Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Pelatihan Berbasis Industri Untuk Peningkatan Budaya Kerja Industri Siswa SMK Muhammadiyah 2 Tempel Bambang Sudarsono; Fatwa Tentama; Fanani Arief Ghozali; Sulistyawati Sulistyawati; Lu Lu Nafiati; Surahma Asti Mulasari; Tri Wahyuni Sukesi; Herman Yuliansyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6272

Abstract

SMK Muhammadiyah 2 Tempel merupakan SMK yang bertujuan mempersiapkan siswa dengan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan teknik kendaraan ringan (otomotif). Data tracer alumni SMK Muhammadiyah 2 Tempel hanya meluluskan 10% atau siswa yang bekerja sesuai dengan keahlian otomotif. Lulusan lain justru banyak bekerja di luar keahlian seperti satpam, karyawan pabrik dan penjaga toko. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kesiapan kerja siswa terutama tentang sikap, pengetahuan, ketrampilan kerja dan budaya kerja di industri otomotif serta sarana prasarana pembelajaran yang belum berorientasi industry. Kegiatan ini bertujuan memberi pelatihan berbasis industri, meningkatkan pemahaman budaya kerja industri bagi guru dan siswa serta meningkatkan jumlah sarana prasarana pembelajaran berbasis industri. Tahapan yang dilakukan dalam PkM ini terdiri dari tiga tahapan yaitu, pelatihan tentang sikap, pengetahuan dan ketrampilan kerja pelatihan budaya kerja, implementasi dan pendampingan dengan metode workshop dan kinerja praktik. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pembelajaran dan pelatihan berbasis industri yang berdampak terhadap ketrampilan mitra mengelola pembelajaran SMK yang terintegrasi dengan sikap, pengetahuan, ketrampilan, dan budaya kerja industri sehingga diharapkan SMK Muhammadiyah 2 Tempel dapat menerapkan pelatihan berbasis industry secara mandiri dan pelatihan kompetensi menjadi kegiatan wajib yang masuk dalam kurikulum.
Implementasi Pelatihan Berbasis Industri Untuk Peningkatan Budaya Kerja Industri Siswa SMK Muhammadiyah 2 Tempel Bambang Sudarsono; Fatwa Tentama; Fanani Arief Ghozali; Sulistyawati Sulistyawati; Lu Lu Nafiati; Surahma Asti Mulasari; Tri Wahyuni Sukesi; Herman Yuliansyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6272

Abstract

SMK Muhammadiyah 2 Tempel merupakan SMK yang bertujuan mempersiapkan siswa dengan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan teknik kendaraan ringan (otomotif). Data tracer alumni SMK Muhammadiyah 2 Tempel hanya meluluskan 10% atau siswa yang bekerja sesuai dengan keahlian otomotif. Lulusan lain justru banyak bekerja di luar keahlian seperti satpam, karyawan pabrik dan penjaga toko. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kesiapan kerja siswa terutama tentang sikap, pengetahuan, ketrampilan kerja dan budaya kerja di industri otomotif serta sarana prasarana pembelajaran yang belum berorientasi industry. Kegiatan ini bertujuan memberi pelatihan berbasis industri, meningkatkan pemahaman budaya kerja industri bagi guru dan siswa serta meningkatkan jumlah sarana prasarana pembelajaran berbasis industri. Tahapan yang dilakukan dalam PkM ini terdiri dari tiga tahapan yaitu, pelatihan tentang sikap, pengetahuan dan ketrampilan kerja pelatihan budaya kerja, implementasi dan pendampingan dengan metode workshop dan kinerja praktik. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pembelajaran dan pelatihan berbasis industri yang berdampak terhadap ketrampilan mitra mengelola pembelajaran SMK yang terintegrasi dengan sikap, pengetahuan, ketrampilan, dan budaya kerja industri sehingga diharapkan SMK Muhammadiyah 2 Tempel dapat menerapkan pelatihan berbasis industry secara mandiri dan pelatihan kompetensi menjadi kegiatan wajib yang masuk dalam kurikulum.
Risk Factor Analysis of Leptospirosis Incidence in Endemic Areas Nurfitri Nurfitri; Tri Wahyuni Sukesi; Surahma Asti Mulasari
Advances in Healthcare Research Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ahr.v3i2.543

Abstract

Purpose: Leptospirosis is a zoonotic disease transmitted by rats, which serve as the primary vector, and is caused by the bacterium Leptospira. This disease is a serious concern in tropical regions, including Indonesia, due to its high incidence and mortality rates. This study aims to analyze various risk factors that influence the incidence of leptospirosis in endemic areas, based on the latest scientific literature. Research Method: This study employed a systematic literature review method, searching articles published between 2020 and 2024 on the Google Scholar and PubMed platforms. From the 268 articles identified using the keywords “Leptospirosis, Rats, Risk Factors,” a selection was made based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 10 relevant articles. Five of these articles were selected for further analysis. Results and Discussion: The results of the study indicate that several significant risk factors for leptospirosis include: the presence of Leptospira bacteria in the environment, distance of homes from waterways, standing water, garbage conditions, presence of rats, pet ownership, risky activities, use of personal protective equipment, and history of flooding. Implications: This study contributes to the formulation of risk-based prevention policies and supports more targeted public health interventions in areas endemic to leptospirosis.
Risk Factors Associated with Diarrhea in Infants Ariyani Cahyani; Surahma Asti Mulasari; Tri Wahyuni Sukesi
Advances in Healthcare Research Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ahr.v3i2.544

Abstract

Purpose: Diarrhea is one of the leading causes of death among infants in Indonesia and is a significant public health issue. This study aims to identify and analyze various risk factors associated with diarrhea in infants through a literature review approach. Research Method: This study employed a literature review method with a content analysis approach, utilizing articles obtained from the PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases. The keywords used are “Infants,” “Diarrhea,” and “Risk Factors.” Article selection was conducted systematically using the PRISMA framework, from identification through screening to eligibility assessment. Out of 208 articles obtained, 10 articles were selected that met the criteria for further analysis. Results and Discussion: The study's results indicate that factors closely associated with the incidence of diarrhea in infants include not being exclusively breastfed, poor personal hygiene among mothers, inadequate basic sanitation facilities at home, low maternal education, maternal employment status, and limited socioeconomic conditions within the family. These factors interact with each other and increase the risk of diarrhea in young children. Implications: These findings are significant for preventive efforts in public health, particularly in raising awareness and knowledge among parents about maintaining optimal hygiene, sanitation, and nutrition for their children.