Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Studi Bioekivalensi Obat Paracetamol Generik Dan Non Generik Secara In Vitro Siti Mutaharah; Saftia Aryzki; Rina Saputri; Yusuf Anggoro Mukti
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drugs are one component of health that is irreplaceable in order to improve public health status. There are 2 types of drugs circulating in the market, namely generic and non-generic. Paracetamol is classified as a class 1 biopharamcetic drug which is formulated as a product with high solubility in water and has high intestinal permeability, almost 100% absorption can be expected at least as much as 85% of the soluble product in in vitro testing. In vitro testing was carried out for 180 minutes with a span of 15 minutes using generic paracetamol and patented paracetamol to determine whether there is a difference in the quality of the drugs and to make comparisons with the aim of knowing their bioequivalence.
Peningkatan Keterampilan Santri di Lingkungan Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon Melalui Pelatihan Pembuatan Minyak Angin Aromaterapi Berbasis VCO Siti Nur Hikmah; Yusuf Anggoro Mukti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1042

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya kelapa yang dapat diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan berbagai manfaat kesehatan. Pemanfaatan VCO sebagai bahan dasar minyak angin aromaterapi memiliki potensi besar baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Namun, keterampilan santri dalam pengolahan produk berbasis bahan alam masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon melalui pelatihan pembuatan minyak angin aromaterapi berbasis VCO. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan pendampingan. Pada tahap persiapan dilakukan penyusunan materi, penyiapan alat dan bahan, serta penentuan formula produk. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pemberian materi mengenai pembuatan dan penggunaan aromaterapi, dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung oleh peserta dalam kelompok kecil. Peserta juga dilatih dalam proses formulasi, pencampuran bahan seperti menthol, camphor, VCO, dan minyak gondopuro, serta teknik pelabelan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan santri dalam pembuatan minyak angin aromaterapi berbasis VCO, serta meningkatnya motivasi untuk mengembangkan produk sebagai peluang usaha mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas santri baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun potensi kewirausahaan berbasis produk herbal.
Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Guajava Linn.) Untuk Pengobatan Luka Bakar Dengan Konsentrasi Basis Hidrokarbon Siti Nur Hikmah; Yusuf Anggoro Mukti; Blegoh Iwan Santoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1038

Abstract

Pendahuluan: Tanaman Psidium guajava Linn. atau jambu biji merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai terapi luka bakar. Ekstrak etanol daun jambu biji diketahui mampu mempercepat proses penyembuhan luka melalui aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan salep ekstrak etanol daun jambu biji dengan variasi konsentrasi basis hidrokarbon serta mengevaluasi karakteristik fisiknya. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental. Salep diformulasikan dalam tiga variasi basis hidrokarbon yaitu 30%, 35%, dan 40%. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi berbentuk semipadat, berwarna hijau, berbau khas daun jambu biji, serta homogen. Nilai pH berturut-turut sebesar 5,60; 5,93; dan 5,88 masih berada dalam rentang pH kulit. Daya sebar masing-masing sebesar 5,35 cm; 5,39 cm; dan 5,42 cm, sedangkan daya lekat masing-masing sebesar 5,47 detik; 6,12 detik; dan 6,25 detik. Simpulan: Berdasarkan hasil tersebut, seluruh formulasi memenuhi persyaratan sediaan topikal dan berpotensi digunakan sebagai terapi luka bakar.
Profil Penggunaan Obat Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Rawat Inap Di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei Kalimantan Tengah Drajat Triwibowo; Darini Kurniawati; Yusuf Anggoro Mukti; Dewi Susanti Atmaja
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1052

Abstract

Pendahuluan: Sebuah kondisi psikotik yang melibatkan pengunduran diri sosial, gangguan emosional, dan afektif dengan kemungkinan halusinasi dan delusi. Salah satu pendekatan utama dalam penanganan skizofrenia adalah pemberian obat antipsikotik. Antipsikotik merupakan agen yang digunakan dalam pengobatan gangguan psikotik, gangguan mental berat. Penggolongan antipsikotik dibagi menjadi dua, yaitu antipsikotik tipikal dan antipsikotik atipikal. Tujuan: Mengetahui profil penggunaan obat antipsikotik pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa  Kalawa Atei Kalimantan Tengah. Metode: Jenis penelitian yang diterapkan merupakan studi kuantitatif non-eksperimen, dengan rancangan penelitian deskriptif observasional yang dilakukan melalui telaah terhadap data rekam medis pasien skizofrenia yang menjalani perawatan rawat inap. Hasil: didapatkan data dari 181 pasien yang menjalani rawat inap periode Januari–Agustus 2025 dengan jumlah terbanyak berjenis kelamin laki-laki yaitu 146 pasien (80,66%) dan perempuan yaitu 35 pasien (19,34%), dengan rentang umur 25 – 50 tahun berjumlah 122 pasien (67,40%). Skizofrenia (F20) sebanyak 100 pasien (55,25%). Kemudian, tipe skizofrenia tidak terorganisasi sebanyak 47 pasien (25,97%) dan tipe skizofrenia tak terdeferensiasi sebanyak 30 pasien (16,57%). Penggunaan Antipsikotik Tipikal (Generasi Pertama) (Haloperidol + Trifluoperazin + Chlorpromazin). Haloperidol 5 mg  menjadi obat yang paling dominan di seluruh kelompok. Haloperidol dikenal efektif untuk mengatasi gejala positif akut (halusinasi, delusi) dan sering digunakan dalam situasi kegawatdaruratan psikiatri (agitasi atau mengamuk). Simpulan: Penggunaan obat terbanyak adalah antipsikotik kombinasi tipikal dan atipikal, terutama chlorpromazine, fluphenazine, olanzapine, dan clozapine. Lorazepam dan Diazepam digunakan sebagai terapi adjuvan untuk mengatasi kecemasan, insomnia, atau agitasi akut pada pasien skizofrenia.  Trihexyfenidil 2 mg dari agen antikolinergik ini menunjukkan adanya upaya pencegahan atau pengobatan EPS yang diinduksi oleh antipsikotik, terutama Haloperidol dan antipsikotik tipikal lainnya.
Pengaruh Pemberian Edukasi Media Leaflet Terhadap Kepatuhan Penggunaan Tablet Tambah Darah Pada Siswi Farmasi SMKN 1 Martapura Noorlaily Deviyanti; Melviani; Yusuf Anggoro Mukti; Rohama
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1196

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin yang memicu penurunan konsentrasi hingga morbiditas pada remaja perempuan. Kelompok ini menjadi sasaran prioritas intervensi akibat tingginya kebutuhan zat besi selama fase pertumbuhan dan siklus menstruasi. Mengingat tingkat kepatuhan penggunaan tablet tambah darah memiliki dampak  signifikan  terhadap  mencegah  anemia  pada remaja perempuan. Intervensi berupa edukasi kesehatan enjadi langkah strategis yang harus dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan tersebut. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian edukasi media leaflet terhadap kepatuhan penggunaan tablet tambah darah pada siswi Farmasi SMKN 1 Martapura. Metode: Menggunakan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest design, penelitian ini melibatkan 56 responden yang dipilih secara purposive sampling dari populasi siswi kelas XI Farmasi SMKN 1 Martapura. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap kepatuhan penggunaan tablet tambah darah, dimana sebelum diberikan edukasi mayoritas responden 73,2% berada pada kategori tidak patuh, namun setelah diberikan edukasi media leaflet, proporsi tersebut berbalik dengan 76,8% responden beralih menjadi patuh. Efektivitas intervensi diperkuat secara statistik melalui uji Wilcoxon yang menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), menegaskan bahwa edukasi media leaflet memberikan pengaruh signifikan. Kesimpulan: Pemberian edukasi media leaflet terbukti berpengaruh meningkatkan kepatuhan penggunaan tablet tambah darah secara signifikan.
Edukasi Penggunaan Obat Rasional dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Kegiatan World Pharmacist Day di Kabupaten Bario Kuala Siti Nur Hikmah; Yusuf Anggoro Mukti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.948

Abstract

World Pharmacist Day (WPD) merupakan momentum penting untuk meningkatkan pesan apoteker dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Permasalahan yang masih sering di jumpai di masyarakat adalah rendahnya pemahaman mengenai penggunaan obat yang rasional, seperti ketidakpatuhan terhadap aturan pakai obat, penggunaan obat tanpa resep, serta kurangnya pengetahuan mengenai efek samping dan interaksi obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar serta memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 28 September 2025 di Klinik Utama Setara, Kabupaten Barito Kuala, bekerja sama dengan PC IAI Kabupaten Barito Kuala. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pemberian pengobatan gratis sesuai indikasi, serta edukasi langsung terkait penggunaan obat rasional oleh Apoteker. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dan partisipasi aktif dalam sesi edukasi. Masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai aturan pakai obat, pentingnya kepatuhan terpai, serta risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian berbasis komunitas.