Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi Pupuk Organik dari Kotoran Walet dan Bahan Hijauan dalam Meningkatkan Kualitas Hara Tanah Masam serta Aplikasinya pada Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Abdul Rahman; Basri Baba; Monika Agustia; Andi Besse Poleuleng
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi pupuk organik berbahan dasar kotoran walet dan bahan hijauan (daun lamtoro, daun kirinyuh, dan daun kelor) yang mampu meningkatkan kualitas hara tanah masam serta pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu formulasi pupuk dan uji aplikasi pada bibit kakao dalam polybag. Tiga formulasi diuji, yaitu: Formula I (KW 50%, DL 20%, DY 15%, DK 15%), Formula II (KW 50%, DL 15%, DY 20%, DK 15%), dan Formula III (KW 50%, DL 15%, DY 15%, DK 20%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan (p < 0,05). Dosis 200 g/polybag (P2) menghasilkan pertumbuhan tertinggi dengan rata-rata tinggi tanaman 28,06 cm, jumlah daun 11,26 helai, dan diameter batang 4.62 mm. Selain itu, aplikasi pupuk meningkatkan pH tanah dari 4,5 menjadi 5,6. Dengan demikian, pupuk organik berbasis kotoran walet dan bahan hijauan dapat memperbaiki sifat kimia tanah masam dan meningkatkan pertumbuhan bibit kakao secara signifikan
Analisis Faktor Pemeliharaan terhadap Produktivitas Kakao (Theobroma cacao L.) di Kabupaten Luwu Andi Besse Poleuleng; Susi Indriani; Andi Ayu Nurnawati
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 15 No 1 (2026): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v15i1.24719

Abstract

Sustainable cocoa productivity is largely determined by the quality of the implementation of crop maintenance techniques at the farmer level. Differences in cultivation practices, particularly in fertilization, pruning, sanitation, as well as pest and disease control, lead to considerable variation in cocoa productivity. This study aims to analyze the relationship between maintenance techniques and cocoa productivity in Luwu Regency. Data were collected through primary data (farmer interviews) and secondary data. Sampling was determined based on farmers who cultivate cocoa and have at least 5 years of experience. The number of respondents was calculated using the Slovin method, resulting in a total of 232 respondents. The analysis used was multiple linear regression, examining the effects of Fertilizer Dosage (X1), Fertilization Method (X2), Fertilization Frequency (X3), Fertilization Timing (X4), Pruning (X5), Sanitation (X6), and Pest and Disease Control (X7) on productivity (Y).The results showed that, simultaneously, cultivation techniques including fertilizer dosage, fertilization method, fertilization frequency, fertilization timing, pruning, sanitation, and pest and disease control have an effect on cocoa productivity. Partially, fertilizer dosage, fertilization frequency, pruning, and pest and disease control have a significant effect on cocoa productivity, with a coefficient of determination (R²) of 0.85.