COBIT 2019 menilai tingkat tata kelola teknologi informasi yang bermanfaat bagi organisasi seperti Universitas XYZ. Penerapan teknologi informasi di seluruh perguruan tinggi mempunyai tiga sistem pelayanan kebutuhan yang berbeda. Tantangan penerapan teknologi informasi pada perguruan tinggi yaitu pada sistem desentralisasi, gangguan operasional, dan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Universitas XYZ mempunyai kendala sering terjadinya gangguan pada server dan sistem informasi yang belum terintegrasi sehingga layanan teknologi informasi yang diberikan tidak berjalan secara maksimal. Pengelolaan layanan teknologi informasi yang tidak baik menyebabkan layanan yang tidak terkontrol, pengambilan keputusan yang kurang tepat, dan biaya operasional yang sulit diprediksi. Tata kelola teknologi informasi mempunyai peranan sebagai pendukung untuk tercapainya tujuan organisasi. Pada organisasi memerlukan penilaian untuk mengukur kinerja dari tata kelola teknologi informasi dengan menggunakan kerangka kerja tata kelola teknologi informasi. Penilaian tata kelola teknologi informasi pada penelitian ini dengan menggunakan COBIT 2019, sehingga menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti. Evaluasi tata kelola teknologi informasi pada program studi A di Universitas XYZ dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 domain BAI09 (Manage Assets). Hasil evaluasi atau penilaian tingkat kapabilitas pada domain BAI09.01 nilai kapabilitasnya 2,44 (Partially), BAI09.02 nilai kapabilitasnya 2,55 (Partially), BAI09.03 nilai kapabilitasnya 1,93 (Partially), BAI09.04 nilai kapabilitasnya 0,63 (Not), dan BAI09.05 nilai kapabilitasnya 0,55 (Not). Nilai tingkat kapabilitas yang diharapkan pada program studi A di Universitas XYZ yaitu 4,00 (Fully) maka pada domain proses BAI09.01 terdapat gap 1,56, BAI09.02 terdapat gap 1,45, BAI09.03 terdapat gap 2,07, BAI09.04 terdapat gap 3,37, dan BAI09.05 terdapat gap 3,45.