Sandi Kurniawan
IKIP PGRI Kaltim

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pola Industri Dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja di SMK Sandi Kurniawan; Fakhrudin
Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia
Publisher : LPPM Politeknik Raflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jpvr.v6i1.1368

Abstract

SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) bertujuan untuk menyiapakan tenaga kerja terampil yang sesuai profesi bidang yang dipilih, maka kerja sama antara SMK dan industri menjadi bagian sistem pendidikan yang sangat penting. Realitanya, banyak yang menganggap lulusan SMK belum memiliki kualitas kerja yang baik untuk kebutuhan industri. SMK yang tujuan awalnya menyiapkan peserta didik untuk langsung berkerja akan tetapi pada kenyataannya masih banyak lulusan yang belum bekerja. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian bertujuan untuk menganalisis peran industri dalam proses rekrutmen tenaga kerja di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian diperoleh dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus dan diperkuat dengan adanya dokumentasi kegiatan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan dengan metode trianggulasi data. Hasil penelitian yang dilakukan menemukan bahwa terdapat empat poin terkait dengan peran industri dalam proses rekrutmen tenaga kerja di SMK. Pertama, pihak SMK melalui BKK (Bursa Kerja Khusus) telah menjalin kerja sama yang baik dengan pihak industri sehingga informasi kebutuhan tenaga kerja selalu sampai ke SMK. Kedua, proses rekrutmen diawali dengan pihak industri memberikan informasi ke SMK kemudian pihak SMK mengorganisir informasi tersebut untuk melaksanakan proses rekrutmen sesuai kesepakatan dengan pihak industri. Ketiga, proses evaluasi terkait dengan aspek penilaian kelulusan oleh pihak industri meliputi kelengkapan dokumen persyaratan, kemampuan fisik, psikotes, interview, dan diakhiri dengan tes kesehatan. Keempat, dengan adanya kegiatan ini siswa dan alumni SMK mendapatkan kesempatan untuk bekerja sesuai dengan keahliannya.
REKOMENDASI MODEL PEMBELAJARAN YANG SESUAI DI SMK SAAT KEGIATAN PEMBELAJARAN SECARA DARING Sandi Kurniawan
CENDIKIA Vol 6 No 1 (2022): Cendikia Volume 12 Nomor 01 Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65708/cendekia.v6i1.248

Abstract

bad XXI merupakan suatu era dimana terjadi perubahan secara besar-besaran di segala aspekkehidupan manusia. Aspek pendidikan merupakan salah satu yang paling terdampak. SekolahMenengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang wajib mengikuti tuntutan eraXXI dikarenakan SMK berorientasi kerja. Tuntutan kompetensi lulusan SMK juga semakinberagam diantaranya skills, knowledge, attitude, values, dan ethics. Untuk mencapai kompetensiabad XXI kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK harus di rancang dan dilaksanakan denganbaik sesuai dengan karakteristik peserta didik agar kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapatbermakna bagi peserta didik. Pembelajaran yang mulanya berjalan dengan baik menjadi terkendaladikarenakan wabah penyakit yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Wabah tersebut merupakanwabah Covid-19, yang saat ini disebut sebagai pandemic covid-19. Karena pandemic covid-19tersebut kegiatan pembelajaran yang awalnya dilaksanakan dengan tatap muka yang sering disebutdengan luar jejaring (luring) dialihkan menjadi pembelajaran online atau sering di sebutpembelajaran dalam jejaring (daring). Berakhirnya wabah penyakit tersebut membuatpembelajaran daring masih kerap dijadikan alternatif proses pembelajaran jika pendidikberhalangan hadir secara langsung. Oleh sebab itu untuk mencapai kompetensi tersebut dandibatasi dengan pembelajaran hanya bisa dilakukan dengan pembelajaran daring maka perlumenggunakan model pembelajaran yang menarik agar peserta didik tetap bersemangat dalamproses pembelajaran meski pembelajarannya dilaksanakan secara daring
The ANALISIS EFISIENSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA MOTOR YAMAHA MX KING 150: - sandi kurniawan
CENDIKIA Vol 9 No 2 (2026): Cendekia : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65708/cendekia.v9i2.351

Abstract

Motorcycle users, especially sports bikes like the Yamaha MX King 150, are often faced with the dilemma of choosing Pertalite (RON 90) or Pertamax (RON 92). The significant price difference makes many users prefer Pertalite, even though there is no certainty regarding its impact on fuel efficiency and exhaust emissions. This study was conducted to answer this problem through direct testing that measures the effect of both types of fuel on fuel consumption and emission levels. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and a One Group Pretest-Posttest Design. One Yamaha MX King 150 motorcycle was tested sequentially using Pertalite and Pertamax. The test was carried out in two stages: measuring fuel consumption efficiency in the field using the distance traveled per liter (km/l) method, and testing exhaust emissions in the laboratory using a gas analyzer to measure CO, HC, CO₂, and NOx levels. The results showed that the use of Pertamax produced higher fuel efficiency than Pertalite. Furthermore, Pertamax produces lower CO and HC emissions, indicating a more complete combustion process. These results demonstrate that despite Pertamax's higher price, this fuel offers long-term benefits in terms of both operational efficiency and environmental impact. These findings are expected to inform the public's choice of fuel and provide input to relevant parties in formulating sustainable energy policies.