlational approach to investigate the relationship between these variables. The participants consisted of 140 adolescents aged 14–17 years living in Bekasi Regency, selected using an incidental sampling technique. Data were collected using three instruments: the Satisfaction with Life Scale (SWLS), the Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), and the Friendship Quality Scale (FQS). The collected data were analyzed using correlation analysis to determine the strength and direction of the relationship between friendship quality and subjective well-being.The results revealed a significant positive relationship between friendship quality and subjective well-being among adolescents. These findings indicate that adolescents who experience higher-quality friendships tend to report higher levels of subjective well-being. Positive friendship quality provides emotional support, a sense of comfort, and enjoyable social experiences, which contribute to enhancing adolescents’ overall well-being. Therefore, friendship quality can be considered an important factor in promoting subjective well-being among adolescents.
Kebingungan Arah Karier pada Dewasa Awal yang Mengalami Quarter Life Crisis: Studi Fenomenologi Aisha Malika; Budi Sarasati; Nurwahyuni Nasir
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i3.2124

Abstract

Pengambilan keputusan karier merupakan salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa awal yang sering diwarnai ketidakpastian ketika individu mengalami quarter life crisis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dewasa awal dalam memaknai kebingungan arah karier selama mengalami quarter life crisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif untuk memahami pengalaman subjektif partisipan sebagaimana dimaknai dalam kehidupan mereka. Partisipan dipilih melalui purposive sampling dan melibatkan dua partisipan utama serta dua informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis fenomenologis tematik dengan kredibilitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebingungan arah karier terbentuk melalui interaksi berbagai faktor psikologis dan sosial, meliputi perbandingan sosial, keraguan terhadap kompetensi diri, pengalaman kegagalan dalam transisi menuju dunia kerja, kecemasan finansial, serta ketidakpastian masa depan. Selain itu, quarter life crisis dimaknai sebagai proses refleksi diri yang mendorong individu mengenali potensi, mengevaluasi nilai personal, dan membangun arah karier yang lebih bermakna. Temuan ini memperkaya kajian quarter life crisis dalam konteks dewasa awal di Indonesia dengan menunjukkan bahwa kebingungan arah karier merupakan pengalaman multidimensional yang dipengaruhi dinamika psikologis dan sosial, sehingga diperlukan dukungan psikologis serta bimbingan karier untuk membantu individu menghadapi transisi menuju dunia kerja secara lebih adaptif.