Rindiyani Pangestuti
Universitas Islam Negeri An Nur Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Komparasi: Konsep Kebahagiaan Di Era Digital Perspektif Filosofi Teras Dan Buya Hamka Rindiyani Pangestuti
TA'DIBAN Vol 3 No 2 (2023): Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjie.v3i2.94

Abstract

Filsafat Teras mengistilahkan bahwa kebahagiaan hanya dapat diraih apabila seseorang mampu memahami dan mengontrol emosi-emosi negative. Sedangkan Buya Hamka menjelaskan bahwa kebahagiaan hanya dapat dirasakan bagi mereka yang terpaut hatinya kepada akhirat. Konsep kebahagian yang dipaparkan pada penelitian ini lebih merujuk pada studi komparasi antara konsep kebahagiaan perspektif Filosofi Teras dan Buya Hamka dengan kaidah-kaidah islam. Penelitiaan ini berusaha menghasilkan pemahaman yang komprehensif pada pemikiran yang berbeda untuk memberikan suatu pemahaman baru dalam menyelesaikan problematika di Era Digital. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research dengan teknik analisis isi yang dilakukan berdasarkan pendekatan studi teks kewahyuan. Sebagai usaha melihat konsistensi makna dalam sebuah teks yang terjabarkan dalam pola-pola terstruktur dan memberikan pemahaman sistem nilai di balik teks. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat korelasi antara konsep kebahagian perspektif filosofi teras dan Buya Hamka dalam memberikan pandangan dan pemahaman ilmiah yang dapat dimanfaatkan di Era sekarang. Namun tak bisa dihindari beberapa perbedaan pandangan dalam menjabarkan konsep kebahagiaan yang harus ditempuh oleh seorang manusia. Kata Kunci: Filosofi Teras, Buya Hamka, Konsep Kebahagiaan, Emosi
Dopamine Detox: Upaya Pengendalian Kecanduan Gadget Pada Anak Di Era Digital Perspektif Surah Al-Ashr Ayat 1-3 Rindiyani Pangestuti; Riyadhul Janah
TADRIBUNA Vol 3 No 2 (2023): Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v3i2.97

Abstract

Gadget merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi dan zaman yang saat ini dijadikan sebagai kebutuhan primer di setiap kalangan masyarakat bahkan pada kalangan anak-anak. Penggunaan gadget yang berlebihan dalam jangka waktu yang panjang akan menyebabkan kecanduan. Kecanduan gadget dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan menyebabkan mata kering, gangguan tidur, sakit leher dan obesitas. Kecanduan dapat terjadi karena adanya kelainan pada sistem dopaminergic sentral yang disebabkan adanya senyawa dopamin berlebih yang masuk ke dalam otak frontal. Dopamin Detox sebagai alternatif yang sudah diteliti oleh ilmuan terbukti dapat mengendalikan kecanduan atau kelebihan dopamin yang dialami oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan solusi yang dapat diupayakan oleh pendidik dan para orang tua dalam mengendalikan pola kebiasaan hidup anak menjadi lebih efisien dan efektif melalui detoksifikasi dopamin. Qur’an surah Al Ashr ayat 1-3 menyebut bahwa orang-orang akan senantiasa mengalami kerugian yang besar dalam hidupnya jika tidak beriman dan mengajak orang pada kebenaran dan kesabaran. Dopamin detox menurut Meurisse dapat dilakukan dengan beberapa tipe diantaranya the 48-hour complete dopamine detox, the 24-hour dopamine detox, the partial dopamine detox. Sedangkan dopamin detox perspektif Q.S Al Ashr ayat 1-3 dapat dilakukan dengan meningkatkan keimanan, beramal sholeh, saling memotivasi dan menasehati dalam kebenaran.